Ular Dalam Mitologi (2)

Saat melihat atau mendengar kata “ular”, yang terbesit dalam pikiran adalah konsep-konsep yang jahat dan menjijikkan. Dalam berbagai agama dan mitologi, makhluk melata tanpa kaki dan lengan ini akrab dengan konsep kelicikan, kejahatan, dan pengkhianatan.
Namun, dalam berbagai mitologi, peran ular tidak selalu jahat dan dapat dikaitkan dengan perlindungan dan cinta. Berikut tokoh ular yang terkenal dari berbagai kepercayaan dan mitologi dunia.
YAMATA-NO-OROCHI
Yamata-no-Orochi adalah makhluk mitologi Jepang berupa ular berkepala dan berekor delapan. Ia terkenal sebagai naga yang dibunuh oleh Susanoo-no-Mikoto agar tidak memakan Kushinadahime.
Susanoo menyediakan delapan guci berisi sake yang amat memabukkan. Setelah Yamata-no-Orochi mabuk, Susanoo pun datang dan membunuh sang ular itu. Dari ekor sang ular, Susanoo mendapatkan pedang Kusanagi dan menghadiahkannya kepada Dewi Amaterasu-Omikami.
XIANGLIU
Mirip dengan Orochi, Xiangliu adalah monster berbentuk ular berkepala sembilan. Konon, Xiangliu membawa kehancuran dan banjir ke mana pun ia pergi. Daerah yang Xiangliu lalui, maka daerah tersebut akan berawa dan beracun sehingga tidak layak huni. Xiangliu adalah bawahan dari Dewa Air Gonggong yang juga berbentuk ular.
Saat ditugaskan untuk mengatasi banjir besar, Yu Agung dikatakan membunuh Xiangliu. Namun, daerah dan mata air yang tertumpah oleh darah Xiangliu sangat menyusahkan manusia. Jadi, Yu “mengunci” air ke sebuah kolam, dan di kolam tersebut, para penguasa langit mendirikan berbagai paviliun.
SILUMAN ULAR PUTIH
Legenda Siluman Ular Putih adalah kisah cinta China kuno antara seekor siluman ular putih betina bernama Bai Suzhen dengan manusia bernama Xu Xian. Di dunia hiburan China, kisah ini sering kali dibawakan ke layar lebar dalam berbagai versi.
Alkisah, Suzhen jatuh cinta dengan Xu karena kebaikannya. Mereka pun menikah dan hidup bahagia. Namun, siluman kura-kura yang menjelma jadi biksu bernama Fahai benci melihatnya dan ingin Xu tahu kalau Suzhen sebenarnya adalah siluman ular. Segala usaha dilakukan, namun cinta Xu dan Suzhen tidak berubah.
Pasangan tersebut dikaruniai anak bernama Xu Mengjiao. Namun, Fahai menangkap Suzhen dan memenjarakannya di Pagoda Leifeng. Setelah dewasa, Mengjiao melawan Fahai untuk membebaskan Suzhen. Akhirnya mereka dapat bersatu lagi, dan keluarga itu pun hidup bahagia.
JÖRMUNGANDR
Dalam mitologi Nordik, kita dikenalkan dengan Jörmungandr, ular laut yang melilit Midgard. Faktanya, Jörmungandr adalah salah satu dari tiga keturunan Loki dan raksasa Angrboða. Saat itu, Odin membuang Jörmungandr ke samudra yang mengelilingi Bumi.
Tidak mati, Jörmungandr tumbuh amat besar hingga tubuhnya mengitari seluruh Midgard. Bahkan, ekornya pun menyentuh kepalanya. Salah satu tanda dari peristiwa Ragnarök adalah bangkitnya Jörmungandr dari laut dan menimbulkan kekacauan besar di Midgard.
Dewa petir sekaligus putra Odin, Thor, turun tangan untuk membasmi Jörmungandr. Dengan palu Mjölnir, Thor membunuh sang ular besar. Namun, baru berjalan sembilan langkah, Thor juga wafat akibat racun mematikan milik Jörmungandr.
MEDUSA DAN GORGON
Dalam mitologi Yunani, Gorgon adalah monster betina yang memiliki rambut ular dan dapat mengubah apa pun menjadi batu hanya dengan tatapannya. Dari tiga Gorgon (Euryale, Stheno, dan Medusa), Medusa adalah yang paling terkenal kisahnya.
Awalnya, Medusa adalah seorang pelayan di kuil Athena. Namun, karena diperkosa oleh Poseidon di kuil, Medusa pun dikutuk menjadi Gorgon. Saat itu pun, Medusa tengah hamil anak Poseidon. Kemudian, datanglah Perseus untuk mengambil kepala Medusa.
Athena memberikan perisai perunggu agar Perseus dapat melihat bayangan Medusa, dan memenggalnya. Saat Medusa mati, muncullah kedua anaknya, raksasa berpedang emas Chrysaor dan kuda bersayap Pegasus. Kepala Medusa akhirnya digunakan Perseus untuk membantunya dalam pertempuran.
ULAR HYDRA DI LERNA
Tugas kedua yang diberikan Raja Eurystheus kepada Hercules adalah membunuh ular Hydra di Lerna. Dibesarkan sendiri oleh istri Zeus, Hera, Hydra memang ditugaskan untuk membunuh Hercules. Selain memiliki nafas yang beracun, Hydra memiliki kepala banyak. Jika satu kepala dipenggal, maka dua kepala baru akan tumbuh.
Untuk membunuh Hydra, maka Hercules memanggil sepupunya, Iolaus. Saat Hercules memenggal Hydra, maka Iolaus membakar luka tersebut sehingga kepalanya tidak tumbuh. Akhirnya, Hydra pun matk. Dalam kesedihannya, Hera mengangkat Hydra menjadi rasi bintang.
KALIYA
Tertulis di Bhagavata Purana, Kaliya adalah ular berkepala banyak yang pernah mendiami Sungai Yamuna, Vrindavan karena diusir oleh Garuda dari Pulau Ramanaka. Namun, adanya Kaliya membuat Sungai Yamuna beracun.
Karena mengganggu pujaan hatinya Radha, Sri Krishna datang menghadapi Kaliya hingga dua kali. Terakhir kali, Sri Krishna melompat ke kepala Kaliya dan hampir membunuhnya. Namun, istri Kaliya datang dan memohon kepada Sri Krishna agar mengampuni nyawa Kaliya.
Jadi, Sri Krishna menari di atas kepala Kaliya lalu mengampuninya. Ia memperingatkan Kaliya untuk kembali ke Ramanaka dan berjanji bahwa Garuda tidak akan mengusirnya lagi. Hingga saat ini, peristiwa Sri Krishna berdansa di atas kepala Kaliya diabadikan dalam perayaan tahunan Nag Nathaiya pada bulan November-Desember.
MUCALINDA
Dalam kepercayaan Buddha di Thailand, Laos, dan Myanmar, Siddharta Gautama atau Buddha Gautama konon dilindungi seekor ular bernama Mucalinda saat bermeditasi. Tempat meditasi ini diketahui bernama Naga Prok.
Enam minggu setelah mencapai “Pencerahan” di bawah Pohon Bodhi, konon langit berubah menjadi gelap dan badai pun menerpa bumi. Pada saat itu, Buddha Gautama sedang bermeditasi. Kemudian, Mucalinda pun muncul dari tanah dan mengitari sang Buddha untuk melindunginya dari tetesan hujan. Setelah hujan reda, Mucalinda berubah kembali jadi manusia dan memberi hormat pada sang Buddha. Kemudian, ia berubah lagi menjadi ular dan kembali ke kediamannya.
