Ancaman Tumbuhan Devil’s Breath

Help US With Share

Penggunaan Devil’s Breath biasanya ditiup ke wajah atau dioles pada kartu nama, lalu  diberikan kepada orang lain yang tidak curiga seperti wisatawan. Siapapun yang memegang kartu nama atau orang yang berhasil ditiup menggunakan Devil’s Breath alias Napas Iblis ini, dipercaya akan berakhir seperti ‘zombie’ dan tidak bisa mengendalikan tindakan mereka.

Sebagian besar , kisah dari para korban Devil’s Breath hampir sama. Seseorang yang baru dikenal oleh korban akan menyelipkan sesuatu, dan membuat korban kehilangan kesadaran.

Keesokan harinya, korban yang masih hidup akan menyadari bahwa saldo rekeningnya habis terkuras, harta atau organ tubuhnya raib. Itu adalah kemungkinan paling buruk yang mereka dapatkan saat tersadar.

Cerita tentang Devil’s Breath yang mampu mengubah kondisi korban, membuat para pelajar muda yang bertualang ke luar negeri bersikap waspada, terutama bagi mereka yang baru melancong untuk pertama kalinya. Di London, seorang korban ditemukan tewas di apartemennya setelah habis dirampok. Selain uang di dompetnya, kartu ATM, laptop dan berbagai benda berharga juga hilang.

Tidak seperti namanya, penampakan Devil’s Breath sungguh mempesona. Benda mematikan itu diracik dari sebuah tumbuhan. Tumbuhan ini rimbun, memiliki bunga kuning, oranye, putih kadang ungu yang berbentuk seperti terompet. Walau warnanya cantik, namun efek dari tumbuhan ini sangat fatal.

Pohon borrachero alias Brugmansia arborea yang dikenal dengan nama Devil’s Breath, ternyata bukan satu-satunya nama yang dia sandang. Tumbuhan ini juga dikenal dengan sebutan lain seperti lonceng neraka, terompet setan, terompet malaikat, kecubung, dan lainnya. Di Kolombia, pohon Borrachero lebih dikenal dengan sebutan pohon mabuk.

Tumbuhan ini tidak hanya sekadar punya efek mematikan, namun juga memabukkan dalam dosis tertentu. Tumbuhan Napas Iblis menyelubungi kekuatan racunnya dalam tampilan yang sangat sederhana. Bunga ini tumbuh subur hampir di seluruh wilayah, terutama di daerah asalnya,  Amerika Utara dan Selatan. Di Kolombia, tumbuhan ini secara kimiawi diproses bunga dan bijinya menjadi bubuk putih tidak berbau dan tidak berasa dan dapat digunakan untuk tujuan jahat.

Di dunia medis, Devil’s Breath disebut juga Skopolamin atau Hyoscine. Walau beberapa orang Kolombia menggunakan skopolamin untuk melancarkan misi-misi jahat, tumbuhan ini sebenarnya sudah lama dipakai dalam dunia medis atau penyelidikan.

Pada tahun 1880, seorang ilmuwan Jerman Albert Ladenburg dikabarkan pertama kali menggunakan skopolamin sebagai serum kebenaran. CIA pertama kali menggunakan skopolamin dalam laporan Los Angeles Record tahun 1922, sejak Dr Robert House yang menemukan kandungan skopolamin dan menggunakannya untuk menginterogasi para tahanan.

Eksperimen awal House diklaim berhasil dengan didapatkannya informasi dari para tahanan. Dia menerbitkan lebih dari 10 makalah tentang skopolamin, dan kemudian gagasannya tentang kebenaran semu magis tumbuhan itu mulai disadari publik.

Akibat laporan yang dia tulis sendiri, bahwa orang yang diberi dosis tertentu dari skopolamin tidak dapat berbohong dan tidak punya kekuatan berpikir yang kuat, kemampuan skopolamin sebagai serum kebenaran masih diragukan.

Selain CIA, Soviet juga diyakini telah menggunakan skopolamin dalam interogasi selama Perang Dingin. Konon, Nazi juga menggunakan Devil’s Breath kepada para tawanan untuk mendapatkan informasi.

Sejarah penggunaan Devil’s Breath yang masih simpang-siur, menyiratkan adanya mitos-mitos magis. Mulai dari tradisi Yunani kuno sampai ritual Shaman, tumbuhan penghasil skopolamin ini memiliki laporan sejarah kelam. Konon, orang Yunani kuno telah menggunakan tumbuhan yang memproduksi skopolamin sebagai obat candu dan obat penenang untuk keperluan medis.

Berbagai budaya di seluruh Eropa dan Asia juga menggunakannya dalam bir yang dikenal dengan istilah minuman ajaib  sejak zaman Perunggu. Para penyihir yang dituduh selama inkuisisi Spanyol diduga menggunakan henbane, salah satu tumbuhan yang juga menghasilkan skopolamin sebagai bahan penting dalam ramuan mereka.

Bahkan, ada rumor yang mengatakan bahwa di era pra-kolonial Kolombia para pemimpin baru menggunakan skopolamin untuk memikat istri dan para simpanan dari para pemimpin yang lengser menuju kuburan massal. Di lokasi itu, para wanita dikubur hidup-hidup.

Secara medis, skopolamin juga punya khasiat mengobati seperti untuk analgesik, anestesi dan antihistamin. Dalam ritual Shaman, tanaman yang mampu memproduksi skopolamin biasanya digunakan psikoaktif untuk tujuan spiritual.


Help US With Share