Ular Dalam Mitologi (1)

Saat melihat atau mendengar kata “ular”, yang terbesit dalam pikiran adalah konsep-konsep yang jahat dan menjijikkan. Dalam berbagai agama dan mitologi, makhluk melata tanpa kaki dan lengan ini akrab dengan konsep kelicikan, kejahatan, dan pengkhianatan.
Namun, dalam berbagai mitologi, peran ular tidak selalu jahat dan dapat dikaitkan dengan perlindungan dan cinta. Berikut tokoh ular yang terkenal dari berbagai kepercayaan dan mitologi dunia.
ULAR DI TAMAN EDEN
Dalam Alkitab, tepatnya di kitab Kejadian, Tuhan menciptakan manusia, Adam dan Hawa lalu menempatkannya di Taman Eden. Dicukupi segala kebutuhannya, Tuhan hanya berpesan agar mereka tidak memakan buah pengetahuan baik dan jahat yang berada di tengah Taman Eden.
Namun, Hawa dihampiri oleh seekor ular dan dibujuk untuk memakan buah tersebut agar “jadi seperti Allah”. Akhirnya, Hawa termakan tipuan sang ular lalu memberikan buah tersebut untuk dimakan bersama Adam. Akhirnya, mata mereka terbuka dan mereka pun bersembunyi dari hadapan Allah.
Mengetahui hal tersebut, Allah mengusir manusia dari Taman Eden dan mengutuk sang ular agar melata seumur hidupnya. Dikarenakan Allah berkata bahwa keturunan Adam akan “meremukkan” kepala sang ular, dan sang ular “meremukkan” tumitnya, para ahli teologi menganggap ini adalah nubuat tentang pengorbanan Yesus Kristus.
NEHUSHTAN
Saat mengelilingi di padang gurun selama 40 tahun, bangsa Israel yang dipimpin Nabi Musa sering bersungut-sungut kepada Tuhan. Tercatat di Kitab Bilangan, Tuhan pun tidak tahan sehingga Ia mengundang ular tedung keluar dan memagut kaum Israel hingga beberapa tewas. Jadi, bangsa Israel mendatangi Nabi Musa dan meminta ampun.
Tuhan kemudian berkata pada Nabi Musa untuk membuat sebuah “ular tedung” dan menempatkannya pada sebuah tiang. Siapa pun yang dipagut dan memandang “ular” tersebut, tidak akan mati. Terbuat dari tembaga, “ular” ini disebut Nehushtan.
Akan tetapi, bangsa Israel malah menyembah Nehushtan dan membakar korban untuknya. Raja Hizkia kemudian menghancurkan Nehushtan bersama dengan penyembahan berhala lainnya.
LEWIATAN
Ayub adalah orang yang saleh di hadapan Tuhan. Namun, di saat tertimpa kesengsaraan, Ayub pun mempertanyakan kedaulatan Tuhan. Jadi, Tuhan pun hadir untuk “mengajari” akan kebesaranNya. Di hadapannya, Tuhan memperlihatkan dua makhluk, kuda nil (Behemot) dan buaya (Lewiatan).
Dijuluki “raja dari segala binatang ganas” yang tidak dapat ditaklukkan manusia, Lewiatan dicirikan mengembuskan api dari mulutnya dan tidak ada satu pun senjata yang dapat menghadapinya. Namun, Tuhan mengatakan jika Lewiatan adalah “kepunyaanNya” dan Ial-lah yang dapat menaklukkannya.
Para pakar berargumen jika Lewiatan adalah sejenis buaya purba yang besar pada zaman purba. Memang, dalam kisah ini, Lewiatan digambarkan sebagai “kebesaran Allah”. Hingga saat ini, kata “Lewiatan” digunakan untuk menggambarkan makhluk laut yang mematikan.
ULAR YANG DIUSIR ST. PATRICK DI IRLANDIA
Terkenal sebagai sosok orang suci yang melindungi Irlandia, Santo Patrick terkenal akan tindakannya mengusir ular-ular dari negeri tersebut.
Datang ke Irlandia di abad ke-5, saat itu, St. Patrick tengah berpuasa selama 40 hari di atas bukit. Namun, sekelompok ular datang menyerangnya. Dengan tongkatnya, St. Patrick dengan berani menghardik semua ular tersebut ke laut.
Namun, para ahli mengatakan kalau di masa itu, Irlandia terlalu dingin dan tidak cocok sebagai habitat ular. Kisah St. Patrick lebih terlihat seperti perumpamaan. Ular merupakan simbol penyembahan berhala, dan kedatangan St. Patrick mengusir segala bentuk paganisme di Irlandia.
QUETZALCOATL
Quetzalcoatl adalah dewa angin dan hujan dalam budaya Mesoamerika. Selain itu, Quetzalcoatl juga dihubungkan dengan edukasi, pertanian, dan sains, serta memiliki peran vital dalam penciptaan dunia.
Nama dewa ini berarti “Ular Berbulu”, karena Quetzalcoatl sendiri berbentuk setengah burung setengah ular derik. Quetzalcoatl melambangkan dualitas, burung berarti dapat menyentuh langit, dan ular derik berarti dapat membumi bersama manusia dan makhluk lainnya.
Konon, Quetzalcoatl bekerja sama dengan Tezcatlipoca untuk menciptakan langit dan Bumi. Mereka mengalahkan monster laut raksasa Cipactli dan membagi tubuhnya menjadi bumi dan langit.
