Penemuan Geoglyph Di Dunia

Help US With Share

Geoglyph merupakan karya seni yang dibuat dengan memindahkan objek dalam suatu lanskap. Dalam artian sederhana, geoglyph merupakan gambar atau desain pada permukaan bumi, umumnya berukuran besar, dibuat dengan memodifikasi permukaan tanah atau bebatuan.

Dalam sejarah, telah ditemukan berbagai figur dan bentuk geoglyph yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Terdapat pula beberapa geoglyph yang berukuran sangat besar, sehingga bentuknya secara utuh hanya dapat dilihat dari ketinggian.

Desain geoglyph biasanya sangat baik dan presisi. Hal ini memunculkan teori, bahwa geoglyph dibuat oleh makhluk ekstraterestrial. Beberapa ahli mempercayai geoglyph dibuat oleh masyarakat kuno sebagai bagian dari ritual. Berikut beberapa geoglyph terunik di dunia.

ATACAMA GIANT

Geoglyph raksasa berukuran panjang 119 meter ini ditemukan di gurun Atacama, Chili. Geoglyph yang dijuluki Atacama Giant tersebut diduga merupakan figur dari dewa yang disembah oleh penghuni area tersebut. Atacama Giant merupakan salah satu dari sekitar 5 ribu geoglyph yang tersebar di gurun Atacama.

Para peneliti memperkirakan Atacama Giant dibuat sekitar tahun 1.000 – 1.400 Masehi oleh orang-orang dari suku-suku yang silih berganti mendiami area tersebut, termasuk suku Inca. Atacama Giant yang digambar di lereng bukit Cerro Unitas tersebut diduga memiliki fungsi untuk memperkirakan datangnya hujan.

Ketika Atacama Giant sejajar dengan bulan, bagian garis pada hiasan kepala, garis-garis, dan titik lain pada tubuh gambar tersebut digunakan untuk menjajaki waktu. Dengan menggunakan gambar tersebut, orang-orang memprediksi kedatangan musim hujan.

BLYTHE INTAGLIOS

Geoglyph yang menyerupai manusia ini terletak di kota Blythe, California, dan merupakan salah satu dari sekelompok geoglyph yang disebut Blythe Intaglios. Terdapat lima figur mencolok yang terukir di tiga lokasi yang berbeda, di mana pada masing-masing lokasi terdapat satu figur manusia, sementara figur hewan hanya terdapat di dua lokasi.

Figur-figur geolyph ini dibuat dalam berbagai ukuran, dan yang terbesar adalah figur manusia dengan panjang dari ujung ke ujung sekitar 52 meter. Geoglyph ini diperkirakan telah berusia lebih dari 1.000 tahun, dan masih sangat misterius. Beberapa ahli menduga, figur-figur tersebut dibuat oleh suku Indian Mojave dan Indian Quechan.

MARREE MAN

Marree Man pertama kali ditemukan oleh seorang pilot yang saat itu tengah melintas di atasnya pada tahun 1988. Geoglyph yang terletak di dataran tinggi Australia Selatan tersebut berukuran sangat besar, ukurannya dari atas ke bawah mencapai 3,5 kilometer.

Figur geoglyph tersebut terlihat seperti seorang pemburu yang sedang memegang tongkat. Geoglyph ini terletak sekitar 60 km dari kota Marree, dan diduga berusia lebih muda dari geoglyph Nazca Lines. Garis-garis yang membentuk Marree Man memiliki kedalaman sekitar 35 cm, dan diduga menggambarkan orang Aborigin yang tengah berburu. Sampai saat ini, siapa dan mengapa Marree Man dibuat masih menjadi misteri dan perdebatan.

NAZCA LINES

Nazca Lines merupakan sebutan untuk sekumpulan geoglyph yang terdapat pada area dengan luas mencapai 75 hektar. Area yang terletak di Peru ini ada di antara kota Nazca dan dataran Pampa de Jumuna. Nazca Lines pertama kali ditemukan oleh orang-orang yang menyeberangi gurun dengan pesawat komersial.

Geoglyph Nazca Lines diduga dibuat oleh masyarakat Paracas dan Nasca yang mendiami daerah tersebut dari tahun 200 sebelum Masehi hingga tahun 700 Masehi. Terdapat banyak geoglyph di area tersebut dengan ukuran yang sangat besar pula. Terdapat lebih dari 300 desain geometri, 800 geoglyph berupa garis, dan sekitar 70 figur yang menyerupai hewan dan tumbuhan di area tersebut.

PARACAS CANDELABRA

Paracas Candelabra merupakan geoglyph yang hingga saat ini masih tidak diketahui asal mulanya. Geoglyph yang mirip seperti kandil ini terletak di kemiringan sebuah bukit di teluk Pisco, Peru. Ukiran raksasa ini masih sangat misterius, namun tetap memukau para ahli dan turis yang berkunjung.

Geoglyph ini terukir di tanah sedalam 2 kaki, dan berdasarkan pecahan-pecahan tembikar yang ada di sekitarnya, Paracas Candelabra diperkirakan telah ada sejak tahun 200 sebelum Masehi. Dari ujung ke ujung, ukiran ini membentang sepanjang 182 meter, dan dapat terlihat dari jarak sejauh 12 km ke arah laut.

Walau masih dalam penelitian, ada banyak teori yang bermunculan mengenai asal dan fungsi dari ukiran di pantai Peru tersebut. Ada teori yang menyatakan bahwa ukiran tersebut bertujuan untuk membangkitkan trisula milik dewa masyarakat Inca, Viracocha. Teori lainnya menyatakan bahwa ukiran tersebut merupakan tanaman Jimson, spesies rerumputan lokal yang memiliki efek halusinogen, dan digunakan untuk ritual.

UFFINGTON WHITE HORSE

Uffington White Horse adalah sebuah geoglyph berbentuk kuda berwarna putih di sebuah bukit di desa Uffington, Oxfordshire, Inggris. Geoglyph seukuran lapangan sepak bola tersebut diperkirakan berusia 3.000 tahun, terbuat dari lapisan kapur dan tetap utuh karena pengerukan yang rutin dilakukan oleh penduduk sekitar selama ribuan tahun.

Pengerukan dan pembersihan yang dilakukan masyarakat sekitar merupakan sebuah festival yang diadakan setiap tujuh tahun. Festival tersebut dihadiri ribuan orang yang bergotong-royong membersihkan dan menambal lapisan kapur geoglyph agar tidak hilang dan ditutupi rumput.

Para ahli menduga figur kuda pada geoglyph merupakan gambaran dari makhluk dalam mitologi budaya Indo-Eropa yang disebut solar horse. Figur kuda tersebut memiliki panjang 110 meter dari ekor hingga bagian telinganya. Uffington White Horse saat ini dikelola oleh National Trust, dan merupakan situs warisan Inggris.


Help US With Share