Mitos Di Daerah Sunda

Help US With Share

Ada beberapa mitos Sunda yang paling aneh dan terkenal di kalangan masyarakat tradisional, bahkan sampai masyarakat modern sekalipun. Mitos-mitos tersebut terus dilestarikan secara turun-temurun lewat verbal. Mitos ini dihubungkan dengan sebab-akibat yang sebetulnya kurang rasional dan tidak terbukti selalu benar.

Mitos-mitos ini biasanya diciptakan oleh seseorang yang tidak diketahui dengan tujuan nasehat atau larangan.  Namun, beberapa mitos dikemas dengan menyeramkan sehingga dapat membuat seseorang dalam kelompok masyarakat tertentu meyakini mitos tersebut menjadi ketakutan dan tidak melakukannya.

Namun, pada era kemajuan teknologi saat ini mitos terus mengalami kelunturan, terutama untuk masyarakat urban. Kemajuan teknologi mampu membawa modernisasi, globalisasi, hingga westernisasi jadi faktor utama mitos tersebut luntur.

Mitos ini dipandang sebagai bualan saja, bahkan sejumlah agama mengajarkan kita untuk tidak meyakini mitos karena termasuk perbuatan syirik. Kebenaran mitos ini tidak absolut dan bukan untuk diyakini kebenarannya secara dogmatis. Mitos hadir sebagai bagian dari budaya yang perlu dilestarikan. Berikut beberapa mitos Sunda yang aneh dan terkenal.

POTONG KUKU DI MALAM HARI

Mungkin mitos Sunda yang paling aneh dan terkenal ini bukan hanya terkenal di Jawa Barat, namun juga beberapa daerah di Tanah Air. Potong kuku di malam hari dimitoskan akan mempengaruhi jiwa seseorang. Orang yang memotong kuku malam hari akan dianggap gila, stres, dan tidak bahagia.  Sebenarnya, sikap tersebut tidak ada kaitannya dengan ilmu psikologis. Perilaku memotong kuku di malam hari adalah sebuah nasehat agar tidak melukai kuku jari, karena pencahayaan di malam hari yang kurang.

BERSIUL DI MALAM HARI

Mitos Sunda yang paling aneh dan terkenal lainnya adalah bersiul di malam hari. Jika seseorang bersiul di malam hari, konon makhluk halus akan datang dan mengganggu. Hal ini karena ada anggapan, bahwa makhluk halus senang dengan suara siulan.  Namun, mitos yang satu ini merupakan sebuah pantangan yang sebaiknya tidak dilakukan karena berkaitan erat dengan etika masyarakat Sunda. Bersiul dipandang sebagai sebuah perbuatan tidak sopan, jika dilakukan di depan orang yang lebih tua.

ANAK GADIS YANG TIDAK BERSIH

Dalam masyarakat Sunda, ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa perempuan yang tidak bisa merawat atau menjaga kebersihan tubuhnya, maka ia akan mempunyai suami yang berbulu lebat. Mitos ini membuat takut beberapa perempuan yang pada akhirnya mereka akan selalu menjaga kebersihan.  Mitos Sunda yang paling aneh dan terkenal ini pernah berlaku, karena mitos ketampanan di zaman dahulu atau wajah yang bersih tanpa bulu. Pada zaman itu, bulu yang lebat dipandang sebagai simbol kekotoran dan kesemrawutan.

DUDUK DI DEPAN PINTU

Dalam masyarakat Sunda, duduk di depan pintu merupakan sebuah mitos yang akan membuat seseorang sulit menemukan jodoh. Orang yang duduk dimitoskan akan terlambat bertemu dengan jodoh hingga usia lanjut. Mitos ini mempunyai tujuan untuk melarang anak-anak, terutama perempuan supaya tidak duduk di depan pintu, karena akan menghalangi orang yang akan masuk ke dalam atau keluar ruangan.

TIDUR TENGKURAP DENGAN KAKI DIANGKAT KE ATAS

Mitos yang satu ini sangat ditakuti oleh anak-anak, karena berhubungan dengan ibu mereka. Tidur tengkurap ini adalah mitos Sunda yang paling aneh dan terkenal, karena konon dapat membuat ibu mereka meninggal dunia.  Entah apa tujuan dari mitos yang satu ini, namun yang terpenting mitos ini memiliki tujuan untuk menghormati orang tua.

MEMAKAI BAJU HIJAU DI PANTAI SELATAN

Mitos yang satu ini tidak hanya terkenal pantai selatan daerah Jawa Barat saja, namun seluruh pantai selatan di Jawa. Penghuni Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul, diceritakan mempunyai kesukaan terhadap warna hijau. Pengunjung yang datang ke pantai Selatan dengan memakai pakaian berwarna hijau dimitoskan akan dibawa oleh Nyi Roro Kidul ke laut.  Hingga saat ini, belum ada penjelasan secara ilmiah terkait mitos tersebut. Mitos ini sangat kental dengan cocoklogi kasus yang terseret arus laut, yang kebetulan memakai baju berwarna hijau.

TIDAK MENGUBUR KUCING HITAM YANG TERTABRAK

Dalam sejarah, hewan yang satu ini adalah yang paling akrab dengan manusia. Karena itu, kucing sangat disayangi oleh banyak orang, termasuk masyarakat Sunda. Di zaman dulu, kucing berwarna hitam sangat dikeramatkan, karena dipercaya merupakan jelmaan iblis atau roh leluhur.  Melukai kucing hitam atau membunuhnya tanpa alasan yang jelas, dapat memberi kesialan bagi orang yang melakukannya. Mitos ini menjelaskan, jika orang yang menabrak kucing hitam tidak menguburkannya, maka orang itu akan mendapatkan kesialan.


Help US With Share