Mitos Curug Nangka

Help US With Share

Wisata air terjun merupakan salah satu pilihan untuk berlibur menikmati indahnya alam. Penduduk di daerah Jakarta dan Bogor, mungkin tidak asing dengan tempat wisata Curug Nangka. Curug Nangka ini terletak di Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Biasanya, pengunjung menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi untuk menuju ke Curug Nangka.

Di balik keindahan dan keasriannya, Curug Nangka tenyata menyimpan misteri yang dialami pengunjung saat datang untuk menikmati keindahan alam Curug Nangka ini.

Konon, nama curug ini berasal dari legenda penduduk sekitar yang bercerita bahwa di sekitar curug ini dulunya banyak pohon nangka yang lebat dan besar. Anehnya, saat masa panen tiba, pohon nangka itu hilang tanpa jejak tanpa ada bekas tebangan. Tidak ada yang tahu bagaimana pohon nangka itu menghilang, yang pasti hal itu menjadi sebuah misteri bagaimana cara manusia membawa pohon nangka yang besar tanpa meninggalkan jejak sama sekali.

Jika pengunjung bermalam di villa dekat curug ini, mitosnya pengunjung akan mendengar suara perempuan yang sangat lembut keluar dari dalam air terjun pada malam hari. Hal ini pernah dialami oleh pemilik dari salah satu villa yang ada di sana. Sekitar jam 9 malam, pemilik villa ini sedang duduk santai bersama 12 temannya namun hanya dia yang mendengar suara itu.

Tidak jauh dari Curug Nangka, pengunjung akan melihat rumah tua yang di halaman rumahnya ditumbuhi pohon besar yang lebat dan rindang. Konon, rumah ini ditinggali penghuni yang sering menampakkan dirinya jika ada pengunjung yang melamun di daerah curug.

Wujud yang diperlihatkan, biasanya hanya bayangan yang bersandar pada bebatuan yang tinggi. Tidak jarang juga sosok ini mengeluarkan suara halus yang memanggil orang untuk mengunjungi rumah tua ini. Mitos yang beredar di masyarakat, orang yang masuk rumah tua ini karena panggilan dari penghuni di dalamnya, maka dirinya akan diikuti oleh sosok perempuan.

Banyak para pengunjung yang mengeluh saat menginap di villa daerah Curug Nangka ini. Keluhan ini dikarenakan mereka selalu diganggu dengan kehadiran sosok tamu tidak diundang yang mampir ke villa mereka.

Kisah tersebut datang dari Adi, salah satu saksi yang bercerita bahwa saat semua penghuni villa sedang terlelap tidur, tiba tiba Adi terjaga karena mendengar suara pintu masuk villa utama yang berderit nyaring, padahal dia orang yang mengunci pintu terakhir. Sempat Adi bertanya dengan mengeraskan suara karena takut ada rampok atau penjahat, namun tidak ada yang menjawab.

Dengan senter dan sapu yang ada ditangannya, Adi segera menghampiri sumber suara. Ketika ia hendak menghampiri sumber suara tadi, tiba-tiba tubuh Adi terbujur kaku karena melihat sosok wanita berambut panjang dengan gaun putih yang menutupi tubuhnya. Ketika Adi berteriak, saat itu juga sosok perempuan ini menghilang dan tidak ada seorangpun yang melihatnya selain Adi.

Suara tawa perempuan memang identik dengan hal yang berbau mistis, termasuk di daerah Curug Nangka ini. Kabarnya, setiap jam 2 pagi di bawah air terjun curug ini akan terdengar suara tawa panjang yang khas.

Beberapa saksi mata juga sering melihat sosok perempuan dengan baju yang sebagian kotor karena tanah keluar dari arah semak mengiringi suara tawa yang terdengar tadi. Tidak ada yang mengetahui persis bagaimana kejadian suara khas tawa ini. Yang jelas, beberapa saksi mata terlihat pucat setelah mengalami kejadian ini.

Tidak hanya menyediakan kisah horor, curug ini juga menawarkan suasana sejuk serta udara bersih yang masih segar untuk dinikmati manusia. Mitosnya dulu curug ini banyak digunakan untuk tempat bersemedi atau berdoa oleh para petinggi agama. Mereka menjadikan air terjun ini simbol untuk mereka dapat membersihkan diri dan membuka aura. Raden Surya kencana merupakan salah satu orang yang pernah melakukan semedi di curug ini.

Jika pengunjung menyusuri curug ini via jalur darat, pengunjung akan melewati jembatan bambu yang menghubungkan dua jalan, di sana pengunjung akan melihat batu besar yang menyerupai kepala anjing jenis bulldog. Banyak penduduk sekitar menganggap batu tersebut merupakan perwujudan dari kepala Tumang, yang tidak lain merupakan ayah dari Sangkuriang.

Untuk sampai ke Curug Nangka, pengunjung harus melewati jalan yang berliku, licin, dan agak menanjak. Hal ini justru membawa banyak pertikaian dan mitos yang kerap kali dipercaya oleh setiap pengunjung yang mendatanginya.

Mitosnya, siapa pun yang sampai ke depan Curug Nangka tanpa terjatuh dalam perjalanannya, maka orang tersebut telah diterima oleh penunggu curug dan termasuk orang yang diakui sebagai pencinta alam sejati.

 


Help US With Share