Misteri Kematian Clarita Villanueva

Help US With Share

Kasus kematian Clarita Villanueva sudah menjadi urban legend bagi masyarakat Manila, karena penyebab kematiannya hingga sekarang masih belum berhasil terungkap. Kisah penuh misteri ini terjadi pada tahun 1951 di kota Manila. Tidak ada seorang pun yang berhasil mengungkap misteri gigitan Clarita Villanueva, karena ia meninggal dalam keadaan yang sangat aneh dan tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Konon, penyebab kematiannya akibat kerasukan iblis namun banyak juga mengatakan karena makhluk asing alien.

Clarita Villanueva merupakan seorang gadis cantik berusia 17 tahun yang tidak mempunyai ayah, dan dia tinggal hanya berdua bersama ibunya. Ibunya dikenal sebagai seorang peramal yang mengambil keuntungan sangat banyak, dengan cara membohongi para pelanggan yang percaya dengan ramalan bohongnya. Di usia 12 tahun, Clarita harus rela kehilangan ibu tercinta untuk selama-lamanya. Dia tidak mempunyai  saudara, hingga pada akhirnya dia bertemu dengan seorang tuna susila yang mau merawat dirinya.

Kematian misterius Clarita Villanueva bermula pada tanggal 10 Mei tahun 1951. Polisi yang saat itu sedang patroli, menemukan Clarita sedang ketakutan dan berbicara sendir. Tubuhnya terlihat gemetar, seolah-olah sedang dikejar oleh sosok yang sangat mengerikan. Ia berteriak histeris, “tolong jangan gigit aku”, sambil merangkak mundur.

Polisi pun akhirnya mengamankan Clarita yang histeris ketakutan dan membawanya ke kantor Polisi, karena dicurigai ia dalam keadaan halusinasi akibat efek pemakaian narkoba. Namun, setibanya di kantor polisi, Clarita kembali berteriak histeris. Polisi sangat kewalahan menangani Clarita yang terus menjerit histeris, hingga pada akhirnya Clarita pun jatuh pingsan.

Keanehan pun terjadi, tidak lama setelah ia pingsan, ada bekas gigitan yang muncul secara misterius di bahu Clarita dan meninggalkan luka robek yang lebar dan mengeluarkan banyak darah. Para petugas polisi yang melihat secara langsung dengan mata kepala mereka sendiri, menjadi sangat kebingungan dan melaporkan kejadian aneh tersebut kepada atasannya.

Setelah sadar, Clarita bercerita bahwa ada seorang pria bertubuh besar menggunakan jubah hitam dengan mata merah melotot besar terbang mengambang di udara sedang mengejarnya. Ia sangat heran, mengapa para Polisi tidak ada yang menolongnya, padahal sosok misterius itu berada di tengah-tengah mereka.

Karena tidak mampu menjelaskan secara logis, Polisi pun memasukkan Clarita ke dalam penjara sambil menunggu kedatangan tim dokter untuk melakukan pemeriksaan terhadap fenomena aneh yang dialami oleh Clarita Villanueva. Versi lain, Polisi juga sempat mendatangkan Pendeta untuk melakukan ritual pengusiran iblis.

Pada esok paginya, Clarita kembali berteriak histeris ketakutan. Teriakan histeris itu tidak lama kemudian berhenti, dan akhirnya polisi menemukan Clarita sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam sel tahanan dengan sekujur tubuhnya terdapat 8 gigitan aneh pada tangan, kaki dan bahkan merobek leher clarita yang nyaris terputus dari kepalanya. Tubuhnya ditemukan tergeletak di dalam sel yang penuh dengan genangan darah.

Padahal, jarak dari petugas Polisi berjaga dengan tempat sel Clarita berada hanya membutuhkan waktu 5 menit. Menurut kesaksian para tahanan wanita yang berada di sekitar sel kamar Clarita, mereka sempat mendengar Clarita berbicara sendiri, suaranya terdengar sangat parau, sambil menghujat nama Tuhan. Tidak lama kemudian, ia pun menjerit histeris kesakitan dan tubuhnya ditemukan tanpa nyawa oleh para penjaga.

Kejadian aneh tersebut membuat polisi kebingungan, karena tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Bagaimana mungkin seseorang dapat meninggal secara sadis di dalam sel tahanan yang dikunci seorang diri, dan tidak ada senjata atau alat yang dapat dipakai oleh Clarita untuk melukai dirinya sendiri.

Hasil otopsi dari Dokter mengatakan, kalau luka disekujur tubuh Clarita disebabkan oleh koyakan taring besar seperti gigitan hewan predator buas. Disini pun mulai tidak masuk akal, bagaimana mungkin dipenjara ada hewan buas. Andai kematian Clarita karena bunuh diri, bagaimana cara dia melakukan hal tersebut.

Tidak ada benda tajam di dalam sel yang dapat digunakan, jika dia menggunakan giginya sendiri, bagaimana caranya dia bisa menggigit punggungnya sendiri apalagi dengan luka koyakan daging besar yang hanya dapat dilakukan oleh beruang atau singa, bukan manusia.


Help US With Share