Manfaat Rokok

Help US With Share

Kita paham informasi negatif tentang rokok, sebagian besar mengaitkan efek negatif asap rokok dan zat yang terkandung terhadap kesehatan manusia. Informasi tersebut diterima oleh masyarakat luas yang awam mengenai riset dan penelitian sebagai kebenaran mutlak yang tidak perlu diperdebatkan. Sesuatu yang berbahaya pastinya akan dilarang, dan sesuatu yang dilarang karena membahayakan pastinya haram oleh agama, kecuali digunakan untuk obat atau pencegahan penyakit.

Yang dilupakan oleh orang awam adalah, pertama, semua itu adalah alami, bukan kimia. Namun, masyarakat awam lebih mempercayai hasil kimiawi dibandingkan yang alami. Kedua, adanya racun yang masuk ke dalam tubuh manusia, maka akan menjadi stimultan imunisasi pada tubuh manusia. Jika tubuh manusia diberikan racun atau zat yang merugikan tubuh, maka imunisasi manusia justru meningkat akibat melakukan perlawanan, dan manusia bisa menjadi lebih kebal.

Informasi mengenai dampak buruk terhadap tembakau atau rokok, memang diterima oleh masyarakat luas yang awam mengenai riset dan penelitian sebagai kebenaran mutlak. Namun, tidak bagi para ilmuwan. Sesuai dengan bidang ilmunya, mereka mengadakan penelitian tentang dampak rokok dan merokok bagi kesehatan dengan dasar pemikiran yang netral.

Mereka mencoba mencari tahu, adakah manfaat yang terdapat di dalam sebatang rokok untuk kesehatan manusia. Berikut ada beberapa hasil riset yang menunjukkan manfaat rokok bagi kesehatan manusia.

Merokok Mengurangi Resiko Parkinson

Banyak bukti yang membuktikan bahwa merokok dapat melawan penyakit Parkinson. Sebuah penelitian terbaru menambah kuat bukti sebelumnya yang melaporkan bahwa merokok dapat melindungi manusia dari penyakit Parkinson.

Secara khusus, penelitian baru tersebut menunjukkan hubungan temporal antara kebiasaan merokok dan berkurangnya risiko penyakit Parkinson. Efek perlindungan terhadap Parkinson berkurang setelah perokok menghentikan kebiasaan merokoknya.

Studi lain mengenai pengaruh positif merokok terhadap Parkinson Desease (PD) yaitu sebuah penelitian terhadap 113 pasangan kembar laki-laki. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Tanner, melihat perbedaan yang signifikan ketika dosis dihitung 10 atau 20 tahun sebelum diagnosis. Mereka menyimpulkan bahwa temuan ini menyangkal pernyataan, bahwa orang yang merokok cenderung memiliki PD.

Perokok Lebih Kuat Dan Cepat Sembuh Dari Serangan Jantung Dan Stroke

Penelitian besar menunjukkan manfaat lain merokok, yakni manfaat terhadap restenosis atau penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah menjadi terbatas, seperti pembuluh darah ke jantung (cardiovaskular disease) atau ke otak (stroke). Perokok memiliki potensi lebih baik untuk bertahan hidup dan penyembuhan yang lebih cepat.

Penelitian lain menyebutkan karbon monoksida dapat mengurangi resiko Serangan Jantung (Myocardial infarction) dan Stroke. Karbon monoksida merupakan produk dari asap tembakau. Sebuah laporan menunjukkan, karbon monoksida dapat membantu para korban serangan jantung dan stroke.

Karbon monoksida diketahui menghambat pembekuan darah, sehingga melarutkan gumpalan berbahaya dalam pembuluh arteri. Para peneliti memfokuskan pada kemiripan antara karbon monoksida dengan oksida nitrat yang dapat menjaga pembuluh darah tetap melebar, dan mencegah penumpukan sel darah putih.

Nikotin Membunuh Kuman Penyebab Tuberculosis (TB)

Nikotin mungkin menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai obat Tubercolosis atau TBC yang susah diobati, kata seorang peneliti dari University of Central Florida (UCF).

Nikotin ini mampu menghentikan pertumbuhan kuman TBC dalam sebuah tes laboratorium, bahkan bila digunakan dalam jumlah kecil saja, kata Saleh Naser, seorang profesor mikrobiologi dan biologi molekuler di UCF. Banyak ilmuwan yang setuju jika nikotin merupakan zat yang membuat orang kecanduan rokok.

Rokok Mencegah Kanker Kulit

Seorang peneliti pada National Cancer Institute berpendapat jika merokok dapat mencegah pengembangan kanker kulit yang menimpa orang tua, terutama di Mediterania, wilayah Italia Selatan, Yunani dan Israel.

“Bukan berarti merokok disarankan untuk orang tua,” kata Dr James Goedert. Namun, yang penting merokok dapat membantu mencegah kanker kulit yang langka. Ini merupakan sebuah pengakuan dari peneliti di National Cancer Institute bahwa rokok memiliki manfaat.

Goedert yang bergabung di American Association for Cancer Research (AACR) mengatakan bahwa ia tetap tidak merekomendasikan merokok, bahkan kepada orang yang telah diteliti. “Studi ini menunjukkan merokok menghasilkan risiko lebih rendah penderita penyakit langka yang jarang dan berakibat fatal,” katanya ringkas.

Rokok Mengurangi Resiko Kanker Payudara

“Jika seorang wanita merokok hingga 4 bungkus per tahun, pengurangan resikonya sebesar 35 persen. Yang merokok 4 bungus atau lebih per tahun, pengurangan resikonya mencapai 54 persen“, ujar Jean-Sebastien Brunet, pemimpin studi yang telah dipublikasikan pada Journal of the National Cancer Institute.

Bagi yang merokok lebih dari 20 bungkus per tahun, menurut statistik ternyata mengalami penurunan signifikan sebesar 54 persen dalam insiden kanker payudara bila dibandingkan dengan pembawa yang tidak pernah merokok. Salah satu kekuatan dari penelitian ini, yaitu penurunan insiden melebihi ambang 50 persen.


Help US With Share