Makhluk Mitologi Indonesia

Help US With Share

Selain Yunani yang terkenal dengan makhluk mitologi Medusa, di Indonesia juga ada beberapa makhluk mitologi yang cukup terkenal. Makhluk mitologi Indonesia ini masih sering dibicarakan, terutama oleh masyarakat yang tinggal di daerah yang konon pernah menjadi tempat tinggal makhluk mitologi tersebut. Berikut beberapa makhluk mitologi asli dari Indonesia.

Nabau

Mitos seputar ular raksasa sering muncul di mana-mana, terutama di perairan seperti danau, waduk, dan laut. Namun, bagi Suku Dayak Iban di Kalimantan, ada makhluk raksasa yang wujudnya berupa ular besar dengan tubuh selebar bedug MASJID dengan panjangnya sekitar 30 meter.

Makhluk berupa ular raksasa ini bernama nabau. Suku Dayak Iban percaya bahwa makhluk ini bukan ular biasa, melainkan ular dengan kekuatan supranatural yang dapat membuat orang jadi beruntung setelah menjumpainya.

Uniknya, masyarakat setempat percaya bahwa nabau masih hidup dan sering menampakkan diri. Bahkan, banyak orang yang tertarik mengambil sisik ular raksasa ini agar memiliki kekuatan tubuh dan kemakmuran.

Ahool

Sosok yang bentuknya menyerupai kelelawar raksasa ini pernah dilihat oleh Dr. Ernest Bertels, seorang ahli burung, di tahun 1925. Konon, lebar sayap ahool ini panjangnya mencapai 12 kaki. Menurut masyarakat Indonesia, tempat tinggal ahool yaitu di lereng Gunung Salak. Makhluk ini sengaja memilih tempat yang jarang dikunjungi oleh manusia. Konon nama ahool diberikan kepada makhluk ini karena setiap hendak muncul mereka akan mengeluarkan suara seperti, “Ahooll.. Ahooll..” yang memekakkan telinga.

Aul

Cerita tentang manusia serigala ternyata tidak hanya ada di negara barat saja. Indonesia juga memiliki makhluk mitologi berupa manusia serigala, yaitu aul. Menurut cerita yang beredar, aul awalnya adalah seorang manusia sakti yang memiliki kemampuan menyatukan setiap anggota tubuhnya yang terpotong.

Suatu hari, aul meminta seseorang menebas kepalanya untuk menguji kesaktiannya. Akan tetapi, karena posisinya berada di bibir jurang, kepala aul terjatuh ke jurang dan tidak dapat ditemukan. Akhirnya, si penebas panik dan memotong kepala seekor serigala dan menancapkan ke leher aul. Sayangnya, si penebas memasang kepala tersebut terbalik sehingga aul nampak seperti manusia serigala dengan kepala yang menghadap ke belakang.

Aul diyakini hidup di Gunung Slamet. Makhluk ini sering berburu hewan ternak milik warga. Anehnya, hewan yang ditemukan selalu mati dalam kondisi perut yang terburai. Masyarakat percaya bahwa aul hanya memakan jeroan hewan ternak.

Ebu Gogo

Keberadaan makhluk mitologi Indonesia yang satu ini cukup meresahkan bagi warga setempat. Ebu Gogo dikenal sebagai makhluk yang rakus dan jahat. Makhluk ini sering menculik bayi untuk dimakan.

Arti dari nama ebu gogo adalah nenek pemakan segala. Makhluk ini digambarkan dengan wujud manusia pendek yang tingginya tidak lebih dari satu meter, tubuhnya dipenuhi bulu hitam lebat, wajah lebar, dan mulut besar.

Ebu gogo dapat berdiri dengan dua kaki seperti manusia dan mampu berlari dengan cepat. Namun, makhluk ini sudah punah karena diburu oleh manusia yang geram karena sering menculik anak-anak.

Cindaku

Masyarakat di sekitar Kerinci mempercayai mitos mengenai makhluk mitologi yang bernama cindaku. Makhluk ini merupakan perwujudan manusia harimau. Berbeda dengan makhluk mitologi lainnya, cindaku tidak bersifat jahat. Keberadaan makhluk ini untuk menjaga keharmonisan antara manusia dengan harimau.

Menurut warga Kerinci, cindaku sebenarnya adalah sosok manusia yang memiliki ilmu batin sangat tinggi. Tidak semua orang dapat berubah wujud menjadi cindaku, hanya orang yang memiliki darah murni dan ikatan batin kuat saja yang dapat berubah menjadi cindaku.

Orang Bati

Orang bati terlihat seperti ahool. Yang membedakan adalah wujudnya yang seperti kera, namun ia memiliki sayap yang mirip kelelawar. Makhluk mitologi Indonesia ini berasal dari Pulau Seram. Sebagian besar masyarakat Pulau Seram tahu mengenai mitos makhluk menyeramkan ini.

Ciri-ciri lain dari orang bati tingginya 1,6 meter dan dari tubuhnya keluar cahaya berwarna merah menyala. Menurut warga Pulau Seram, makhluk ini tinggal di Gunung Kairatu. Orang bati akan keluar pada malam hari untuk mencari mangsa berupa anak manusia.

Garuda

Garuda merupakan makhluk mitologi yang cukup terkenal di Indonesia. Konon, burung tersebut merupakan tunggangan Dewa Batara Wisnu, dewa dalam kepercayaan Hindu. Ada yang mengatakan bahwa wujud asli garuda ini sebenarnya seperti manusia, berkepala seperti burung elang, tubuhnya berwarna emas, dan sayapnya berwarna merah. Ukuran tubuh garuda pun sangat besar. Bahkan, karena begitu besarnya, tubuh burung ini dapat menutupi matahari.

Lembuswana

Menurut sejarah, Lembuswana merupakan makhluk kebanggaan Kerajaan Kutai Kartanegara sekaligus tunggangan bagi Dewa Bathara Guru. Hingga sekarang, warga Kutai mengabadikan makhluk ini dalam bentuk patung. Ciri-ciri lembuswana adalah memiliki kepala yang bermahkota, bersayap elang, berbelalai gajah, dan bersisik ikan. Konon, lembuswana tinggal di dasar Sungai Mahakam dan menjadi pelindung warga Kutai.

Kuda Sembrani

Seperti pegasus, kuda sembrani ini juga merupakan wujud kuda bersayap yang dapat terbang dengan gagah dan berani. Dalam cerita pewayangan, makhluk ini merupakan tunggangan Dewa Batara Wisnu selain burung garudanya.

Menurut hikayat rakyat Jawa, kuda sembrani merupakan alat transportasi bagi raja, ratu, dan senopati yang ingin sampai tujuan dengan sangat cepat. Kuda sembrani tidak memiliki hubungan apapun dengan pegasus karena makhluk ini juga memiliki sejarah tersendiri yang berbeda dari pegasus.

Naga Besukih

Makhluk yang digambarkan dengan wujud naga berwarna emas dan memiliki sebuah berlian di ekornya ini, merupakan sahabat karib Begawan Sidhimantra. Konon, Begawan Sidhimantra mendapatkan harta kekayaannya dari naga besukih.

Suatu hari, anak dari Begawan Sidhimarta, yakni Manik Angkeran, mencabut berlian di ekor sang naga. Alhasil, naga besukih menyemburkan nafas panas beracunnya ke Manik Angkeran. Ketika Manik Angkeran tewas, Begawan Sidhimarta memohon kepada naga besukih untuk kembali menghidupkan anaknya.

Sang naga pun menyanggupi dengan syarat Begawan harus meninggalkan putranya dan merelakan agar putranya menjadi murid naga besukih. Begawan akhirnya setuju, ia melemparkan tongkatnya ke tanah. Dari tanah tersebut keluarlah air yang semakin lama semakin besar dan membentuk genangan. Konon, genangan tersebut adalah Selat Bali yang memisahkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali saat ini.

Keberadaan makhluk-makhluk ini memang sulit dibuktikan eksistensinya. Namun, masih banyak masyarakat Indonesia yang percaya dengan keberadaan makhluk mitologi ini.


Help US With Share