Kota Terkutuk Dan Dihuni Iblis

Help US With Share

Melihat berbagai kota yang ada di dunia, pasti akan merasa takjub dengan keindahan alam yang dimiliki. Suasana asri dan keramahan penduduk, akan menambah daya tarik tersendiri. Namun, dibalik keindahan yang ada, ternyata berbagai kota ini memiliki masa lalu kelam yang kuat dengan magis, dari kehidupan para penyihir hingga menjadi sarang iblis, jin, dan setan. Berikut kota yang dikutuk penyihir dan masih dihuni iblis jahat hingga saat ini.

Kota Ilmu Hitam Bahla, Oman

Kesultanan Oman dikenal sebagai salah satu Negara dengan toleransi yang tinggi, keramah-tamahan penduduk serta hampir seluruh daerahnya didominasi penduduk muslim. Sayangnya, masih ada minoritas Islam Radikal yang mempraktekkan ajaran Khawarij sebagai bibit terorisme, khususnya di wilayah Desa Bahla.

Para penduduknya terkenal dengan kesaktian ilmu hitam, konon mereka dapat melepas raganya untuk melakukan teleportasi. Tidak aneh jika saat berada disana, mudah menemukan rumah paranormal yang menjual jasa ilmu hitam. Karena ajaran mereka masih menganut okultisme dan bertentangan dengan ajaran agama, desa itu pun dijuluki sebagai desa setan yang dilaknat oleh Tuhan.

Kota Kegelapan Cinco Saltos, Argentina

Di negara bagian Amerika Latin, kota Cinco Saltos yang berada di Argentina dikenal sebagai kota kegelapan. Bukan tidak ada listrik, melainkan letak wilayahnya yang tersembunyi sehingga hanya sedikit mendapatkan sinar matahari

Konon, di danau Pellegrini sering dilakukan ritual pemujaan setan oleh para penyihir disana. Kabarnya, mereka sering menculik anak kecil untuk dijadikan tumbal. Konon, pernah ditemukan kuburan massal anak kecil. Jenazah mereka diperkirakan berusia ratusan tahun, dan rata-rata tubuhnya dijadikan mumi hidup.

Kota Kutukan Penyihir di Bhangarh, India

Di India, ada sebuah situs peninggalan sejarah bernama Bhangarh Port (benteng pertahanan kota) yang dijuluki sebagai kota hantu terkutuk. Karena begitu angker, media internasional pun menjadikan situs benteng ini sebagai tempat bersejarah paling menyeramkan di dunia.

Sejak terjadi rangkaian peristiwa beruntun yang menimpa para turis dan wisatawan, pemerintah India mengeluarkan peraturan jam kunjungan. Semua turis dan wisatawan harus meninggalkan situs Bhangarh Port sebelum matahari tenggelam.

Sejarah dari Benteng pertahanan Bhangarh Port ini dulunya, didirikan oleh seorang putri cantik bernama Bhangarh Ratnavati pada tahun 1573. Dimasa itu, ada seorang penyihir bernama Singhia yang jatuh cinta pada sang putri. Sayangnya, cinta sang penyihir bertepuk sebelah tangan dan putri tersebut menolaknya.

Karena sakit hati, Singhia berencana menggunakan ilmu hitamnya agar sang putri jatuh padanya. Baru saja ia melakukan tapa semedi dalam ritual gaibnya, Singhia ditangkap oleh para pengawal putri Bhangarh Ratnavati.

Singhia kemudian dijatuhi hukuman mati, tapi sebelum eksekusi mati dijalankan Singhia sempat mengutuk putri beserta rakyatnya. Mereka akan mati mengenaskan, tanpa memiliki keturunan dan silsilah mereka akan dihapus dari muka bumi.

Beberapa tahun kemudian terjadi peperangan, kerajaannya kalah dan ditaklukkan oleh musuh. Sang putri beserta keluarga dan rakyatnya dibunuh dengan kejam di depan benteng Bhangarh Port. Konon, sampai saat ini masih sering terdengar suara jeritan tangis. Diduga, suara itu berasal dari arwah korban pembantaian yang mati penasaran.

Kota Penyihir Canewdon, Inggris

Dibalik kemajuan kota East Anglia yang berada di Inggris timur, ada legenda menyeramkan tentang kehidupan para penyihir di masa lalu. Dikisahkan, kota ini dulunya kental dengan unsur supranatural, dan tempat pendidikan para penyihir terbaik di dunia.

Konon, disana juga pernah ada gereja setan untuk memanggil Lucifer dari Neraka. Meskipun masyarakat Inggris dikenal maju dan tak percaya hal-hal mistis, faktanya kota East Anglia tercatat dalam sejarah sebagai tempat pengadilan yang mengeksekusi mati para penyihir di abad ke 16.

Desa Penyihir Terkutuk Di Trasmoz Spanyol

Dulunya, Desa Trasmoz yang terletak di Spanyol ini dikucilkan oleh masyarakat desa lain yang berdekatan dengan wilayahnya. Desa tersebut dikenal sebagai surganya para penyihir, saat itu masyarakat Trasmoz dikenal sebagai dukun, penyihir dan ahli ilmu hitam. Bahkan, jasa mereka sering digunakan oleh para pejabat kerajaan yang mengambil jalan pintas untuk menyingkirkan saingannya.

Ilmu santet mereka sampai membuat resah masyarakat dan mengadukannya kepada Uskup Agung Tarazona, selaku kepala biara Veruela. Namun mereka tidak mau bertobat dan tidak mau diingatkan  oleh Uskup Agung Tarazona.

Pedro Manuel Ximenez de Urrea sang penguasa Desa Trasmoz, justru mengangkat senjata untuk menantang Uskup Agung. Hampir terjadi peperangan hebat antara penyihir dengan biarawan Tarazona, jika Raja Ferdinand II tidak ikut campur.

Sang Raja menilai tindakan Pedro Manuel dan masyarakat Desa Trasmoz bersalah, karena telah membuat persekutuan dengan Iblis. Melalui tangan Paus Julius II, hukuman berupa kutukan dan dikucilkan masyarakat pun dijatuhkan kepada Desa Trasmoz.

Beberapa tahun kemudian terjadi pergolakan massal,masyarakat di wilayah lain bersatu untuk memerangi desa Trasmoz. Mereka membakar kuil-kuil pemujaan iblis, istana megah, dan rumah para penyihir di tahun 1520.

Dari 10 ribu orang, sebagian mati terbunuh, sebagian melarikan diri, dan hanya tersisa 62 orang yang masih bertahan di Desa Trasmoz hingga sekarang. Penyihir terkenal yang mati terakhir adalah La Tia Casca, ia dibunuh dengan cara dimasukkan ke dalam sumur hidup-hidup pada tahun 1860. Konon, hingga saat ini tidak ada Paus yang bersedia mencabut kutukan desa penyihir Trasmoz di Spanyol.


Help US With Share