Hewan Paling Beracun Di Dunia

Help US With Share

Di dunia ini tidak semua hewan dapat kita sentuh atau didekati hanya karena penampilannya yang unik atau lucu. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa hewan memiliki bisa yang beracun bahkan mematikan. Berikut hewan paling beracun tersebut yang mungkin dapat kita jumpai saat bertualang di alam bebas.

LABA-LABA BRAZILIAN WANDERING.

Brazilian Wandering merupakan laba-laba yang paling mematikan di dunia, karena telah menyebabkan banyak kematian manusia. Cukup dengan racun sebanyak 0.006mg dari laba-laba Brazilian Wandering dapat membunuh seekor Tikus. Laba-laba sangat berbahaya karena banyak dijumpai di tempat keramaian penduduk, di mobil, lemari baju maupun di sepatu.

Gigitan laba-laba Brazilian Wandering akan menimbulkan rasa sakit, peradangan dan kehilangan kendali pada otot. Jika tidak dirawat dengan segera, akan menimbulkan kematian. Namun saat ini sudah terdapat obat penawar terhadap racun laba-laba jenis ini. Laba-laba Brazilian Wandering ini banyak ditemukan di kawasan perhutanan Amazon dan Brasil.

INLAND TAIPAN

Ular Inland Taipan merupakan ular yang paling berbisa di dunia. Bisanya 200 kali lebih banyak dari ular sendok, dan dapat membunuh manusia dalam waktu 40 -50 menit jika tidak ditangani dengan segera. Ular inland taipan banyak ditemukan di Benua Australia, terutama di Timur Australia. Walau memiliki bisa yang sangat berbahaya, namun ular inland taipan jarang menimbulkan kematian Manusia. Hal ini karena ular inland taipan cenderung menghindar dari Manusia.

IKAN BUNTAL

Tidak semua jenis ikan dapat dikonsumsi, karena beberapa di antaranya tergolong beracun seperti ikan buntal (Puffer fish). Racun dari ikan buntal tidak bisa diremehkan, karena kandungan racun dari ikan buntal seratus kali lebih berbahaya dari sianida.

Walau beracun, ada fakta yang unik di sejumlah negara seperti di Jepang, Korea dan Cina yang menjadikan ikan buntal sebagai santapan kuliner. Walay demikian, tentu tidak bisa ditiru sembarangan. Jika ada salah pengolahan, racunnya dapat membunuh yang memakannya.

IKAN BATU

Tidak jauh beda dengan ikan buntal, ikan batu juga termasuk kategori hewan beracun yang tidak layak untuk dikonsumsi. Ikan batu (Stone fish) banyak dijumpai di wilayah indo Pasifik. Namun, sama halnya dengan ikan buntal, walau ikan batu tergolong berbisa, di beberapa negara seperti di Jepang, Hongkong, Cina dan lainnya justru menjadikan ikan ini sebagai sajian kuliner. Tentu hal ini tidak bisa ditiru, karena jika terjadi salah dalam pengolahan ikan batu dapat menyebabkan hal fatal bagi kesehatan.

UBUR-UBUR KOTAK

Ubur-ubur Kotak merupakan Hewan yang paling berbisa di dunia, karena telah mematikan lebih dari 5000 nyawa manusia sejak tahun 1954. Racun dari ubur-ubur kotak ini menyerang jantung, sistem saraf dan sel-sel kulit. Korban yang terkena sengatan ubur-ubur kotak ini akan mengalami syok dan serangan jantung, hingga mengakibatkan meninggal dunia sebelum mencapai tepi laut.

Panjang Tentakel ubur-ubur kotak yang memanjang dan fleksibel dapat mencapai hingga 3 meter dan memiliki sekitar 5000 sel penyengat yang mematikan. Ubur-ubur Kotak biasanya dapat ditemukan di perairan Indo-Pasifik dan Australia.

GURITA CINCIN

Gurita cincin (Blue Ringed octopus) merupakan spesies invertebrata yang bisa dijumpai di laut berkarang, khususnya di samudera Hindia dan Pasifik. Meski gigitan gurita ini tidak terasa sakit, namun racun yang dikandungnya dapat menyebabkan sesak napas, pingsan, gagal jantung, bahkan kematian.

KATAK PANAH BERACUN

Dari penampilannya katak memang menggemaskan, bahkan beberapa jenis sering ditangkap dan dijadikan umpan untuk memancing. Namun, ada pengecualian pada jenis katak satu ini, yaitu katak panah beracun. Hewan dengan penampilan aneh dengan warna mencocok ini tergolong hewan paling mematikan. Hewan amfibi dari Bolivia, Brazil, Kolombia, Kosta Rika, dan Ekuador ini berkembang pesat di hutan amazon.

SIPUT KERUCUT

Siput kerucut (Cone snail) merupakan hewan laut yang umumnya dapat dijumpai di perairan Afrika Selatan, California, dan Mediterania. Uniknya, siput ini dapat menyengat musuh atau mangsa dengan sengatan tersembunyi. Racun dari hewan ini tergolong mematikan bila terlambat mendapat penanganan medis.

KALAJENGKING DEATHTALKER

Kalajengking Deathstalker merupakan jenis kalajengking yang paling berbahaya di dunia. Sengatannya dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, kejang dan demam tinggi, serta koma. Pada umumnya, sengatan Kalajengking Deathstalker tidak menimbulkan kematian bagi orang dewasa yang sehat. Namun akan sangat berbahaya bagi mereka yang menderita alergi, penyakit jantung, anak kecil, dan orang tua. Kalajengking Deathstalker atau Deathstalker Scorpion dapat ditemui di Afrika Utara dan Timur Tengah.


Help US With Share