Hewan Laut Yang Berbahaya Bagi Manusia

Help US With Share

Pantai menjadi salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi wisatawan saat akhir pekan dan hari libur. Panorama pesisir yang eksotis dan hembusan angin sepoi-sepoi di tengah teriknya matahari, membuat pantai selalu diminati para wisatawan. Namun, dibalik keindahan alam pantai terdapat berbagai hewan berbahaya yang bisa saja membuat orang meninggal dunia. Berikut hewan paling berbahaya di laut yang dapat membunuh jika kita mengusiknya.

STRIPED SURGEONFISH

Striped surgeonfish adalah ikan karang Indo Pasifik yang cantik, namun memiliki tulang ekor yang beracun. Para ilmuwan percaya, bahwa dunia bawah laut menyimpan sekitar 1.200 spesies ikan beracun yang diperkirakan melukai sekitar 50.000 orang per tahun.

Jenis ikan ini sangat mudah dikenali, karena warnanya yang mencolok. Pada tiga perempat bagian tubuh hewan ini ditutupi dengan garis hitam, biru, dan kuning. Lalu pada bagian ekor hewan ini berbentuk seperti sabit, dan ada duri panjang di pangkal ekornya. Bagian ekornya yang terlihat cantik inilah justru harus dihindari, karena memilik racun berbahaya

ULAR LAUT

Keberadaan ular laut sering menyerang para penyelam yang mengganggu habitatnya. Namun, mereka cenderung bersifat pasif dan tidak akan menyerang jika tidak merasa diganggu.

Ular cantik ini mengandung racun bisa neurotoksin dan miotoksin yang sangat tinggi. Gigitan ular ini dapat menyebabkan disfungsi jantung seketika pada korbannya, sehingga dinobatkan sebagai salah satu hewan paling berbahaya di laut.

BULU BABI

Bulu babi merupakan sebuah hewan laut berbentuk bulat dengan duri yang dapat digerakkan. Bulu Babi dapat ditemukan di sepanjang pesisir pantai Indonesia yang bersuhu hangat, atau di celah-celah karang terjal. Hewan yang juga dikenal dengan nama Landak Laut ini termasuk hewan yang cukup ditakuti, karena di dalamnya durinya tersimpan bisa yang mematikan. Efek racun setelah tertusuk bulu babi biasanya hanya nyeri otot, lemas, dan syok. Namun, pada kasus yang parah dapat berujung pada kematian.

BELUT MORAY

Belut moray merupakan hewan laut yang hidup memangsa ikan. Hewan ini memiliki tubuh yang bisa tumbuh hingga tiga meter dengan berat mencapai 30 kilogram. Dengan warna tubuh cokelat berbintik hitam, belut ini dapat menjerat mangsanya dengan dua pasang rahang bergigi.

Selain itu, belut moray yang sering beraktivitas di malam hari ini juga mampu menangkap mangsanya dengan cepat dan menariknya ke tempat tinggal mereka. Kemampuan yang tidak biasa ini memungkinkan belut moray untuk berburu hewan besar. Bahkan hewan ini tidak hanya makan ikan, namun juga gurita, cumi-cumi, hingga sotong.

Hewan ini banyak ditemukan di perairan indo pasifik, termasuk perairan Indonesia, di Kepulauan Hawai, Polinesia, Kepulauan Picairn, pantai timur Afrika, Laut Merah, perairan di Jepang, hingga kepulauan Australia.

BARRACUDA

Barracuda merupakan karnivora yang menduduki puncak rantai makanan dan hidup secara berkelompok di lautan. Ikan barakuda dijuluki sebagai mesin pemburu. Hewan laut bertumbuh ramping dan panjang ini mampu melesat di dalam air dengan kecepatan hingga 40 km per jam.

Barakuda berkembang menjadi predator utama di lingkungannya, dan sudah terkenal sebagai hewan pemburu sekitar 50 juta tahun. Lingkungan tempat hidup hewan ini biasanya berada di perairan tropis, dan subtropis di seluruh dunia.

Sebagian besar hewan ini akan hidup di dekat pantai atau sekitar tumbu karang. Karena itu, penting untuk berhati-hati dari serangan hewan ini saat berenang di tepi pantai. Sebagai pemburu yang terkenal, barakuda memiliki gigi yang tajam dan mulut yang besar sehingga sangat membantu untuk menangkap mangsa. Dengan gigi yang tajam, Barracuda akan menjadi sangat agresif saat sedang bertelur atau kawin.

FIRE CORAL

Fire Coral merupakan salah satu jenis terumbu karang yang masuk dalam kelompok Anthozoa, dan hidup di perairan laut bersih. Saat sedang menyelam, sangat disarankan untuk tidak menyentuh Fire Coral karena dapat menyengat dan menembus kulit. Fire Coral mempunyai nematocysts yang dapat memberikan rasa panas dikulit. Efek jangka panjang yang ditimbulkan akibat sengatan Fire Coral bervariasi mulai dari iritasi ringan, mual, hingga luka bakar yang parah.

YELLOW SEA ANEMONE

Yellow Sea Anemone masih termasuk dalam kelas Anthozoa dengan tubuh menyerupai bunga yang meliuk-liuk berwarna kuning. Bagi para penyelam, Yellow Sea Anemone merupakan hewan yang cukup ditakuti karena memiliki racun bertipe neurotoksin yang sangat mematikan. Neurotoksin akan memberikan efek kelumpuhan, karena menyerang sistem saraf.

UBUR UBUR API

Ubur-ubur api atau dalam bahasa Inggris disebut Portuguese man o’war, merupakan hewan serupa ubur-ubur yang dikenal memiliki sengatan yang melepuhkan bahkan mematikan. Hewan ini merupakan gabungan dari empat kelompok polip yang terspesialisasi. Ubur-ubur api termasuk dalam suku Physaliidae dengan satu-satunya marga, Physalia. Hanya ada dua jenis (spesies), yaitu P. Physalis yang tersebar di perairan hangat dunia dan P. Utriculus yang lebih terbatas di perairan Samudera Pasifik dan berukuran lebih kecil. Sengatan P. Physalis sangat berbahaya dan meskipun hewan ini terdampar di pantai beberapa hari sengatnya masih kuat untuk melukai.


Help US With Share