Hantu Yang Menguak Pembunuhannya

Help US With Share

Kasus kejahatan, selalu diperlukan bukti nyata untuk dapat menangkap pelaku sebenarnya, namun tidak semua bukti dapat ditemukan hingga membuat polisi kesusahan dalam mengungkap tersangka sesungguhnya. Namun, ada pula korban yang berwujud hantu membantu pihak kepolisian untuk menangkap pelaku sesungguhnya. Seperti beberapa kasus berikut ini

Hantu Fred Fisher

Pada tahun 1826, petani Australia, Frederick Fisher hilang keberadaannya. Sebelum hilang, dia secara membalik nama dan menandatangani seluruh ladangnya ke George Worrall. Empat bulan berlalu hingga akhirnya hantu Fred Fisher memutuskan untuk menunjukkan sesuatu.

Hantu Fred kemudian menampakkan diri pada John Farley dan menunjuk ke sebuah sungai terdekat, sebelum akhirnya ia menghilang. Hal ini membuat Farley ketakutan, tapi Farley akhirnya menjelajah area tersebut. Tubuh Fred yang berdarah dan babak belur ditemukan di sebuah kuburan dangkal di mana hantu itu menunjuk. George pun akhirnya mengaku melakukan pembunuhan dan akhirnya dihukum gantung.

Zona Heaster Shue

Saat itu musim dingin tahun 1897 ketika Elva “Zona” Heaster Shue dari Greenbrier County, Virginia Barat, hasil otopsi mengatakan Zona meninggal setelah koma. Ibunya, Mary Jane Heaster, tidak percaya dengan hasil otopsi itu.

Arwah Zona pun memberi tahu ibunya tentang yang sebenarnya. Selama 4 hari, Zona menjelaskan kepada ibunya bahwa kematiannya bukanlah karena kecelakaan, juga tidak sesuai dengan hasil otopsi. Pelaku yang bertanggung jawab atas kematiannya adalah suaminya, Edward Stribbling Trout Shue.

Roh Teresita Basa

Pada tanggal 21 Februari 1977, Departemen Pemadam Kebakaran Chicago memadamkan kebakaran yang melahap gedung apartemen. Tubuh terapis pernafasan yang berusia 47 tahun, Teresita Basa, ditemukan hangus di bawah kasur.

Sementara itu, hantu Teresita mengunjungi rumah mantan rekan kerjanya, Dr. Jose Chua dan istrinya, Remy. Teresita memberi tahukan ceritanya melalui Remy.

Allan Showery dianggap sebagai pembunuh, dan menurut Teresita, pria itu juga mencuri beberapa perhiasannya. Polisi pun juga menemukan perhiasan curian itu ada pada pacar Allan hingga akhirnya pihak kepolisian menangkap dan memenjarakannya.

Golan Heights

Seorang anak laki-laki Golan Heights yang berusia 3 tahun, mengingat penyebab dia meninggal dalam kehidupan masa lalunya. Pada masa lalunya, dia meninggal karena pukulan di kepala menggunakan kapak. Dia juga mengajak para penduduk senior ke tulang belulangnya, senjata untuk membunuhnya, dan pembunuhnya.

Kemudian Golan memutuskan untuk menghadapi orang lokal yang membunuh “dirinya” dulu. Pria itu tidak mengaku membunuh sampai tulang dan senjatanya ditemukan. Anehnya, luka kapak pada tengkorak jenazah sesuai dengan lokasi tanda lahir merah panjang di kepala Golan.

Ashley Howley

Ashley Howley berusia 20 tahun saat mantan pacarnya itu membunuhnya, membungkus tubuhnya dengan semen, dan menguburnya di dekat rumah ayahnya. Polisi telah lama menduga bahwa Robert P. MacMichael II  terlibat dalam kepergiannya, tapi polisi tidak menemukan bukti-bukti yang kuat.

Pembunuhnya lolos selama 4 tahun, Howley pun tidak membiarkannya lolos begitu saja. Ia berkunjung ke paranormal, Kristy Robinett. Saat Robinett tengah tidur, ia memberikannya semua detail mengerikan, termasuk lokasi tubuh Howley.

Catherine Ballesteros

Mayat Catherine Ballesteros ditemukan dengan banyak luka tusukan, dia telah ditusuk 33 kali. Ada jejak kaki berdarah di lantai, benda-benda hilang dari rumah, dan darah di kenop pintu. Polisi memperkirakan beberapa darah berasal dari si pembunuh, tapi mereka tidak dapat membuktikannya.

Kemudian Catherine sendiri lah yang memecahkan kasus itu. Ia membisikkan “Baba” ke telinga ibunya, Emer. Ternyata, ada seseorang di lingkungan Catherine yang bernama “Baba” dan pernah dicurigai sebagai pencuri. Ryan “Baba” Viscarra pun akhirnya ditangkap dengan bukti sidik jari dan darahnya sesuai dengan yang ditemukan di lokasi kejadian.

Maria Marten

Pada tahun 1828, William Corder mengira bahwa dia telah sukses lolos dari kasus pembunuhan pacarnya, Maria Marten. Dia memutuskan untuk membuat sebuah surat kepada keluarganya yang menyatakan bahwa dia kawin lari bersamanya dan semuanya baik-baik saja.

Pada awalnya, semua orang terlihat tenang, mengingat mereka mengira Maria sudah hilang. Kemudian ibu tirinya, Ann, mulai mengalami mimpi buruk tentang Maria dibunuh di gudang merah.

Setelah Ann bersikeras, suaminya akhirnya pergi keluar untuk memeriksa lumbung tersebut. Ternyata di sana lah Maria berada, dikuburkan di tempat penyimpanan biji-bijian dan dibungkus dengan karung dan masih ada sapu tangan hijau tanda tangan William yang menjerat lehernya.

Nadine Haag

Sekilas, tampak bahwa Nadine Haag yang berusia 33 tahun telah melakukan bunuh diri di Sydney, Australia, pada Bulan Desember 2009. Jasadnya ditemukan dengan pergelangan tangan yang tersayat di kamar mandi.

Bahkan ada surat bunuh diri dalam tulisan tangannya, tapi keluarganya tidak percaya dengan hal itu. Mereka curiga jika mantan pacarnya, Nastore Guizzon, yang telah melakukan pembunuhan.

Yang tidak diketahui oleh polisi saat itu adalah secarik kertas di belakang catatan bunuh dirinya yang mengatakan, “Dia melakukannya.” Pesan mengerikan itu juga ditemukan tergores di ubin kamar mandi 3 tahun kemudian oleh penyewa baru apartemen itu.


Help US With Share