Pesugihan Di Indonesia (1)

Ritual pesugihan dengan jin terkadang menjadi suatu pilihan sebagian orang saat mereka gelap mata. Tidak sedikit dari mereka yang rela melakukan berbagai macam ritual bahkan sampai menyerahkan kehormatannya demi mendapatkan pesugihan jin yang dianggap bisa mendatangkan harta.
Bahkan, walaupun dalam pesugihan jin tersebut pelaku diminta untuk menyerahkan keluarga yang dicinta atau bahkan dirinya sendiri mereka sepertinya rela. Tidak ada yang bisa membuktikan jika orang yang melakukan pesugihan dengan jin maka dirinya setelah mati akan menjadi budak jin. Berikut beberapa pesugihan yang ada di Indonesia.
PESUGIHAN POCONG
Dalam melakukan pesugihan pocong, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama, pelaku harus bersedia melayani pocong setiap malam Jumat Kliwon di kamar khusus. Kedua, pelaku tidak boleh sampai lupa menyediakan sesajen pada waktu-waktu tertentu. Bila semua syarat telah dipenuhi, sang dukun akan bergerak. Meminta pertolongan pada raja pocong untuk memberikan satu rakyatnya sebagai pesugihan. Setelah perjanjian terjalin, si pocong akan berada di depan toko kelontong.
Saat melakukan perjanjian dengan pocong, ada risiko yang didapatkan. Terlebih lagi, perjanjian ini tidak bisa dibatalkan. Setiap malam Jumat Kliwon, pelaku pesugihan ini akan berpakaian rapi seperti menyambut seorang tamu. Setelah itu, pelaku akan masuk ke kamar khusus tersebut.
Si Pocong kemudian akan berubah menjadi wanita cantik dan siap dilayani. Bila syarat-syarat pesugihan pocong tidak dilakukan, risikonya adalah pelaku akan kehilangan orang tersayang mereka sebagai tumbal. Baik itu anak, istri, orang tua atau nyawa mereka sendiri.
PESUGIHAN TUKAR JANIN
Pesugihan tumbal janin atau bayi bajang adalah pesugihan dengan mengorbankan janin yang masih berusia kurang dari 7 bulan, dan janin yang dijadikan proses ritual adalah janin sendiri.
Pesugihan tukar janin ini bukan menumbalkan janin atau aborsi, melainkan memberikan janinnya kepada jin yang mandul. Nantinya, janin yang ada di dalam kandungan akan diambil secara gaib oleh Jin perempuan dan akan dijadikan anak asuhnya.
Sebagai ganti dari janin yang telah ditumbalkan, pelaku pesugihan akan mendapat harta atau barang mewah sebagai gantinya. Namun, tidak semua pelaku pesugihan akan mendapatkan harta yang banyak. Uang yang diterima tergantung dari nasib dan peruntungan jabang bayi yang telah menjadi tumbal. Pantangan dari pesugihan ini yaitu, dilarang meminta atau mengharapkan anaknya kembali.
PESUGIHAN TUYUL
Tuyul biasa digambarkan seperti anak kecil atau orang dengan tubuh kerdil dengan kepala botak. Pada umumnya, tujuan memelihara jin tuyul adalah memanfaatkannya untuk mencuri uang.
Namun, untuk mendapatkan kenikmatan sesaat ini memiliki konsekuensi yang cukup mengerikan bahkan merugikan. Mitosnya, sang pengadopsi tuyul harus rela menukar nyawanya dengan kekayaan yang didapat. Bahkan, menurut cerita turun temurun sang pengadopsi dapat meninggal secara tidak wajar hingga 7 generasi keturunannya miskin. Kontrak yang berjalan antara majikan dan tuyul adalah seumur hidup, kontrak akan selesai hanya jika sang majikan meninggal.
PESUGIHAN NGIPRI
Pesugihan ngipri adalah jenis pesugihan dengan jin, dimana orang yang melakukan pesugihan ini akan berubah wujud menjadi hewan sesuai dengan perjanjian awal dengan jin pesugihan. Orang yang melakukan pesugihan ngipri akan berubah menjadi babi, ular, monyet, kucing atau yang lainnya.
PESUGIHAN BUTO IJO
Makhluk halus seperti Buto Ijo, biasanya dimintai bantuan oleh dukun atau paranormal untuk mendatangkan kekayaan materi dengan cepat. Setelah melakukan negosiasi dengan Buto Ijo, ia akan mengiringi langkah si pelaku. Saat pelaku bernegosiasi bisnis, Buto Ijo akan menggedor hati lawan bisnis si pelaku agar bisnisnya diserahkan kepada si pelaku.
Jika si pelaku berjualan rumah, mobil dan lainnya, buto Ijo akan membantu mendapatkan untung yang sebanyak-banyaknya saat berjualan. Buto ijo akan merayu si pembeli untuk membeli di tempat si pelaku dan tidak membeli di tempat lain, sehingga si pelaku dengan mudahnya mengumpulkan pundi-pundi uang.
Tidak berbeda dengan pesugihan lainnya, pesugihan Buto Ijo juga ada konsekuensinya. Saat bermufakat dan meminta sesuatu kepada jenis makhluk apapun, maka mereka pun akan meminta tumbal sebagai imbalan balik. Begitu juga dengan Buto Ijo, jika sudah meminta bantuannya maka mereka pun akan meminta imbalan balik, baik berupa sesajen ataupun tumbal nyawa.
