Mumi Nyata Di Dunia

Mumi adalah sebuah mayat yang diawetkan, dikarenakan perlindungan dari dekomposisi oleh cara alami atau buatan, sehingga bentuk awalnya tetap terjaga. Ini dapat dicapai dengan menaruh tubuh tersebut di tempat yang sangat kering atau sangat dingin, atau ketiadaan oksigen, atau penggunaan bahan kimiawi.
Mumi biasanya selalu dikaitkan dengan sejarah Mesir Kuno dan harta karun. Tapi, di dunia nyata selain Mesir juga ternyata ada mumi sungguhan. Berikut adalah beberapa mumi yang ada di Dunia.
LITHUANIA MUMMIES
Lithuania Mummies merupakan mummi anak yang menjadi korban virus cacar tertua. Wabah ini telah menghancurkan beberapa kota, menghentikan perkembangan kerajaan, dan mengacaukan kepemimpinan istana. Salah seorang sejarawan menyebutnya “pembawa kematian yang paling mengerikan”.
Cacar perlahan merajalela dan tidak terhentikan, membuat cacat dan mematikan, sehingga menimbulkan trauma karena penyakit ini merupakan penyakit pertama yang vaksinnya dicari dan ditemukan. Cacar juga penyakit pertama yang diberantas oleh manusia.
Sebuah mummi anak-anak tersimpan di gereja Vilnius,Lithuania. Cacar (smallpox) pernah menjadi penyakit yang paling ditakuti di dunia. Penyakit ini mudah tersebar, sulit dideteksi, tidak mudah dihentikan, dan mematikan. Penyebabnya adalah dua jenis virus, yaitu Variola major dan Variola minor.
Akan tetapi, mumi seorang anak yang dikubur di sebuah gereja di Lithuania, bisa mematahkan teori tersebut. Mumi itu ternyata mengandung bukti genetik tertua dari cacar yang pernah ditemukan.
XIAOHE MUMMIES
Xiaohe Mummies adalah serangkaian mumi yang ditemukan di Tarim Basin, di masa kini Xinjiang , China, yang tanggal dari 1800 SM sampai abad pertama SM. Beberapa orang di Wilayah Barat digambarkan dalam sumber-sumber Cina memiliki janggut indah, rambut merah atau pirang, mata biru atau hijau yang dalam dan hidung mancung. Diperkirakan mumi ini berasal dari 3.800 tahun yang lalu. Walau sudah berumur, mumi ini masih tetap terlihat cantik.
Analisis genetika mumi menunjukkan bahwa garis keturunan ibu dari orang-orang Xiaohe berasal dari Asia Timur dan Eurasia Barat, sedangkan garis keturunan ayah semuanya berasal dari Eropa. Arkeolog percaya bahwa populasi Eropa dan Siberia mungkin menikah sebelum memasuki Lembah Tarim sekitar 4.000 tahun yang lalu.
Pada tahun 2003, para arkeolog yang menggali Makam Xiaohe menemukan kecantikan rambut dan kulit bahkan bulu matanya terawat dengan sempurna. Kecantikan Xiaohe terbukti bahkan sampai empat milenium.
KABAYAN MUMMIES
Mumi Api Filipina, juga dikenal sebagai Mumi Kabayan, Mumi Benguet, atau Mumi Ibaloi. Kabayan Mummies adalah sekelompok mumi yang ditemukan di sepanjang lereng gunung Kabayan, sebuah kota di bagian utara Filipina. Mereka dibuat sejak 2000 SM, dan saat ini mereka tetap berada di gua alam dan museum di Kabayan.
Tradisi pengawawetan mumi ini dilakukan oleh orang- orang suku Ibaloi, yaitu etnis pribumi yang ditemukan di wilayah Kabayan sejak 1200 hingga 1500 sebelum masehi. Proses pengawetannya diketahui menggunakan api.
Mayat akan diasapi beberapa saat untuk mengawetkan organ dalam hingga mengerut. Posisi mayat kemudian didudukkan, kemudian di panaskan di atas api hingga benar-benar kering luar dan dalam. Setelah mengering mumi pun dimasukkan ke dalam kayu pinus yang telah dilubangi tengahnya. Proses ini akan dilakukan selama 2 tahun hingga tubuh dari mayat benar-benar kering dari luar hingga dalam.
Ketika Mumi Api ‘ditemukan’ pada awal abad ke-20 oleh orang Barat (mumi telah dikenal oleh komunitas lokal selama ratusan tahun), banyak dari mereka yang dicuri, karena sebagian besar tidak terlindungi.
