Mitos Rumah Yang Dianggap Pembawa Sial

Help US With Share

Sejumlah mitos tidak hanya sering kita dengar tentang hutan, gunung, dan lainnya. Tapi, ada juga mitos rumah yang dianggap pembawa sial masih sering kita dengar. Bahkan, mitos-mitos tersebut kemudian dijadikan acuan untuk membuat denah dan model bangunan rumah yang baru. Utamanya untuk menentukan posisi, arah, dan gaya bangunannya.

Sampai sekarang, mitos rumah pembawa sial itu sering orang gunakan sebagai salah satu pertimbangan saat hendak membangun atau membeli. Tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga seluruh Indonesia.

Walau tidak sedikit yang tidak masuk akal, banyak pula yang menganggapnya sebagai pantangan atau pamali. Jika hal tersebut dilanggar, diyakini akan memunculkan atau menimbulkan hal-hal yang buruk. Berikut beberapa mitos tentang rumah pembawa sial yang sering didengar sampai sekarang di antaranya adalah sebagai berikut:

RUMAH DI DEPAN ATAU BELAKANG RUMAH ORANG TUA

Di beberapa daerah sering dijumpai keluarga yang membangun tempat tinggal dalam satu kawasan. Tidak sedikit anak yang membangun rumah di depan atau di belakang rumah orang tuanya, walau ada mitos rumah pembawa sial jika hal itu dilakukan. Menurut sejumlah orang, jika rumah anak dibangun di depan atau belakang rumah orang tuanya, salah satunya akan tertimpa kesialan. Bahkan, tidak sedikit yang mempercayainya semua bisa kena sial.

RUMAH HOOK

Konon, mitos rumah pembawa sial juga akan dialami oleh penghuni rumah dengan posisi hook atau di pojok baik bagian luar maupun dalam. Sehingga terlihat seperti memiliki dua sisi, jika dilihat dari luar. Mitosnya pun tidak main-main, karena pemilik atau penghuni rumah akan beristri lebih dari satu atau selingkuh.

RUMAH MENGHADAP TIMUR

Anggapan yang selama ini berkembang luas di masyarakat, apabila ada rumah yang bangunannya menghadap ke timur akan memiliki energi negatif. Mitos rumah pembawa sial yang menghadap ke timur itu akan menimpa penghuninya, mulai dari sering bertengkar hingga sulit rezeki.

Ironisnya, tidak sedikit pula yang menyebutkan rumah menghadap timur memiliki harga jual yang tinggi. Ilmu Feng Shui mempercayai bangunan rumah yang menghadap ke timur, merupakan posisi yang ideal untuk keberkahan dan kesehatan.

Salah satu alasannya, rumah hadap timur berarti pintu masuknya langsung terkena sinar matahari yang baru terbit. Sinar matahari terbit adalah salah satu penyumbang energi positif atau keberuntungan, termasuk untuk keharmonisan hubungan antar keluarga, kesehatan, dan kesejahteraannya.

RUMAH NOMOR 4 DAN 13 MEMBAWA AWA SIAL

Di beberapa tempat, angka 4 dan 13 sering disebut sebagai angka sial sehingga harus oleh sejumlah orang hal tersebut harus dihindari. Itu salah satu alasan jarang sekali ada rumah nomor 4 atau 13, yang sering kita jumpai termasuk saat naik lift.

Namun ternyata itu hanya mitos, termasuk mitos rumah pembawa sial jika bernomor 4 atau 13 . Karena pada dasarnya semua angka baik, tergantung cara kita memandangnya apalagi kehidupan ini selalu hal yang baik dan buruk termasuk saat menentukan angka.

Semua itu bisa disikapi dengan cara pandang yang positif agar tidak menjadi pengaruh buruk di masyarakat. Selama ini, kebanyakan orang menganggap jika angka 4 dan 13 sebagai angka sial, yang tidak bisa dibuktikan dengan secara ilmiah karena tidak ada tolak ukurnya.

RUMAH PINTU LURUS SEJAJAR

Rumah yang seluruh pintunya lurus sejajar dari depan sampai belakang, konon dapat membuat energi baik langsung ke luar lagi. Pemilik rumah model ini dianggap tidak dapat mengelola finansial, karena uang yang masuk bakal langsung ke luar.

Untuk menghambat laju energi, dapat dicoba pasang meja dengan vas bunga segar di antara pintu yang sejajar. Bunga segar ini sekaligus dapat meningkatkan energi positif di rumah.
Kita juga dapat memasang tanaman yang tinggi di antara pintu-pintu. Tanaman tinggi memiliki efek sama dengan tembok, yaitu sebagai penghalang sehingga energi akan berkeliling di dalam rumah sebelum pergi ke luar.

RUMAH TUSUK SATE

Konon, jika rumah tersebut merupakan bangunan tusuk sate ada beberapa mitos rumah pembawa sial yang akan terjadi bagi penghuninya. Antara lain mulai dari penghuninya kurang harmonis, sering sakit, bernasib buruk, hingga rawan menjadi korban kecelakaan.

Tetapi ternyata rumah tusuk sate tersebut bisa disiasati penghuninya, misalnya terkait mitos penghuninya yang kurang harmonis. Karena rumah tusuk sate berada di area terbuka, yaitu di depan jalan, sehingga cahaya matahari mudah masuk ke dalam rumah.

Untuk menyiasatinya, salah satu caranya bisa dilakukan dengan menanam pohon dan semak-semak. Sehingga tanaman tersebut bisa melindungi rumah dari panas matahari, serta menghalau energi dari kendaraan yang berlalu lalang.


Help US With Share