Mitos Seputar Natal Yang Diyakini Banyak Orang

Help US With Share

Natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus yang dirayakan oleh umat Kristen di seluruh dunia. Natal juga merupakan momen kebahagiaan, kasih sayang, dan damai bagi banyak orang.

Namun, di balik perayaan Natal, terdapat beberapa mitos atau kepercayaan yang tidak sesuai dengan fakta sejarah atau Alkitab.
Berikut ini adalah beberapa mitos tentang Natal yang masih dipercaya oleh sebagian orang.

ADA TIGA ORANG MAJUS YANG DATANG MENGUNJUNGI YESUS

Banyak orang yang mengira, bahwa ada tiga orang Majus yang datang mengunjungi Yesus, karena mereka membawa tiga macam persembahan, yaitu emas, kemenyan, dan mur.

Padahal, Alkitab tidak menyebutkan jumlah orang Majus yang datang mengunjungi Yesus. Alkitab hanya menyebutkan bahwa mereka datang dari Timur, dan mereka adalah orang-orang yang ahli dalam bidang astrologi, astronomi, atau filsafat.

Jumlah orang Majus bisa lebih dari tiga, atau bahkan bisa puluhan atau ratusan. Mitos bahwa ada tiga orang Majus muncul karena pengaruh tradisi gereja, seni, dan sastra.

Nama-nama orang Majus juga tidak disebutkan dalam Alkitab, tetapi diberikan oleh tradisi gereja, yaitu Melkior, Balthazar, dan Gaspar.

ORANG MAJUS DATANG PADA MALAM KELAHIRAN YESUS

Banyak orang yang mengira, bahwa orang-orang Majus datang pada malam kelahiran Yesus, karena mereka melihat bintang yang menuntun mereka ke tempat Yesus berada.

Padahal, Alkitab tidak menyebutkan bahwa orang-orang Majus datang pada malam kelahiran Yesus. Alkitab hanya menyebutkan bahwa mereka melihat bintang di Timur, dan mereka berangkat untuk mencari Yesus.

Perjalanan mereka bisa memakan waktu berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Alkitab juga menyebutkan bahwa mereka menemukan Yesus di sebuah rumah, bukan di sebuah palungan.
Hal ini menunjukkan bahwa Yesus sudah berusia beberapa bulan, atau bahkan beberapa tahun, ketika orang-orang Majus datang mengunjungi-Nya.

YESUS ANAK TUNGGAL MARIA

Banyak orang yang mengira bahwa Yesus adalah anak tunggal Maria, karena Maria adalah seorang perawan yang melahirkan Yesus dengan kuasa Roh Kudus.

Padahal, Alkitab tidak menyebutkan bahwa Yesus adalah anak tunggal Maria. Alkitab menyebutkan bahwa Maria memiliki anak-anak lain selain Yesus, yaitu Yakobus, Yusuf, Simon, Yudas, dan beberapa saudari.

Alkitab juga menyebutkan bahwa Maria tidak bersama-sama dengan Yusuf sampai Yesus lahir, tetapi setelah itu mereka hidup sebagai suami istri yang normal.

Mitos bahwa Yesus adalah anak tunggal Maria muncul, karena doktrin gereja Katolik yang menganggap Maria sebagai seorang perawan selamanya, dan menghormatinya sebagai Bunda Allah.

YESUS LAHIR DI KANDANG HEWAN

Banyak orang yang mengira bahwa Yesus lahir di kandang hewan, karena tidak ada tempat di rumah penginapan. Padahal, Alkitab tidak menyebutkan bahwa Yesus lahir di kandang hewan. Alkitab hanya menyebutkan bahwa Yesus diletakkan di palungan, karena tidak ada tempat di kamar penginapan. Kata “kamar penginapan” dalam bahasa Yunani adalah kataluma, yang berarti ruang tamu atau ruang makan. Jadi, kemungkinan besar Yesus lahir di rumah sederhana yang dimiliki oleh kerabat Yusuf, yang sudah penuh oleh tamu-tamu lain.

Yesus kemudian diletakkan di palungan, yang merupakan tempat untuk memberi makan hewan peliharaan, seperti domba atau keledai. Palungan ini bisa berada di dalam atau di luar rumah, tergantung pada desain rumah tersebut.

YESUS LAHIR PADA TANGGAL 25 DESEMBER

Mitos ini mungkin adalah yang paling umum dan populer di kalangan orang Kristen. Banyak orang yang menganggap, bahwa tanggal 25 Desember adalah tanggal pasti kelahiran Yesus.

Padahal, Alkitab tidak menyebutkan tanggal atau bulan kelahiran Yesus. Alkitab hanya menyebutkan bahwa Yesus lahir pada zaman raja Herodes dan kaisar Augustus.

Para ahli sejarah dan teologi berpendapat bahwa Yesus kemungkinan besar lahir pada musim gugur, antara bulan September hingga Oktober.

Hal ini didasarkan pada beberapa petunjuk, seperti adanya sensus penduduk yang dilakukan oleh kaisar Augustus, adanya gembala yang menjaga domba di padang, dan adanya bintang yang menuntun orang-orang Majus.

Tanggal 25 Desember dipilih sebagai hari Natal karena ada beberapa alasan. Pertama, tanggal ini bertepatan dengan perayaan pagan Romawi yang disebut Saturnalia, yang merupakan festival untuk menghormati dewa Saturnus.

Kedua, tanggal ini juga bertepatan dengan perayaan matahari yang disebut Sol Invictus, yang merupakan hari kelahiran dewa matahari yang tidak terkalahkan.

Ketiga, tanggal ini juga bertepatan dengan perayaan Yahudi yang disebut Hanukkah, yang merupakan festival cahaya yang memperingati pemurnian Bait Allah.

Keempat, tanggal ini juga bertepatan dengan titik balik musim dingin, yang merupakan saat terpendek dan tergelap dalam setahun.

Dengan memilih tanggal 25 Desember sebagai hari Natal, gereja Kristen ingin menggantikan perayaan-perayaan pagan dengan perayaan Kristen, dan juga ingin menyampaikan pesan bahwa Yesus adalah terang dunia yang datang untuk mengalahkan kegelapan dosa.


Help US With Share