Mitos Kutukan Di Desa Ciherang

Help US With Share

Desa Ciherang, terletak di Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, konon memiliki mitos kutukan misterius yang membuat gadis cantik di desa ini tidak dapat bertahan hidup mencapai usia 19 tahun.

Konon, kutukan tersebut diucapkan oleh Nyi Ratna Herang menjelang kematiannya. Akibat kutukan tersebut, orang tua yang memiliki gadis cantik akan mengungsikan anaknya ke luar desa sebelum mereka berusia 19 tahun.

Nyi Ratna Herang konon merupakan seorang penari ronggeng dari desa itu. Namun, cerita tersebut dibantah oleh sesepuh Desa Ciherang. Diketahui, Nyi Ratna Herang memiliki seorang kakak perempuan yang telah menikah dan hidup di lingkungan kerajaan.

Kakak iparnya itu tidak pernah melihat wujud Nyi Ratna Herang. Dan pada suatu hari, dirinya melihat sosok Nyi Ratna Herang di halaman kerajaan, dan terpesona dengan kecantikannya.

Sang kakak ipar yang terpesona dengan kecantikan Nyi Ratna Herang pun meminta izin istrinya untuk mempersunting adik dari sang istri. Akhirnya, istrinya pun menyetujui keinginan sang suami.

Walau sang istri sudah memperbolehkan suaminya untuk memperistri Nyi Ratna Herang, dirinya merasa tidak enak hati kepada sang kakak. Nyi Ratna Herang menolak tawaran kakak iparnya untuk menjadi istri kedua.

Sang kakak ipar tidak lekas berhenti begitu saja. Dirinya terus menerus memaksa dan mengikuti Nyi Ratna Herang, memintanya untuk menjadi istrinya. Hal ini membuat Nyi Ratna Herang kabur dari istana, lalu dirinya berkelana dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari kakak iparnya.

Hingga akhirnya pada suatu hari, Nyi Ratna Herang sampai ke sebuah sawah yang tidak terurus lagi. Di sana, Nyi Ratna Herang memberi nama tempat tersebut sebagai Desa Panulisan.

Ternyata, kakak iparnya masih terus mengikuti Nyi Ratna Herang. Hal ini pun membuatnya harus kembali melarikan diri ke tempat lain. Di mana Nyi Ratna Herang berada, dirinya selalu dikagumi oleh penduduk setempat karena kecantikannya.

Namun, hal ini tetap saja tidak dapat menghindarkannya dari kakak iparnya. Pada suatu waktu, Nyi Ratna Herang sampai di sebuah lokasi di mana air mengalir sangat jernih dan memutuskan untuk duduk di pinggir sana.

Di tempat tersebut, Nyi Ratna Herang kembali didatangi oleh sang kakak ipar yang tidak kunjung menyerah. Akhirnya, Nyi Ratna Herang memutuskan kali ini untuk tidak melarikan diri, namun justru memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Kemudian dia menceburkan dirinya ke perairan tersebut. Awalnya, kakak iparnya menunggu Nyi Ratna Herang hingga dia kembali ke permukaan. Namun, akhirnya dia menyadari kalau Nyi Ratna Herang tidak akan kembali lagi dan akhirnya memutuskan untuk kembali pulang ke kerajaan.

Suatu ketika, air di tempat tersebut mendadak surut dan menghilang, lalu muncul sebuah makam yang disinyalir sebagai makam Nyi Ratna Herang. Makam yang posisinya di pinggir Sungai Cigede tersebut hingga kini kondisinya terkesan apa adanya. Walau sudah pernah dicoba diperbaiki, namun pemiliknya seperti menolak untuk dilakukan perbaikan.

Dari berbagai penelusuran, Legenda Nyi Ratna Herang adalah seorang penari ronggeng yang meninggal karena diperebutkan dua jawara. Pertarungan sengit dua jawara tersebut tidak kunjung selesai, sama-sama memiliki kekuatan, mereka saling mengeluarkan kemampuan yang dimiliki keduanya.

Menjelang akhir pertarungan,  Nyi Ratna Herang justru yang menjadi korban akibat salah sasaran jawara yang sedang bertarung. Hingga akhirnya, Nyi Ronggeng tewas terbunuh di lokasi pertempuran. Menjelang kematiannya, Nyi Ratna mengeluarkan kutukan gadis cantik di Desa Ciherang tidak bisa hidup mencapai usia 19 tahun.


Help US With Share