Inca, Kerajaan Yang Hilang

Help US With Share

Bangsa Inca dikenal juga dengan nama Tiwantinsuya. Sebagai salah satu peradaban kuno yang hadir di muka bumi ribuan tahun yang lalu, peradaban Inca tentu juga mengalami perkembangan.

Sama seperti peradaban kuno lainnya, informasi asli tentang Inca tidak begitu diketahui kejelasannya. Rekaman sejarah mereka, begitu juga dengan suku bangsa lainnya yang berkembang di dunia ini, terekam melalui tradisi oral dari mulut ke mulut, batu, barang pecah belah dari tanah, perhiasan emas, perak, dan permadani yang masih ada di masyarakat.

Peradaban Inca bangsa Peru mengandung pesona mistis dan sangat menarik perhatian bagi dunia barat. Sekitar 400 tahun lalu, harta kekayaan yang menakjubkan berupa emas dan perak peninggalan bangsa Inca ditemukan dan kemudian secara sistematis dijarah dan dirampas oleh penjajah Spanyol.

Barang-barang rampasan yang mereka (Spanyol) bawa pulang berhasil mengubah sistem perekonomian bangsa Eropa. Dan dengan penuh kesadaran, mereka meninggalkan sebuah peradaban maju dalam keadaan kacau balau.

Tidak ada yang tahu dari mana bangsa Inca datang, rekaman sejarah yang ada di batu-batu menjadi pegangan para arkeolog selama berabad-abad untuk memecahkan misteri ini.

Kerajaan Bangsa Inca berkuasa dalam masa yang sangat singkat. Sekitar 100 tahun. Semenjak 1438 AD, ketika raja Inca, Pachacuti, dan pasukannya memulai penaklukan daerah yang mengelilingi pusat Inca di Cuzco, sampai kedatangan bangsa Spanyol pada 1532.

Pada 1438 bangsa Inca sudah mulai keluar dari pusat pemerintahannya di Cuzco untuk menaklukkan daerah lainnya. Selama 50 tahun mereka berhasil menguasai daerah yang sekarang dikenal dengan Peru, Bolivia, Argentina Utara, Chile dan Ekuador.

Dengan daerah seluas ini, Bangsa Inca mendirikan sebuah Negara yang memungkinkan pemimpin suku dan beberapa bangsawan menjadi raja dan pemimpin. Kebanyakan catatan menunjukkkan, ada 13 kaisar yang memimpin bangsa Inca. Kaisar-kaisar ini di kenal dengan gelar yang berbeda-beda. Seringkali kaisar ini disebut dengan The Inca.

Tujuh orang kaisar yang pertama melegenda, bersifat lokal, dan dianggap kurang penting. Selama masa ini, bangsa Inca merupakan suku yang kecil, satu dari sekian banyak suku yang ada, yang daerah kekuasaannya sangat kecil, tidak sampai bermil dari pusat kotanya Cuzco.

Mereka adalah para prajurit yang seringkali berperang dengan suku-suku lain yang berdekatan dengan mereka. Menurut penemuan para arkeolog, ritual pengorbanan merupakan hal yang lazim dilakukan oleh bangsa ini. Cuzco adalah pusat dari imperium Inca. Dengan kemajuan dibidang teknik hidrolik, teknik di bidang pertanian, arsitektur yang menakjubkan, tekstil, keramik, dan kerajinan dari besi mereka.

Imperium Inca merupakan kerajaan yang mempunyai Negara sendiri dengan daerah yang paling besar di belahan barat dunia ini. Kekayaan dari orang-orang Inca legendaris ini telah memikat banyak antropolog dan arkeolog ke Negara/gunung Andrean untuk mengetahui keahlian bangsa Inca dan penyebab kehancurannya.

Bangsa Inca mempunyai sistem jalan yang luar biasa. Satu jalan mampu melewati semua pantai south American Pacific. Jalanan itu membutuhkan teknik dan arsitektur yang luar biasa untuk bisa dibangun, mengingat bangsa Inca tinggal diatas gunung Andrean.

Di pesisir pantai, jalanan yang ada tidak terlihat dipermukaan dan ditandai hanya dengan batang pohon. Bangsa Inca meratakan jalan mereka dengan menggunakan batu yang datar dan membangun dinding batu, agar para pejalan tidak terjatuh dari tebing.

Merujuk pada kemampuan jalannya yang bisa digunakan pada semua musim, 14.000 mil jalan bangsa Inca merupakan suatu hal yang mengherankan dan merupakan perintis yang dapat dipercaya bagi kehadiran Automobile dewasa ini.

Komunikasi dan transportasi mereka sangat efisien dan cepat, menghubungkan orang-orang yang tinggal diatas pegunungan dan penduduk dataran rendah lainnya dengan pusat kota Cuzco.

Material bangunan dan arak-arakan upacara yang sudah berlangsung ribuan tahun melalui jalanan itu sampai saat ini masih bisa kita lihat dengan kondisi yang sangat bagus. Jalanan itu dibangun agar mampu bertahan terhadap cuaca yang sangat extreme, badai, banjir, kekeringan, dan hujan es.

System jalanannya melewati lembah yang dalam dan gunung yang tinggi, gundukan salju, rawa, batuan yang dinamis, sungai dengan arus yang kuat, pada beberapa bagian jalanannya terlihat halus dan rata.

Dimana-mana jalanannya terlihat bersih dan terjaga dari bermacam sampah, dilengkapi dengan adanya pondok-pondok kecil, gudang penyimpanan, kuil yang menghadap matahari dan post penjagaan disepanjang jalan itu.

Bangsa Inca tidak menemukan roda, sehingga semua pekerjaan dikerjakan dengan menggunakan bantuan kaki. Untuk membantu para pejalan, pondok istirahat dibangun disetiap beberapa KM. Di pondok ini mereka bisa menginap, memasak makanan ataupun beristirahat sejenak.

Jembatan merupakan satu-satunya cara mereka melewati sungai. Jika ada salah satu jembatan yang rusak, maka seluruh sistem jalan akan kacau. Jika ada salah satu jalan yang rusak, maka penduduk setempat akan secepat mungkin memperbaikinya.

Masyarakat Inca terdiri dari Ayllus, yaitu kumpulan sekelompok suku/clan yang hidup dan bekerja bersama-sama. Setiap Ayllus dipimpin oleh seorang Curaca atau kepala. Setiap keluarga hidup di rumah yang terbuat dari batu dan beratapkan jerami.

Kentang merupakan makanan pokok bangsa Inca. Kekaisaran Inca menggunakan baju yang terbuat dari Alpaca dan banyak dari upacara keagamaan mereka yang melibatkan binatang. Mereka menggunakan sandal sebagai alas kaki mereka.

Dalam struktur sosial Inca, sang penguasa Sapa Inca dan istrinya The Coyas memiliki kekuasaan yang tak terbatas terhadap seluruh daerah kekuasaannya. Kemudian dibawahnya baru pendeta agung dan kepala komandan semua pasukan.

Kemudian dibawahnya lagi ada 4 apus yang merupakan komandan pasukan di daerah. Kemudian baru pendeta di daerah, arsitek, administrator dan para tentara. Kemudian baru tukang batu, pemusik dan akuntan. Dan derajat paling rendah adalah dukun, petani, pengembala, dan hansip.

Struktur masyarakat Inca bertahan seperti ini selama ratusan tahun. Kemunculan orang asing berkulit terang/putih semasa pemerintahan Atahuallapa merupakan satu-satunya perubahan yang terjadi dalam sejarah Inca.

Wabah mematikan akhirnya melenyapkan kekaisaran Inca. Sebagian yang selamat akhirnya harus berhadapan dengan pedang dan meriam bangsa Spanyol yang datang menjajah, setelah terlebih dahulu menunjukkan tempat penyimpanan emas mereka. Raja Atahualpa juga terbunuh oleh bangsa Spanyol.

Mereka percaya, semua dewa yang ada itu diciptakan oleh sesuatu yang abadi, tidak nampak, dan mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat, yaitu : Tuhannya para Dewa yang dikenal dengan nama Wiraqocha atau Dewa Matahari. Raja bangsa Inca dianggap sebagai Sapan Intiq Churin, satu-satunya anak Matahari.
Bangsa Inca adalah bangsa yang sangat religius. Mereka takut, Setan bisa datang kapan saja. Ahli sihir menduduki posisi yang tinggi dalam masyarakat, karena dianggap sebagai pelindung dari roh jahat.

Mereka juga percaya dengan reinkarnasi, menyimpan potongan-potongan kuku mereka dan juga potongan rambut mereka dengan anggapan, roh yang kembali akan membutuhkannya.

Kehidupan religi bangsa Inca ini tersimpan di tengah-tengah hutan yang dikenal dengan nama Sacsahuaman. Disitulah terdapat Cuzco. “the naval of the world”, rumahnya Raja Bangsa Inca dan tempat terletaknya Kuil Agung Matahari. Ditempat inilah kekayaan bangsa Inca dengan mudah dapat ditemukan sebagai bukti keberadaan mereka. Dengan gedung-gedung yang indah, di dekorasi dengan emas dan perak.
.
Bangsa Inca menyembah Dewi Bumi Pachamama dan Dewa Matahari The Inti. Raja Inca, penguasa Kekaisaran Inca dianggap sebagai orang suci dan merupakan Anak dari Dewa Matahari. Dalam Legenda Inca disebutkan, bahwa Dewa Matahari mengirim anaknya Manco Capac dan Mama Ocillo untuk menemukan Cuzco, kota suci dan Ibukota dari Imperium Inca.


Help US With Share