Hewan Laut Yang Aneh Dan Unik Namun Tidak Berbahaya

Bicara tentang dunia fauna, tentu banyak hal yang dapat dibahas tentangnya. Entah itu berasal dari darat, udara, maupun laut. Dari segi penampilannya, ada fauna yang seram, lucu, bahkan aneh dan unik. Walau bentuknya aneh dan lucu, terkadang ada fauna yang mematikan dan membahayakan manusia. Namun, ada pula hewan yang aneh dari lautan yang sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Berikut adalah hewan-hewan penampilan aneh yang aman bagi manusia.
MOLA-MOLA
Mola-mola atau biasa disebut Sunfish berasal dari Bahasa Latin “millstone” yang artinya batu gerinda. Julukan ini diberikan karena bentuk tubuhnya yang menyerupai batu dengan warna abu-abu, bertekstur kasar dan bentuk badannya bulat.
Sinar matahari sangat dibutuhkan untuk menghangatkan tubuhnya hingga mencapai suhu yang ideal. Ikan Mola Mola memiliki panjang 10 kaki (atau sekitar 305 cm) dan berat 2.200 pound (atau sekitar 998 kg). Diketahui ikan Mola Mola laut terbesar memiliki berat mencapai 2,5 ton.
Ikan ini sangat rentan terhadap serangan parasit di laut. Untungnya, ikan ini tidak berbahaya untuk manusia. Makanan utamanya yaitu ubur-ubur, kepiting, zooplankton, dan tumbuhan mikroskopis yang tidak terlihat mata kita.
BABI LAUT
Walau namanya babi laut, namun binatang ini tidak ada hubungannya dengan binatang babi. Binatang ini termasuk keluarga Echinodermata. Ia masih bersaudara dengan timun laut atau teripang dan bulu babi.
Landak laut atau disebut juga bulu babi merupakan hewan laut yang berbentuk bundar dan memiliki duri pada kulitnya yang dapat digerakkan. Binatang ini terbagi menjadi sekitar 950 spesies dan dapat ditemukan mulai dari daerah pasang surut hingga kedalaman 5.000 meter.
Disebut babi laut karena badannya bulat lonjong, berlemak, berwarna merah muda, dan berkaki besar seperti tabung. Panjang tubuhnya antara 5 -10 cm, kakinya berjumlah 5-7 pasang, dan di bagian atas tubuhnya terdapat 2 buah anggota tubuh yang mirip antena.
Makanan babi laut adalah remah-remah hasil pembusukan binatang atau tanaman yang terkubur di dalam lumpur. Untuk makan, babi laut menggunakan mulut yang dikelilingi oleh cincin tentakel. Selain untuk meraih makanan, mulut itu berfungsi untuk menyaring lumpur, dan menyerap nutrisi makanan.
UBUR-UBUR SISIR
Ctenophora atau ubur-ubur sisir adalah jenis hewan tidak bertulang belakang yang hidup di perairan laut di seluruh dunia. Anggota filum ini sekilas menyerupai hewan ubur-ubur walaupun memiliki perbedaan yang mendasar.
Hewan ini tidak punya kepala dan mulut, serta anusnya terletak di lubang yang sama, sisi yang dekat mulut disebut oral dan sebaliknya disebut aboral. Ubur-ubur memiliki tentakel yang dipenuhi nematosista disisinya.
Ubur-ubur spesies baru ini punya panjang kurang dari satu milimeter. Kebanyakan spesies memiliki delapan helai silia, yang disebut baris sisir, yang membentang di sepanjang tubuh mereka. Baris sisir menyebarkan cahaya dan menghasilkan efek pelangi. Sebagian besar spesies berwarna biru atau hijau bercahaya dan beberapa lampu kilat atau mengeluarkan “tinta” bercahaya bila terganggu.
Untuk makanannya, mereka memangsa ctenophora lain dan zooplankton , termasuk krustasea kecil, larva ikan, dan larva moluska. Tidak seperti ubur-ubur pada umumnya, ubur-ubur sisir tidak dapat menyengat.
HIU PAUS
Hiu paus atau yang memiliki nama latin Rhincodon typus ini adalah hiu pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar. Hewan ini mendapatkan namanya karena ukuran tubuhnya yang besar dan kebiasaan makannya dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus.
Habitat Hiu Paus berada di perairan tropis hingga suptropis, sehingga membuat spesies ini cukup mudah ditemukan di perairan Indonesia. Beberapa daerah yang sering terlihat kemunculan hewan ini setiap tahunnya adalah di Perairan Teluk Cenderawasih Papua, Talisayan Kalimantan Timur, Probolinggo Jawa Timur dan Botubarani Gorontalo.
Berbeda dengan hiu kebanyakan, ikan satu ini justru jinak dan tidak agresif. Malahan, mereka dapat julukan the gentle giant atau si raksasa yang lembut. Hiu satu ini bukanlah ikan predator yang lebih diketahui suka mengejar dan mencabik-cabik mangsanya dengan ganas.
Ikan hiu paus makan dengan cara menyaring air laut. Mereka akan menelan berliter-liter air dan membiarkan tubuh mereka menyaring makanan yang berupa hewan-hewan kecil. Ikan hiu paus punya warna kulit abu-abu atau kecokelatan pada punggung dan putih pada bagian bawahnya. Mereka juga memiliki pola bintik-bintik dan belang yang biasanya berwarna putih atau krem.
