Fakta Tentang Mitos Seputar Puasa

Help US With Share

Berpuasa di bulan Ramadhan sebenarnya punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, ada beberapa mitos yang beredar seputar ibadah puasa. Mitos yang ada biasanya diturunkan turun temurun dari orang tua ke anaknya.

Mitos puasa ini muncul, karena didasari oleh ketakutan dan efek samping yang akan muncul. Sebagian orang percaya, mitos tersebut dapat membatalkan puasa atau membuat  lemas dan hingga tidak kuat puasa. Namun, tidak semuanya bisa dipercaya dan harus dicari data faktanya.

Mitos-mitos tersebut jelas akan lebih mudah dipatahkan saat tahu fakta puasa yang benar. Bila dalam keadaan sehat jiwa dan raga, justru disarankan untuk berpuasa untuk semakin meningkatkan tingkat imunitas tubuh. Lagi pula, puasa juga akan membuat tubuh lebih disiplin dalam mengolah makanan yang masuk dan keluar.

Berikut beberapa mitos yang beredar di kalangan masyarakat tentang puasa. Namun, lihat juga fakta yang seharusnya lebih dipercayai dan tetap menjalani puasa seperti biasa.

SAHUR TIDAK WAJIB

Makan di pagi hari sebelum masuk waktu sahur memang tidak wajib dalam menjalankan ibadah puasa. Banyak orang percaya mitos, bahwa seseorang tetap akan kuat menjalani puasa seharian tanpa mengisi perut sekalipun. Sebagian orang lainnya hanya sahur dengan segelas air putih atau susu karena tidak terbiasa makan pagi.

Faktanya, asupan makanan saat sahur sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan puasa. Makanan tersebut akan membantu metabolisme tubuh dan memberikan kecukupan oksigen tubuh. Disarankan tetap makan dan tidak hanya memaksakan diri dengan segelas air saja.

Ketahanan tubuh manusia berbeda-beda,  ada orang yang sebenarnya membutuhkan asupan gizi lebih banyak. Jadi, usahakan tetap sahur dengan nutrisi lengkap.

OLAHRAGA AKAN MEMBUAT TUBUH LEMAS

Banyak orang memilih untuk menutup diri dari aktivitas fisik selama menjalani ibadah puasa, khususnya bulan Ramadhan. Mitos yang dipercaya adalah olahraga saat puasa akan membuat tubuh lemas dan dehidrasi. Hal itu bisa terjadi, jika melakukan olahraga dengan intensitas tinggi pada pagi hari.

Faktanya, olahraga harus tetap dilakukan walau sedang menjalani puasa agar tubuh tetap bugar. Namun, perlu menyesuaikan intensitas olahraga menjadi ringan atau sedang dan tidak perlu terlalu lama. Selain itu, dekatkan waktu olahraga dengan waktu berbuka agar terhindar dari dehidrasi.

BERBUKA DENGAN MINUMAN DINGIN

Minuman dingin akan terasa sangat menyegarkan setelah seharian menahan haus. Tidak heran jika banyak orang yang menyediakan sajian minuman dingin, seperti es buah atau es teh manis saat berbuka. Sayangnya, mitos yang dipercaya selama ini justru akan membuat sakit.

Faktanya, tubuh perlu menyeimbangkan suhu dengan minuman yang masuk ke dalamnya. Setelah tidak minum hampir 12 jam, suhu tubuh akan tinggi dan akan kaget saat diguyur dengan air dingin.

Untuk mencegah hal tersebut, perlu minum air hangat untuk buka puasa serta tambahkan 2 – 3 buah kurma. Hindari makanan berlemak saat berbuka, karena dapat mengakibatkan kegemukan. Tidak disarankan pula minum kopi, karena dapat menyebabkan asam lambung terganggu.

PUASA DAPAT MENURUNKAN BERAT BADAN

Puasa memang salah satu program diet terbaik untuk menurunkan berat badan. Namun, fakta tersebut juga harus diikuti dengan tingkat kedisiplinan diri. Tidak serta-merta berat badan akan turun hanya dengan menjalankan puasa selama satu bulan penuh.

Puasa hanya akan membuat waktu makan seseorang lebih teratur, yaitu pada pagi dan malam hari. Namun, nutrisi dan porsi makan tetap perlu dijaga. Bila hanya sahur dan berbuka dengan menu makanan berlemak, berat badan justru akan naik walau menjalankan puasa.

IBU MENYUSUI DILARANG BERPUASA

Dalam paham gizi dan nutrisi, ibu yang sedang menyusui memang diharuskan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi sebelum memberikan ASI. Banyak orang tua yang berpikir mereka tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup saat berpuasa. Faktanya, puasa justru dapat meningkatkan kualitas ASI.

Untuk memenuhi cairan tubuh, ibu menyusui tetap harus minum 8 gelas air sehari. Ini bisa dibagi menjadi 2 gelas sebelum sahur, 2 gelas setelah makan sahur, 1 gelas saat berbuka, 2 gelas setelah makan malam, dan 1 gelas sebelum tidur.

Selain itu, ibu menyusui butuh setidaknya 700 kalori. Sebaiknya tidak terlalu banyak makan makanan manis atau yang mengandung karbohidrat. Ibu menyusui juga dapat mengkonsumsi daun katuk agar produksi ASI tetap lancar.

BUMIL TIDAK DISARANKAN BERPUASA

Risiko ibu hamil memang sangat tinggi untuk berpuasa, terutama di usia trimester pertama. Terkadang, orang malah mengesampingkan puasa agar tetap mendapatkan asupan gizi seimbang. Fakta yang benar yaitu, ibu hamil tetap dapat berpuasa dengan beberapa syarat.

Pertama, ibu hamil harus tetap menjaga asupan makanan saat sahur dan berbuka. Perlu dijaga juga kebutuhan vitamin, protein, dan cairan dengan minum suplemen khusus ibu hamil dan minum air yang cukup. Tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan puasa.

LANSIA TIDAK DAPAT BERPUASA

Usia bukanlah jadi penghalang dan penentu orang untuk berpuasa. Setiap orang punya daya tahan tubuh yang berbeda-beda. Jika ada lansia yang masih ingin berpuasa, tidak dilarang dan tetap memperbolehkan melakukannya.

Namun, para lansia harus tetap mendapatkan perhatian khusus. Jika memiliki riwayat penyakit yang harus mengonsumsi obat, sebaiknya tidak melakukan puasa. Bila memang tetap ingin menjalankannya, lebih baik jika konsultasi ke dokter terlebih dahulu.


Help US With Share