Fakta Mitologi Druid

Help US With Share

Seorang Druid sering diidentikkan dengan janggut putih panjang, memakai jubah putih, memiliki burung hantu, dan ilmu sihir. Cerita rakyat serta mitos Irlandia abad pertengahan menggambarkan Druid sebagai penyihir perkasa yang memerangi Kristenisasi Emerald Isle.

Faktanya, Druid adalah agama ordo imam dan hukum di antara bangsa Celtic kuno, yakni kata druid memiliki arti ‘pohon ek’. Druid ternyata berasal dari campuran propaganda dan mitologi hingga akhirnya menjadi mitos.

Druid di zaman modern diartikan sebagai orang suci seperti dukun yang berkaitan dengan mistis dan melakukan ritual aneh, namun ini hanya mitos. Druid adalah salah satu dari dua kelas sosial terhormat di antara bangsa Celtic kuno, dan salah satunya adalah equites (ksatria atau bangsawan).

Druid bukan hanya pendeta, ia rela berkorban untuk masyarakat, melayani peran peradilan, menengahi perselisihan dan mengeluarkan hukuman. Selain itu, mereka adalah guru, mempelajari filsafat, astronomi, sains, agama, dan menyampaikan informasi itu kepada orang lain melalui tradisi lisan, sebab tulisan dilarang. Hal ini dapat memakan waktu hingga 20 tahun untuk menjadi Druid, dan Druid juga tidak diwajibkan untuk bertugas di militer atau membayar pajak. Selain itu, Druid akan menjadi penasihat politik dan bahkan kepala beberapa suku Galia. Mereka juga dilatih dalam seni medis, dan tidak membuat ramuan seperti mitos yang beredar.

Menurut cerita yang beredar, Druid melakukan pengorbanan manusia dengan membangun manusia raksasa dari ranting, mengisi manusia ranting itu dengan orang-orang, dan kemudian membakarnya.

Di zaman modern, beberapa orang terutama neo-Druid mengklaim bahwa ini hanyalah propaganda anti-Druid dari pihak Romawi. Namun, bukti arkeologis mengungkapkan bahwa adanya pengorbanan manusia oleh Druid, karena ditemukannya kerangka pria yang dicekik, ditekuk kepalanya, dan kemudian digorok lehernya, sebuah praktik yang dikenal sebagai tiga-lipatan kematian.

Ada keyakinan, bahwa Druid menyembah dewa kematian bernama Samhain pada bulan Oktober. Kesalahpahaman ini berakar pada sebuah buku dari tahun 1770 oleh seorang pria bernama Charles Vallency yang ingin membuktikan bahwa Druid berasal dari Armenia.

Kata Samhain memiliki arti ‘akhir musim panas’, karena mewakili pergeseran musim dari musim panas ke musim dingin. Ini tidak ada hubungannya dengan dewa, tapi hanya semacam hari libur, seperti Imbolc, Beltane, dan Lughnasadh.

Druid digambarkan sebagai pendeta selibat yang memiliki janggut putih panjang dan jubah putih panjang. Alasan penggambaran Druid sebagai laki-laki, kemungkinan karena sumber klasik dari Julius Caesar tidak menyebutkan Druid perempuan. Namun, ternyata ada Druid perempuan.

Ada beberapa kata untuk Druid perempuan dalam bahasa Irlandia, yakni kata bandruí, yang secara harfiah berarti ‘perempuan Druid’. Perempuan Druid muncul dalam literatur Irlandia, seperti Bodhmall, seorang Druidess yang merupakan penjaga Fionn Mac Cumhaill, dan juga Tlachtga.

Salah satu kepercayaan utama Druid adalah keabadian jiwa. Bagi mereka, jiwa itu abadi walau jasad telah mati, dan akan hidup di tubuh lain, seperti reinkarnasi. Mereka juga percaya, bahwa jiwa letaknya di otak bukan di hati. Manusia modern justru menganggap hati sebagai pusat emosi dan roh, namun ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa semuanya berpusat di otak manusia.

Ada kepercayaan, bahwa Druid kuno menganut monoteistik. Kepercayaan ini berakar pada kebangkitan modern Druidisme di abad ke-18. Dominasi kekristenan di seluruh Eropa mempengaruhi neo-Druid ini untuk menggabungkan keyakinan agama dengan konsepsi imajinasi mereka tentang Druid kuno..com)

Druid terkenal karena gagasan selibat alias memilih hidup tanpa menikah. Klaim ini didasarkan pada manuskrip pengajaran Druidic yang belum pernah diterbitkan dan disebut The Book of Pheryllt. Namun, penulis Mary Jones menunjukkan The Book of Pheryllt itu palsu.

Mary Jones menunjukan bahwa Druid itu tidak selibat, baik dalam sejarah maupun legenda. Salah satunya cerita tentang Druid Tlachtga, dan Raja Conchobhor mac Nessa dari Ulster yang merupakan putra Druid Cathbad. Mereka adalah kasta turun-temurun, yaitu jika mereka tidak menikah dan memiliki anak tidak akan ada lagi Druid.


Help US With Share