Bangunan Kosong Menyeramkan Di Dunia

DI seluruh dunia, banyak bangunan bersejarah yang telah ditinggalkan begitu lama. Mereka meninggalkan tempat tersebut karena berbagai alasan. Ada yang ditinggalkan karena sudah tidak jelas tujuannya, bencana yang tidak terduga, bahkan karena perang.
Karena lama telah ditinggalkan, kini beberapa bangunan tersebut kerap dikaitkan dengan hal mistis. Wajar jika dikaitkan dengan hal mistis, lantaran tampilan bangunan tersebut sudah tidak seindah dulu. Ditambah pula dengan cerita mistis dari warga setempat yang membuat bangunan-bangunan ini tidak lepas dari aroma mistis. Berikut beberapa bangunan yang kini terbengkalai dan menyeramkan.
Holy Cross Sanatorium
Ketika sanatorium ini dibuka pada tahun 1923 silam, fasilitas ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Amerika. Sanatorium ini dikelola oleh Suster-suster Salib Suci, sebuah ordo Katolik Roma. Namun, pada tahun 1938, sanatorium yang berlokasi di Deming, New Mexico, Amerika Serikat ini ditutup karena masalah finansial. Sebuah rentang waktu beroperasi yang cukup singkat.
Pada tahun berikutnya, sebagian besar situs terbakar oleh api yang tidak diketahui sumbernya dan susah dijelaskan. Sejak itu, terus beredar isu tentang kegiatan okultisme di sana, termasuk pengorbanan hewan. Bahkan, ada rumor yang mengatakan bahwa di suatu tempat dalam situs tersebut, terdapat sebuah terowongan yang menuju ke neraka.
Komunitas Jonestown
Pemukiman yang sekarang ditinggalkan ini adalah tempat bunuh diri massal 909 anggota sebuah sekte dengan meminum racun. Lokasinya terletak di Jonestown, Guyana.
Pada 18 November 1978 silam, pemimpin sekte komunitas terpencil di Amerika Selatan ini memerintahkan kematian semua anggotanya di lokasi ini sebagai bentuk protes terhadap kapitalisme dan tindakan dukungan untuk sosialisme.
Mereka bunuh diri dengan cara mengambil jus anggur beracun dan dipaksa untuk meminum jus beracun tersebut, dan akibatnya semua orang di pemukiman itu meninggal.
Setelah itu, lokasi tersebut dijarah oleh penduduk setempat, namun tidak pernah dihuni kembali. Pada akhirnya, lokasi tersebut ditinggalkan secara perlahan dan meninggalkan cerita mistis di dalamnya.
Suku Maya yang Hilang
Kisah suku Maya begitu populer di Dunia, banyak penelitian yang dilakukan mengenai peradaban maju di Amerika Tengah ini. Pada sekitar abad ke-10 M, seluruh kekaisaran yang membentang dari Amerika Tengah bagian utara ke Meksiko selatan tiba-tiba lenyap dan rakyatnya meninggalkan kota selamanya. Padahal, jumlah mereka pada masa itu tidak sedikit, mencapai jutaan orang.
Tidak ada yang tahu persis apa yang terjadi pada orang-orang ini atau mengapa. Ada bukti bahwa komplikasi dari kekeringan, perubahan iklim, perang, kekurangan makanan, dan bahkan penyakit berkontribusi pada kejatuhan mereka.
Tetapi beberapa ahli teori berpendapat bahwa kejatuhan suku Maya dihubungkan dengan kedatangan alien dan pesawat luar angkasa. Mereka merujuk pada ukiran yang terkenal suku Maya.
Apa pun penyebabnya, kota-kota yang sangat canggih ini seperti ditelan oleh hutan dan baru saja ditemukan kembali dengan piramida dan kuil-kuilnya yang megah. Namun, banyak meninggalkan misteri yang sampai kini masih dipelajari kebenarannya.
Chernobyl
Di Ukraina, ada satu daerah yang bernama Chernobyl yang sudah lama ditinggalkan karena terpapar radiasi yang mematikan. Kisah ini dimulai pada tahun 1986, saat sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir lokal mengalami kecelakaan fatal. Hal tersebut memaksa seluruh penduduk untuk dievakuasi dan harus meninggalkan kota hingga sekarang ini.
Tidak tanggung-tanggung, sekitar 120.000 warga di sekitar peristiwa kecelakaan, harus meninggalkan daerah tersebut. Beberapa orang sudah kembali, namun yang masih berada di zona rawan seperti Chernobyl masih tetap kosong karena tingginya tingkat paparan radiasi.
Diperkirakan bahwa area tersebut tidak akan sepenuhnya aman hingga tahun 2065, hampir 80 tahun setelah kecelakaan. Daerah tersebut kini menjadi kota mati yang menyeramkan.
Rumah Sakit Jiwa di Pulau Terpencil
Pulau kecil di lepas pantai Italia ini bisa menjadi tempat yang menyeramkan, karena menyimpan sejarah kelam yang cukup mengerikan. Pada abad ke-18, pulau ini digunakan sebagai tempat karantina bagi mereka yang menderita wabah. Namun pada kenyataannya, sebagian besar orang yang dikirim ke sana dibiarkan mati dalam jumlah ribuan, diabaikan dan dilupakan oleh masyarakat begitu saja.
Yang membuatnya lebih mengerikan, ada rumor yang menyebutkan bahwa lebih dari 100.000 orang meninggal dan dimakamkan di pulau tersebut dalam lubang-lubang besar. Setelah peristiwa tersebut, sebuah rumah sakit jiwa dibangun di pulau itu. Kemudian mulai merebak kabar bahwa dokter-dokter di sana melakukan eksperimental operasi otak yang mengerikan pada pasien tanpa diketahui pihak berwenang.
Beberapa orang percaya bahwa korban eksperimental tersebut selalu menghantui para dokter yang mengeksekusinya, bahkan membuat para dokter bunuh diri untuk lari darinya. Lama berselang setelah kejadian tersebut terjadi, banyak pengunjung pulau yang mengklaim bahwa mereka masih dapat mendengar tangisan di rumah sakit jiwa yang sudah lama ditinggalkan ini. Itu menjadi salah satu alasan mengapa tidak ada yang berani tinggal di pulau ini.
