Pamali Yang Ada Di Dunia

Help US With Share

Sebagai orang Indonesia, pasti tidak asing dengan kata pamali. Biasanya orang-orang tua dulu sering melarang anak mereka melakukan hal tertentu untuk menghindari malapetaka. Misalnya, “jangan duduk di depan pintu nanti susah jodoh.” Ternyata, pamali tidak hanya ada di Indonesia saja. Banyak negara di Asia dan sebagian Eropa yang masih percaya dengan pamali. Berikut adalah beberapa pamali dari berbagai negara.

MENYALAKAN ROKOK DENGAN LILIN

Salah satu kesulitan yang dialami perokok adalah kehilangan korek api. Terkadang, karena begitu ingin merokok, kita mungkin secara tidak sengaja menggunakan barang apa saja yang ada di sekitar untuk menyalakan rokok tersebut. Mulai dari rokok teman yang sedang menyala, lilin, kompor, atau benda lainnya.

Namun, apabila sedang berada di Jerman jangan coba-coba menyalakan rokokmu dengan menggunakan lilin. Pasalnya, ada sebuah mitos di Jerman yang mengatakan bahwa menyalakan rokok dengan lilin dapat membawa nasib buruk bagi pelaut.

Mitos ini berawal dari kebiasaan pelaut dalam membuat korek api untuk menambah penghasilan saat mereka kembali pada musim dingin setelah berlayar dalam waktu lama. Masyarakat Jerman percaya, jika kita menggunakan lilin untuk menyalakan rokok, bukan korek api, itu berarti kita menghilangkan kesempatan bagi pelaut yang membutuhkan, dan bisa membuatnya mati kelaparan.

TIDAK BOLEH MAKAN PISANG SEBELUM UJIAN

Mitos ini tidak boleh makan pisang sebelum ujian ini beredar di negara tetangga, Vietnam. Murid di Vietnam percaya, bahwa pisang akan memberikan kesulitan dalam mengerjakan ujian. Pasalnya, pisang adalah buah yang licin. Dalam bahasa Vietnam, kata licin sama artinya dengan gatal. Kata gatal di Vietnam direpresentasikan sebagai kesulitan atau petaka.

HITUNGAN GANJIL GENAP DALAM MEMBUAT JENDELA

Mitos pamali pun masih banyak di negara yang penduduknya sangat banyak, misalnya di China. Mereka memiliki pantangan angka atau jumlah. Seperti salah satunya masyarakat atau keturunan Hokian di sana jika hendak membangun rumah, maka jumlah jendelanya harus berjumlah genap. Sedangkan bagi masyarakat atau keturunan orang Khek, harus memiliki jendela dengan jumlah ganjil. Bagi masyarakat Hokian, angka genap melambangkan kerukunan. Sedangkan bagi masyarakat Khek, angka ganjil adalah angka keselamatan.

GARAM TUMPAH AKAN SIAL

Mitos ini berkembang di negara Inggris dan Skotlandia. Masyarakat di sana percaya, jika mereka menumpahkan garam di atas meja akan datang kesialan yang menimpa. Selain mengundang kesialan, masyarakat di sana percaya bahwa garam yang tumpah pada siang hari akan menciptakan perpecahan atau adu mulut.

DILARANG BERSIUL DALAM RUMAH

Warga Rusia dan Norwegia meyakini, jika mereka bersiul di dalam rumah maka keluarganya akan mendapat musibah. Musibah yang dimaksud adalah mereka akan mendapat masalah ekonomi. Mereka lebih memilih untuk bersiul di luar rumah. Sedangkan warga Norwegia percaya, jika mereka bersiul di siang hari maka hujan akan turun.

TERLALU CEPAT MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN

Mengirimkan pesan ucapan selamat ulang tahun tepat di tengah malam, menjadi budaya banyak orang Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Tidak jarang kita mengirimkan pesan ucapan selamat, bahkan sebelum pukul 12 malam. Namun, hal tersebut tidak boleh dilakukan jika berada di Jerman.

Di Jerman, mengucapkan ulang tahun terlalu awal diyakini akan membawa kesialan pada orang yang ulang tahun. Konon, setan akan mendengarkan ucapan kita dan mengubahnya jadi kebalikan dari doa yang diberikan. Misalnya, saat kita berdoa agar dia sehat selalu, maka setan akan melakukan apa pun untuk membuatnya sakit.

TIDAK BOLEH MENYIMPAN TOPI DIATAS KASUR

Mitos ini datang dari Negri Paman Sam, tepatnya mitos ini berkembang di masyarakat daerah South Carolina. Masyarakat di sana meyakini, jika mereka menyimpan topi di atas kasur mereka akan mendapatkan kesialan. Maka dari itu, setiap rumah di daerah Amerika memiliki gantungan mantel dan topi untuk mencegah pamali.

 


Help US With Share