Misteri Dunia Yang Tidak Terpecahkan (1)

Help US With Share

Sejarah lebih dari sekadar buku dan pelajaran di sekolah. Bahkan, lebih dari peninggalan yang ada di museum. Berbagai penemuan yang ditemukan oleh para arkeolog menjadi bukti jejak peradaban jaman dulu untuk manusia di masa kini.

Namun, dalam jalur waktu sejarah, ada berbagai hal yang tidak dapat dibuktikan. Bahkan, kemungkinan besar tidak akan bisa terselesaikan selamanya. Berikut misteri sejarah yang kemungkinan besar tidak akan pernah terselesaikan.

ATLANTIS

Di abad ke-4, filsuf kenamaan Yunani, Plato, mengisahkan sebuah daratan prasejarah di Samudra Atlantik yang sempat mendominasi Eropa dan Afrika, Atlantis. Namun, akibat konflik antara para penduduk Atlantis dan Dewa Dewi, maka Atlantis pun tenggelam.

Sementara kisah ini hanya gambaran antagonis dalam karya Republik oleh Plato, beberapa sejarawan mengatakan bahwa Atlantis adalah peradaban nyata di sejarah Yunani Kuno. Salah satunya adalah peradaban Minoa di Kreta yang ada hingga 1450 SM.

Namun, peradaban Minoa terletak di Mediterania, bukan di tengah Samudra Atlantik. Walau Atlantis masih menjadi pembicaraan kontroversial yang hangat, keberadaannya hingga saat ini masih tidak dapat dipecahkan.

TAMAN GANTUNG BABILONIA

Konon, Nebukadnezar II membangun sebuah taman yang megah untuk permaisurinya, Amytis. Taman ini digambarkan memiliki berbagai tanaman yang dirawat di atas permukaan Bumi dan akar-akarnya tidak menyentuh Bumi. Karena begitu megahnya, taman yang disebut Taman Gantung ini dianggap sebagai salah satu keajaiban dunia pada masa itu.

Namun, Taman Gantung Babilonia adalah satu-satunya keajaiban dunia saat itu yang tidak dapat ditemukan saat ini. Oleh karena itu, berbagai sejarawan meragukan keasliannya. Ada berbagai teori yang menjelaskan keberadaan Taman Gantung Babilonia tersebut, yaitu hanya gambaran dari taman impian kebudayaan timur, memang ada di Babilonia, tetapi hancur pada abad ke-1, bukan di Babilonia atau Nebukadnezar II, Raja Sanherib dari Asyur yang membangun Taman Gantung di Niniwe. Jika bukan di Babilonia, maka di Niniwe. Sayangnya, kedua daerah yang berada di Irak ini luluh lantak oleh peperangan dan penjarahan. Oleh karena itu, kemungkinan ditemukannya Taman Gantung Babilonia sangat kecil.

MAKAM CLEOPATRA

Setelah kalah dari pasukan Octavianus (Caesar Augustus) di Pertemuran Actium dan kehilangan pasangannya, Markus Antonius, Cleopatra VII Philopator wafat dengan cara bunuh diri. Cleopatra dan Markus konon di kuburkan di sebuah mausoleum yang indah dan bertatahkan kemegahan.

Pada tahun 2008-2009, pakar kebudayaan Mesir Kuno, Zahi Hawass, mencoba menggali di Taposiris Magna, sebuah situs di Alexandria barat. Namun, makam tersebut tidak berhasil ditemukan. Berbagai arkeolog meragukan jika makam tersebut masih ada, karena kemungkinan besar sudah dijarah dan tidak bisa ditemukan lagi.

LEGITIMASI CAESARION

Pada 47 SM, Cleopatra VII melahirkan putra bernama Caesarion yang berarti “Caesar Kecil”. Di usia ke-3 tahun, Cleopatra mengangkat Caesarion sebagai rekan penguasanya di Mesir. Namun, kebenaran bahwa Caesarion adalah putra Julius Caesar dipertanyakan.

Walau memang memiliki hubungan dengan Cleopatra, Caesar tidak mengakuinya. Bahkan, sahabat Caesar, Gaius Oppius, merilis pamflet yang membantah klaim bahwa Caesarion adalah anak Caesar. Walau begitu, Caesar tetap membiarkan Caesarion menggunakan titelnya.

Saat Cleopatra wafat pada 30 SM, Caesarion hanya memerintah Mesir selama 18 hari sebelum dibunuh oleh Augustus dan menjadi Firaun terakhir Dinasti Ptolemaik. Karena jejak tubuh Julius Caesar dan Caesarion tidak tersisa, kemungkinan besar klaim dan kebenaran legitimasi Caesarion sebagai putra Caesar tidak akan pernah terbukti.

IDENTITAS JACK THE RIPPER

Nama “Jack the Ripper” sempat menimbulkan ketakutan di akhir abad ke-19. Sosok yang beredar di Whitechapel, London, pada 1888 ini merenggut nyawa lima perempuan dan memutilasi tubuh mereka. Salah satu surat menyatakan kalau nama sosok tersebut adalah Jack the Ripper.

Hingga saat ini, kasus pembunuhan-pembunuhan ini tidak pernah dipecahkan dan Jack tidak pernah ditemukan. Beberapa orang bahkan sempat dijadikan kandidat atau mencatut nama sang pembunuh. Jika Jack the Ripper sudah tiada, maka kejahatan dan jejaknya tertutupi dan tidak akan bisa terungkap selamanya.


Help US With Share