Mengenal Neraka Dalam Agama Buddha

Help US With Share

Naraka yang berasal dari bahasa Sansekerta yaitu alam keberadaan yang menyedihkan tempat para makhluk menebus karma buruk mereka. Manusia yang dalam hidupnya cenderung ke arah penganiayaan makhluk hidup, membunuh makhluk hidup, dan senantiasa terjerumus dalam tindakan-tindakan jahat yang dilakukan baik oleh pikiran, ucapan, dan perbuatan, maka ia akan terlahir di alam Niraya ini.

Menurut ajaran Buddha, anggapan bahwa neraka adalah tempat hidup yang kekal abadi bagi semua makhluk yang selama masa hidup sebelumnya banyak berbuat karma buruk adalah salah. Tidak ada yang kekal abadi, termasuk di dalam neraka sekalipun. Setelah habis karma buruk yang menyebabkan mereka terjatuh ke dalam alam penuh derita ini, makhluk yang hidup di alam ini akan lahir kembali dalam alam-alam lain sesuai timbunan karma yang telah mereka timbun selama ribuan tahun pengembaraannya dalam samsara.

Dalam ajaran Buddha, dikenal juga neraka yang terdiri dari delapan alam, yaitu:

Avîci
Alam kehidupan bagi makhluk yang direntangkan dengan besi membara di empat sisi dan dibakar dengan api sepanjang waktu. Mereka yang pernah melakukan kejahatan terberat, yaitu membunuh ayah, ibu, melukai perasaan Buddha, niscaya akan terlahirkan di alam ini. Avîci sering dianggap sebagai alam kehidupan yang paling rendah.

Dhûmaroruva
Alam kehidupan bagi makhluk yang disiksa oleh asap api melalui sembilan lubang dalam tubuh hingga menjerit-jerit. Mereka yang membakar hutan tempat tinggal binatang, atau nelayan yang menangkap ikan dengan mempergunakan racun dan sebagainya, kebanyakan akan terlahirkan di alam ini.

Jâlaroruva
Alam kehidupan bagi makhluk yang dihanguskan dengan api melalui sembilan lubang dalam tubuh hingga menjeri kepanasan. Mereka yang suka mencuri kekayaan orang tua atau barang milik biksu, pertapa, atau merusak benda-benda yang dipakai untuk pemujaan kebanyakan akan terlahirkan di alam ini.

Kâïasutta
Alam kehidupan bagi makhluk yang dicambuk dengan cemeti hitam dan kemudian dipenggal-penggal dengan parang, gergaji dan sebagainya. Mereka yang suka menganiaya atau membunuh biksu, pertapa, atau para biksu dan pertapa yang suka melanggar vinaya kebanyakan akan terlahirkan di alam ini.

Patâpana
Alam kehidupan bagi makhluk yang digiring menuju puncak bukit membara dan kemudian dihempaskan ke tombak-tombak terpancang di bawah. Mereka yang menganut pandangan sesat bahwa pemberian dana tidak membuahkan pahala, pemujaan kepada Tiga Mestika tidak berguna, penghormatan kepada dewa tidak berakibat, tidak ada akibat dari perbuatan baik maupun buruk, ayah dan ibu tidak berjasa, tidak ada kehidupan sekarang maupun mendatang, dan tidak ada makhluk yang terlahirkan dengan seketika kebanyakan akan terlahirkan di alam ini.

Sanghâta
Alam kehidupan bagi makhluk yang ditindas hingga luluh lantak oleh bongkahan besi berapi. Mereka yang tugas atau pekerjaannya melibatkan penyiksaan terhadap makhluk-makhluk lain, misalnya pemburu, penjagal dan lain-lain kebanyakan akan terlahirkan di alam ini.

Sañjîva
Alam kehidupan bagi makhluk yang secara bertubi-tubi dibantai dengan senjata, dan begitu mati langsung terlahirkan kembali di sana secara berulang-ulang hingga habisnya akibat karma yang ditanggung. Mereka yang suka mempergunakan kekuasaan yang dimiliki untuk menyiksa makhluk lain yang lebih lemah atau rendah kebanyakan akan terlahirkan di alam ini.

Tâpana
Alam kehidupan bagi makhluk yang dibentangkan di atas besi membara. Mereka yang membakar kota, vihâra, sekolahan dan sebagainya kebanyakan akan terlahirkan di alam ini.

Selain Neraka besar, ada pula Neraka kecil yang terdiri dari delapan alam, yaitu:

Aggisamohaka: Alam neraka yang terpenuhi oleh air panas.

Angârakâsu: Alam neraka yang terpenuhi oleh bara api.

Gûtha: Alam neraka yang terpenuhi oleh tahi membusuk.

Kukkula: Alam neraka yang terpenuhi oleh abu bara.

Lohakhumbhî: Alam neraka yang merupakan panci tembaga.

Loharasa: Alam neraka yang terpenuhi oleh besi mencair.

Simpalivana: Alam neraka yang merupakan hutan pohon berduri.

Vettaranî: Alam neraka yang merupakan air garam berisi duri rotan.

Selain Neraka besar dan neraka kecil, ada juga delapan neraka dingin Asta Sitanaraka sebagai berikut :

Aruba
Karena dinginnya kulit tubuh sampai timbul gelembung-gelembung.

Atata
Karena terlalu dinginnya, hanya suara Atata yang dapat dikeluarkan dari mulut yang bibirnya sudah membeku.

Hahava (Apapa)
Karena sangat dingin, hanya suara Hahava atau Apapa yang dapat di keluarkan dari mulutnya.

Huhuva (Hahadhara)
Karena dinginnya bukan main, hanya suara Huhuva saja yang dapat dikeluarkan dari mulutnya.

Mahapadma
Karena dinginnya luar biasa, kulit tubuh membeku dan pecah-pecah seperti bunga teratai merah besar yang mekar-mekar.

Nirarbuda
Karena semakin dinginnya, gelembung-gelembung pada kulit tubuh pecah-pecah.

Padma
Karena dinginnya bukan main, kulit tubuh membeku dan pecah-pecah seperti bunga teratai merah yang mekar-mekar.

Utpala (Nilotpala)
Karena dingin yang amat sangat, kulit tubuh membeku seperti pucuk-pucuk bunga teratai biru.


Help US With Share