Kebudayaan Unik Di Jepang

Jepang adalah sebuah negara kepulauan yang berada di Asia Timur. Letaknya terletak di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Tiongkok, Korea Selatan, dan Rusia. Jepang terdiri dari 6.852 pulau dan menjadikannya sebagai negara kepulauan. Pulau-pulau utama dari utara ke selatan adalah Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu.
Hokkaido adalah pulau utama terbesar kedua di Jepang, dan merupakan Prefektur terbesar (berdasarkan luas wilayah) dan paling utara di Jepang. Honshu adalah pulau terbesar Jepang, letaknya di selatan Hokkaido, utara Shikoku di seberang Laut Pedalaman Seto, dan timur laut Kyushu di seberang Selat Shimonoseki. Shikoku adalah pulau terkecil dan yang paling sedikit jumlah penduduknya di antara empat pulau utama Jepang.
Negara Jepang terkenal dengan adat dan budayanya yang menakjubkan sejak dulu kala. Budaya tersebut dipercaya menjadi penyebab negara Jepang sangat maju dalam hal teknologi dan sumber daya manusia. Berikut beberapa budaya masyarakat Jepang yang unik dan istimewa.
TAKO
Tako merupakan suatu kebudayaan Jepang yang unik dan menarik, sebenarnya di Indonesia pun tako ini banyak kita jumpai di mana saja, khususnya ketika menjelang puasa, dan musim panas, Tako itu merupakan budaya menerbangkan layang-layang di lapangan yang luas, Desain layang-layangnya pun cukup berbeda dengan yang biasa ada di Indonesia.
Tako diartikan sebagai layang-layang. Sedangkan takoage berarti layang-layang terbang. Di Jepang, menerbangkan layang-layang adalah salah satu kegiatan yang dilakukan setiap tahun baru. Layang-layang di Jepang kebanyakan dibuat dari kertas washi dengan kerangka tipis dari bambu atau kayu cemara, sumi (tinta hitam), dan menggunakan cat dari pewarna alami yang berwarna cerah.
MATSURI
Setiap penyelenggaraan matsuri selalu disertai dengan mikoshi, mikoshi adalah miniatur kuil. Para peserta festival akan mengarak keliling miniatur tersebut. Mereka meyakini, mikoshi menjadi kendaraan yang ditumpangi para dewa. Selain sebagai bentuk syukur, matsuri juga dipercaya dapat menyerap bala atau hal buruk, menyucikan diri maupun lingkungan dari para bahaya, dan memohon panen yang berlimpah.
ORIGAMI
Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus serta enak dipandang.
Jepang menggunakan kertas khusus untuk origami. Perbedaan antara kertas biasa dan kertas origami hanyalah dari segi design dan warna saja yang sangat beragam sehingga membuat origami menjadi semakin indah dan sama sekali tidak berhubungan dengan teknik seperti lipatan kertas menjadi lebih mudah dan sebagainya.
Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula semenjak kertas mula diperkenalkan pada abad pertama di Tiongkok pada tahun 105 oleh seorang Tiongkok yang bernama Ts’ai Lun.
Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi. Washi atau Wagami adalah sejenis kertas yang dibuat dengan metode tradisional di Jepang. Di Jepang, washi juga merupakan bahan uang kertas sehingga uang kertas yang terkenal kuat dan tidak mudah lusuh.
INEMURI
Inemuri merupakan seni tidur siang yang dilakukan seseorang di tengah-tengah jam bekerja atau belajar. Bahkan, banyak juga yang melakukannya ketika berada di atas sarana transportasi, di area publik seperti stasiun, di jalanan umum, di kafe, dan lain-lain.
Jepang justru adalah salah satu negara yang paling kurang tidur di dunia. Satu studi menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat Jepang tidur hanya 6 jam 35 menit setiap malamnya. Hal ini merupakan cara bagi karyawan untuk menunjukkan seberapa besar komitmen mereka dalam bekerja.
JARANG ADA ANGKA 4
Sebagian besar masyarakat Jepang percaya dengan takhayul terkait angka 4. Angka 4 di Jepang atau dibaca dengan “shi” yang berasal dari kata “shinu” memiliki arti kematian.
Untuk mengganti nomor 4, biasanya mereka menggunakan angka 3A sebagai pengganti. Anehnya hal ini tidak terjadi pada angka satuannya saja, tetapi juga semua bilangan yang terdapat angka 4, seperti 14, 24, 34, dan seterusnya. Oleh karena itu, di Jepang tidak akan menemukan angka 4 pada suatu apa pun.
