Gunung Mistis Di Indonesia

Help US With Share

Mendaki gunung merupakan liburan yang banyak diminati oleh kaum anak muda dan para pecinta alam. Pemandangan alam serta langit biru yang menghiasi bumi akan terlihat lebih indah jika dilihat dari puncak gunung. Gunung tetaplah tempat liar selain bahaya cuaca, hewan buas juga masih menjadi ancaman mengerikan bagi para pendaki. Belum lagi hal mistis yang kerap terjadi di sebuah gunung, hampir semua gunung di Indonesia memiliki kisah mistisnya sendiri. Berikut adalah gunung yang terkenal mistis di Indonesia.

GUNUNG RAUNG, JAWA TIMUR

Gunung Raung adalah gunung berapi kerucut yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Indonesia. Secara administratif, kawasan gunung ini termasuk dalam wilayah tiga kabupaten di wilayah Besuki, Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

Lokasi gunung ini berada dalam kawasan kompleks Pegunungan Ijen dan menjadi puncak tertinggi dari gugusan pegunungan tersebut. Dihitung dari titik tertinggi, Gunung Raung merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Gunung Arjuna, serta menjadi yang tertinggi keempat di Pulau Jawa.

Letusan Gunung Raung bertipe letusan Strombolian, yaitu letusan kecil tapi terus-menerus mengeluarkan pijar. Selain keindahan yang disajikan, gunung ini juga penuh dengan kisah misteri. Bahkan keangkeran Gunung Raung sudah dikenal warga termasuk para pendaki sehingga beberapa lokasi diberi nama menyeramkan, seperti Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit, dan Pondok Angin

Menurut cerita warga setempat, pos pendakian Pondok Sumur memiliki sebuah sumur yang digunakan seorang pertapa sakti asal Gresik. Sumur dan pertapa itu dipercaya masih ada hingga saat ini, namun tidak dapat dilihat kasat mata.

Pondok kedua adalah Pondok Demit yang menurut masyarakat setempat dipercayai sebagai tempat pasar siluman atau sebagai tempat jual beli bangsa lelembut. Saat malam Jumat, di tempat itu sering terdengar keramaian seperti pasar yang lengkap dengan suara alunan musik gamelan.

Pondok ketiga adalah Pondok Mayit. Menurut cerita orang tua disana, di lokasi ini pernah ditemukan sesosok mayat orang Belanda yang di gantung di pohon setelah tewas dibunuh para pejuang tanah air.

Terakhir ada Pondok Angin yang berada di puncak bukit. Ini pos favorit para pendaki karena dari sini para pendaki bisa melihat pemandangan alam pegunungan serta landscape Kota Bondowoso dan Situbondo yang sangat indah dari puncak.

GUNUNG SALAK, JAWA BARAT

Gunung Salak merupakan kompleks gunung berapi yang terletak di selatan Jakarta, di Pulau Jawa. Kawasan rangkaian gunung ini termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Sebenarnya tidak terlalu tinggi menjulang, Gunung Salak puncaknya berada di 2.211 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bagi pendaki, Gunung Salak dikenal memiliki tiga puncak tertinggi, yaitu Puncak Sumbul (1.926 mdpl), Puncak Salak II (2.180 mdpl) dan Puncak Salak I.

Namun, situasi Puncak Salak I kerap kali membuat para pendaki enggan karena terkenal mistis sehingga membuat bulu kuduk berdiri sebelum tiba di titik navigasi. Situasi medan dengan dataran yang curam, terjal, serta pepohonan yang rimbun membutuhkan pelatihan lebih sebelum mendaki. Yang membuat adrenalin mengencang adalah kehadiran sosok-sosok misterius yang kerap kali muncul di area tersebut.

Sosok yang kerap kali ditemui di kaki Gunung Salak, pertama adalah sosok nenek berusia 80 tahun. Beliau sering memperlihatkan diri di tepian tebing, tidak jarang menyapa dan bersikap ramah, namun keanehan sering dialami. Percakapan diucapkan dengan bahasa Jawa, padahal mayoritas penduduk asli berbahasa Sunda.

Penampakan Kedua yaitu binatang sejenis babi hutan sebesar truk hingga ular dan kuda emas yang dipercaya sebagai sosok penjaga hutan. Banyak pula pendaki yang bertemu dengan macan yang konon ia merupakan jelmaan dari Prabu Siliwangi.

GUNUNG SLAMET, JAWA TENGAH

Gunung Slamet adalah sebuah gunung berapi kerucut yang terdapat di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Slamet terletak di antara 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.

Nama ini diberikan karena dipercaya gunung ini tidak pernah meletus besar dan memberi rasa aman bagi warga sekitar. Menurut kepercayaan warga setempat, jika Gunung Slamet sampai meletus besar maka Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua bagian.

Selain menampilkan pesona alam yang indah, konon ada mitos dan kisah misteri Gunung Slamet yang dipercaya oleh masyarakat sekitar maupun pendaki yang pernah mendaki di gunung tertinggi di Jawa Tengah ini. Mitos Gunung Slamet yang letusannya bisa membelah pulau jawa sering menghantui masyarakat yang percaya.

Puncak Gunung Slamet bernama puncak Surono. Menurut warga sekitar, konon dulu ada seorang pendaki bernama Surono yang meninggal di puncak Gunung Slamet karena jatuh ke jurang. Sebagai bentuk penghormatan, dibangun tugu penghormatan di atas puncak Gunung Slamet yang disebut puncak Surono.

Pada jalur pendakian Bambangan terdapat sebuah pos sementara yang bernama Samarantu. Para pendaki yang tiba di pos ini mengaku sering mendapat gangguan dari makhluk halus. Bahkan nama Samarantu sendiri konon berasal dari dua kata, yaitu ‘samar’ dan ‘hantu’. Para pendaki tidak disarankan untuk bermalam disini, dan disarankan lebih baik melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya.

Masih dari jalur pendakian Guci, terdapat kisah mistik lain mengenai sebuah air terjun yang dihuni oleh seekor naga siluman. Mereka yang bertemu siluman naga dapat meminta permohonan apapun dan akan dikabulkan dengan imbalan atau tumbal nyawa anggota keluarga.


Help US With Share