Beberapa Lokasi Poltergeist Paling Mengerikan Part-1
Poltergeist dalam bahasa Jerman diterjemahkan sebagai “roh yang berisik” atau “hantu yang berisik”. Parapsikolog menyebut fenomena ini sebagai “Recurrent Spontaneous Psychokinesis” (RSPK). Menurut wikipedia, Polterigeist adalah istilah dalam dunia paranormal untuk suatu benda yang melayang dan tidak diketahui kekuatan apa yang membuat benda itu melayang.
Dalam pembuktian adanya fenomena poltergeist, dilaporkan lokasi lokasi kejadian fenomena yang tidak bisa dijelaskan itu pernah terjadi di beberapa lokasi.
Berikut beberapa lokasi kejadian poltergeist paling menakutkan di dunia.
GREAT AMHERST
Pada 4 September 1878, Esther Cox bangun dan berteriak di kamar tidurnya, Amherst, Nova Scotia, Canada. Wanita berumur 19 tahun itu berteriak, karena ia merasakan ada tikus di bawah seperainya. Mendengar teriakannya, kakak perempuan Esther langsung memeriksa kamar Esther dan sama sekali tidak dapat menemukan jejak tikus. Yang mengerikan adalah malam berikutnya hal itu terjadi lagi, dan walau sudah diperiksa berkali-kali jejak tikus sama tidak dapat ditemukan.
Di 6 September, Esther terbangun dalam keadaan benar-benar sakit, seluruh tubuhnya membengkak dan menjadi merah, suara-suara gedoran terdengar sepanjang ruangan. Beberapa hari kemudian, anggota keluarga mendengar hal itu dan langsung menunju kamar tersebut, mereka melihat bahwa seperai Esther robek dan bertebaran. John Teed, saudara ipar dari Esther, mencoba merapikan seperai di kamar itu, tapi ia justru terlihat seperti sedang melawan suatu kekuatan tembus pandang.
Fenomena poltergeist ini membuat keluarga Esther memanggil seorang dokter bernama Dr. Carritte. Dokter tersebut berada di ruangan itu saat Esther mencoba untuk tidur dan tiba-tiba saja bantal Esther bergerak dan Carritte mencoba untuk menahannya, namun sama seperti kejadian John Teed, ia justri melawan sebuah kekuatan yang tidak terlihat. Selagi ia sedang melakukan tarik menarik, tiba-tiba sebuah tulisan muncul di dinding yang bertuliskan: “Esther Cox, kamu akan mati di tanganku!”
Minggu-minggu berikutnya, fenomena poltergeist ini mulai membuat kebakaran kecil dan ia mengancam bahwa akan membakar seluruh rumah jika Esther tidak pergi. Esther akhirnya menginap di penginapan lokal dengan teman keluarganya. Kejadian mengerikan lainnya adalah hantu poltergeist itu mengikuti Esther dan menusuk tangan Esther dengan sebuah pisau saku.
Seiring Esther bertambah dewasa, kejadian poltergeist ini semakin jarang terjadi namun kehidupan Esther telah banyak dipengaruhi, dimulai dari kehilangan pekerjaan, dituduh sebagai pelaku pembakaran, menikah dua kali, hampir meninggal, dan akhirnya meninggal di tahun 1912.
INDIANAPOLIS
Di tahun 1962, sebuah rumah yang beralamatkan di 2910 North Delaware Street, Indianapolis, US, ditinggali oleh 3 generasi wanita. 3 generasi ini adalah kepala keluarga Renate yang merupakan seorang janda, ibunya Lina Gemmeck, dan anak perempuannya, Linda. Ketiga wanita ini tidak akur satu sama lain dan terlihat sering bertengkar, hal itupun diperburuk dengan fenomena poltergeist yang terjadi di rumah mereka.
Dimulai dari cangkir yang bergerak sendiri, bunyi keras yang tiba-tiba terjadi, kaca yang pecah, hingga gelas yang melayang ke arah Lina Gemmeck. Di samping itu, bekas cakaran dan gigitan juga sering terlihat di tubuh para wanita ini, dikatakan bahwa bekas itu menyerupai bekas gigitan dan cakaran kelelawar. Anehnya, walaupun kelelawar memang ada di Indiana, namun mereka selalu hibernasi saat musim dingin, jadi kemungkinan kelelawar tidaklah mungkin terjadi.
Para polisi yang dipanggil oleh keluarga ini akhirnya mengetahui, bahwa kejadian ini disebabkan oleh Lina Gemmeck. Mereka menangkapnya saat ia sedang melempar benda ke tembok dan ia ditangkap atas perbuatan poltergeistnya ini. Walau begitu, beberapa orang seperti tetangga mereka mengatakan juga mengalami hal ini dan tidaklah memungkinkan Lina Gemmeck yang menyebabkan hal tersebut. Lina Gemmeck akhirnya diimgrasi balik ke Jerman dan kejadian menyeramkan ini tidak pernah lagi terjadi.
JABOTICABAL
Di tahun 1965, seorang gadis bernama Maria Jose Ferreira adalah korban dari fenomena Poltergeist paling terkenal di Brazil, tepatnya di Jaboticabal, Sao Paulo, Brazil. Di rumahnya tiba-tiba batu muncul begitu saja dan memecahkan berbagai hal. Keluarga Maria kemudian memanggil pendeta untuk melakukan pengusiran, namun itu justru memperburuk keadaan.
Tidak hanya batu yang dilempar semakin besar, furnitur juga berterbangan. Maria bahkan harus mengalami hal itu lebih buruk saat ia merasa ditampar, digigit, dan di tubuhnya tiba-tiba tertanam berbagai jarum hingga paling banyak pernah ada 55 jarum harus dilepaskan dari pergelangan kakinya. Lebih buruk lagi saat ia ada di sekolah, bajunya tiba-tba terbakar.
Paranormal kemudian menemui Maria dan mengatakan bahwa hantu yang menggentayangi Maria adalah hantu poltergeist yang marah, karena Maria adalah penyihir di kehidupan sebelumnya dan dalam kehidupan sebelumnya, ia pernah mengambil nyawa seseorang. Orang itulah yang menggentayangi Maria dan bertekad melakukan hal itu sepanjang hidup Maria. Menyedihkannya, umur Maria tidaklah panjang karena ia bunuh diri dengan racun saat ia berumur 16 tahun. Sesudah itu semua kejadian serupa tidak pernah lagi terjadi.
KUBURAN GREYFRIARS
Kuburan Greyfriars di Edinburgh, Skotlandia, memang sudah terkenal akan reputasinya sebagai rumah para hantu. Pada tahun 1999, seorang tunawisma masuk ke kuburan ini untuk mencari tempat berteduh. Ia menaiki sebuah makam di kuburan itu dan memulai sebuah kejadian yang sangat menyeramkan.
Makam itu tiba-tiba bergoyang sendiri membuat si tunawisma lari ketakutan dengan dikelilingi abu orang yang telah mati. Tidak lama setelah kejadian itu, orang-orang mulai mengaku telah melihat kemunculan aktivitas-aktivitas aneh di sekitar makam itu. Bahkan dewan kota harus menutup kuburan itu hingga Jan-Andrew Henderson mengajukan saran untuk membuat sebuah tur aktivitas supranatural di sekitar makam itu. Jan-Andrew Henderson sendiri adalah seseorang yang tinggal di dekat kuburan Greyfriars dan melihat kejadian itu sebagai peluang bisnis.
Ia bukanlah seseorang yang percaya akan fenomena supranatural, hingga tiba saatnya ia mengalami hal itu secara langsung. Ia mengatakan bahwa di sekitar tempat itu sering terjadi aktivitas poltergeist seperti kebakaran dan banyak binatang mati yang tidak dapat dijelaskan asal muasalnya, bahkan rumahnya sendiri terbakar dengan semua catatan poltergeist tentang makam itu hilang ditelan api. Para turis yang mengikuti tur juga mengaku mengalami kejadian poltergeist, seperti ditarik, didorong, dijambak, disenggol, dan banyak lainnya.
Dikatakan sejak tahun 1999, ada sekitar 350 orang yang telah secara langsung mengalami kejadian itu dan setengahnya pingsan setelah mengalami fenomena mengerikan ini.
