Aswang, Makhluk Takhayul Filipina

Help US With Share

 

Aswang merupakan mahluk supernatural yang sering muncul di dalam kepercayaan tradisional masyarakat Filipina, terutama kaum Kristiani. Diceritakan Aswang memiliki berbagai gambaran seperti, setan penghisap darah, pemakan organ tubuh, monster, setan pemakan manusia, dan seorang dukun.

Jika ditelusuri, Aswang sudah didokumentasikan dalam catatan sejarah milik orang Spanyol yang pernah menjajah Filipina pada abad ke 15 dan abad ke 16. Dalam catatan sejarah tersebut, Aswang digambarkan sebagai takhayul penduduk lokal atau sebagai setan dari sudut pandang misionaris Spanyol yang saat itu sedang mempropagandakan ajaran Kristiani.

Lalu, setelah melewati masa penjajahan, masa kemerdekaan, dan arus Nasionalisme masa kediktatoran Marcos, Aswang akhirnya memperoleh status sebagai kepercayaan masyarakat Filipina dan sebagai cerita rakyat dalam skala nasional.

Sosok Aswang merupakan mahluk supernatural yang merakyat, tidak hanya tersembunyi di desa nelayan, desa pertanian atau pedalaman gunung. Sosok Aswang juga muncul pada mitos perkotaan yang menjelma menjadi nenek-nenek yang dapat berlari dengan cepat di jalan bebas hambatan di Manila.

Diceritakan juga menjelma menjadi wujud seorang ibu yang pergi ke luar negeri untuk mencari pekerjaan, yang kemudian terkena pengaruh dari kekuatan jahat. Setelah dirinya pulang dari luar negeri, dia kemudian membunuh dan memakan anaknya sendiri. Daya imajinasi tentang Aswang yang tumbuh di dalam pengaruh lokal, berkembang melampaui batas lokal dan menjadi level nasional, bahkan melewati batasan negara dan berkembang dalam skala global.

Aswang juga sering terlihat di berbagai media. Ada satu hal yang mengejutkan, penampakan Aswang bahkan sempat diberitakan di media. Aswang bahkan juga sering dijadikan sebagai topik utama dalam novel ataupun komik fiksi. Namun yang sering terjadi belakangan ini, Aswang sering diperlihatkan di berbagai serial televisi maupun film.

Ada beberapa film Filipina yang lebih dikenal sebagai film Tagalog, menjadikan Aswang sebagai subyek utama cerita. Contohnya, film seri horor popular Shake Rattle & Roll, yang menampilkan Aswang. Atau ada pula film yang muncul di tahun 2011 yang mendaur ulang dari film Aswang produksi tahun 1992.

Beberapa tahun ini Aswang juga terlihat muncul dalam berbagai genre film, misalnya film Ang Darling Kong Aswang, film yang bergenre komedi. Ada juga film Corazon: Ang Unang Aswang, yang menekankan masuk kedalam genre romantis atau percintaan.

Di kehidupan sehari-hari, dalam cerita atau gambaran yang sering menampilkan Aswang, ada kecenderungan untuk mengaitkan cerita tentang Aswang dengan suatu daerah tertentu. Aswang diduga berasal dari provinsi Capiz yang ada di pulau Panai, dan terletak di daerah Visayas barat.

Lalu, ada juga kondisi di mana Aswang mempengaruhi suatu daerah atau orang tertentu secara mendalam. Sebagai contohnya, kondisi di mana kepercayaan dan takhayul tentang Aswang sebagai dukun yang mengakibatkan diskriminasi dan pengucilan terhadap penduduk dari desa tertentu.

Pada dasarnya, dalam konteks kolonialisasi, Aswang merupakan mahluk misterius yang keberadaannya sudah pasti diragukan. Di dalam cerita Filipina yang bertema pencerahan tentang kemajuan dan perkembangan modernisasi, eksistensi Aswang tidak diperlukan lagi dan punah.

Seperti yang terlihat sampai saat ini, dengan daya imajinasi yang sangat luas, Aswang dapat muncul dan berkembang lebih jauh lagi dalam berbagai gambaran dan konteks. Cerita tentang Aswang yang ditampilkan dalam media, dapat mempengaruhi kondisi suatu daerah secara sosial, ekonomi, dan religius. Dalam kondisi mikro, dapat berupa diskriminasi dan pengucilan yang terjadi dalam desa, bahkan kehidupan seseorang.

Cerita takhayul seperti Aswang, akan selalu terasa nyata dan berada di belakang jejak dari perkembangan dan kemajuan daerah. Oleh karena itu, agar dapat memahami masyarakat dan budaya Filipina, tidak akan bisa terlepas dari makhluk yang disebut Aswang

 

 


Help US With Share