Ajian Sakti Dari Tanah Jawa

Help US With Share

Luasnya wilayah Indonesia diyakini masih menyimpan berbagai misteri tentang kemampuan ilmu spiritual hingga ajian sakti atau ilmu bela diri.

Hal ini diperkuat oleh beragamnya suku dan budaya yang ada di Indonesia, sehingga tidak menutup kemungkinan pendekar atau jawa dari berbagai daerah memiliki ajian sakti.

Diyakini dari semua Provinsi atau daerah di Indonesia memiliki ajian ajian andalan yang sakti. Namun, kali ini kita akan bahas ajian sakti dari tanah Jawa.

Seperti yang diketahui, ilmu kanuragan tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Jawa zaman dahulu. Di samping untuk menjaga diri, ilmu kanuragan juga meningkatkan derajat seseorang hingga nantinya mendapat gelar sebagai jawara atau pendekar.

Ada beberapa ajian kanuragan yang sangat terkenal dalam dunia persilatan tanah Jawa yang disebut memiliki ajian yang tersakti, baik itu aliran ilmu hitam maupun ilmu putih. Konon, saat ini masih ada orang yang memiliki ilmu tersebut dengan berbagai syarat dan amalan serta pantangan yang harus dijalani. Berikut ajian sakti yang beraasal dari tanah Jawa.

GELAP NGAMPAR

Ajian gelap ngampar berasal dari kata yang dalam bahasa Jawa memiliki arti petir menyambar. Konon, ajian sakti ini dimiliki Patih Gajah Mada Ajian gelap ngampar tergolong sebagai salah satu ilmu tingkat tinggi, dan tidak semua orang mampu mencapai tingkatan ajian ini.

Jika disalurkan lewat suara, maka yang mendengar suaranya akan menjadi tuli. Jika ajain ini dibaca saat perang, siapa pun yang mendengar teriakan dari pemilik ajian ini akan langsung menyerah atau melarikan diri. Jika ajian ini disalurkan melalui telapak tangan, tubuh yang terkena pukulannya akan terasa panas seperti tersambar petir.

Ajian ini memiliki mantra yang harus dibaca saat akan menggunakannya, serta untuk dapat menguasai kemampuan ini seseorang harus menjalani puasa 40 hari dengan makan hanya satu kali setiap jam 12 malam. Setelah itu dilanjutkan dengan puasa Ngelowong 7 hari 7 malam, yang dimulai dari hari Sabtu kliwon.

LEMBU SEKILAN

Orang yang mengusai ilmu lembu sekilan akan menjadi sakti mandraguna, karena memiliki tameng kebal saat bertarung dengan musuh.

Pendekar lembu sekilan tidak akan tersentuh lawan, begitu kuatnya perisai gaib ini pukulan atau senjata lawan akan meleset sekitar 50 cm dan hanya mengantarkan angin saja. Untuk menguasai ilmu lembu sekilan, seseorang harus menjalani puasa ngidang selama 40 hari.

Puasa ngidang yakni puasa yang dimulai pada Kamis Wage dan dilakukan seperti puasa pada umumnya, dan yang membedakan hanya dalam hal buka dan sahur. Saat puasa tidak sahur, dan bukanya hanya diperbolehkan makan dedaunan berbumbu garam dan minum menggunakan air Kendi.

Setelah selesai berpuasa 40 hari, dilanjutkan dengan puasa Ngebleng selama tiga hari tiga malam serta tidak boleh makan, minum, dan tidur.

RAWA RONTEK

Ilmu rawa rontek adalah aliran ilmu hitam yang banyak dimiliki oleh jawara tanah Jawa masa dulu. Mereka menggunakan ajian ini agar dapat hidup abadi.

Bagi siapa yang belajar ilmu rawa rontek dan mencapai kesempurnaan ajaran ini, ia akan sangat susah untuk dikalahkan.

Konon tubuhnya yang terluka saat duel dapat kembali pulih dengan sekejap. Tubuh yang terputus pun dapat l menyatu kembali, bahkan saat meninggal pun dapat hidup kembali.

WARINGIN SUNGSANG

Ajian waringin sungsang merupakan ajian tersakti dalam dunia persilatan tanah Jawa, ilmu kanuragan ini memiliki dampak yang mematikan. Siapa pun yang diserang ajian ini akan terserap energi kesaktiannya dan langsung lumpuh hingga roboh tidak berdaya. Konon ajian waringin sungsang ini diciptakan Sunan Kalijaga.

Diciptakannya waringin sungsang bertujuan untuk memerangi kejahatan yang dilakukan oleh para pendekar zaman dahulu penganut aliran ilmu hitam. Sebagai aliran ilmu putih, untuk mendalami ajian ini seseorang harus melakukan sejumlah laku dengan membaca lafal yang menyertakan nama-nama Allah SWT.

Arti waringin berarti pohon beringin, sedangkan sungsang yakni terbalik di mana akar berada di atas, sehingga Waringin Sungsang bermakna kehidupan berasal dari sumbernya yang akan terus hidup.

Karena begitu tingginya falsafah yang terkandung dalam ajian Waringin Sungsang ini, maka hanya kepada para pendekar yang sudah menyelesaikan urusan diri sendirilah ilmu ajian ini boleh diwariskan oleh Sunan Kalijaga.


Help US With Share