Albert Einstein

Seorang Einstein Menolak Menjadi Presiden Israel

Help US With Share

percayagapercaya.com – Begitu besar namanya hingga terkenal pada zaman dahulu hingga zaman sekarang. Seorang ilmuwan penemu Atom,, juga terkenal dengan rumus Unik yaitu E=MC2.

Banyak ilmuwan-ilmuwan saat ini terinspirasi oleh seorang Einstein dimana untuk mengenang dan mencari penyebab kepintaran beliau, mereka berani melakukan hal-hal yang di luar logika salah satunya adalah dengan melakukan pembedahan otak Eintein kemudian karena tidak mendapatkan apa-apa maka menyimpan dan mengawetkannya didalam guci selama 43 tahun.

Tetapi pembahasan yang akan ditulis pada artikel ini adalah bagaimana seorang Eintein, seorang ilmuwan yang sangat pintar. Bisa dan berani menolak ketika diminta menjadi presiden Israel.

Yahh…Albert Einstein seorang ilmuwan terkemuka pada zaman itu berani dengan tegas menolak, bahkan ketika utusan khusus pemerintah Israel datang kepadanya. Namun penjelasannya mengatakan bahwa, baginya jabatan bukanlah yang utama. Tetapi pengabdian kepada kebenaranlah yang jauh lebih utama. Padahal dia bisa menjabat presiden tanpa perlu melakukan kampanye maupun keluar uang. Bahkan dia dibebaskan melakukan apapun yang dia suka termasuk menggeluti fisika.

Einstein juga menolak berdirinya negara Israel, menurut dia negara dalam lingkup nasionalisme adalah kebodohan belaka. Nasionalisme adalah penyakit kemanusiaan. Einstein juga konsisten dengan pendapatnya bahwa semua manusia itu sama dan untuk itu yang perlu dibuat bukanlah negara baru, tapi Perserikatan Bumi. Dimana semua manusia berada dibawah perserikatan dengan hak dan kewajiban yang sama.

Dia juga tidak setuju dengan komunisme yang dimana hanya segelintir elit menajdi diktator atas kaum proletar. Einstein menginginkan sosialisme dimana hak-hak individu untuk berbicara dan mengemukakan pendapatnya juga dijunjung tinggi.

Karena ungkapan tersebut membuat semua orang banyak mencela dirinya. Mulai dari kapitalis, sampai komunis, dari jerman sampai orang Yahudi yang dimana adalah teman-temannya sendiri. Tentu kebenaran Einstein adalah kebenaran sains, yang dimana dia menganggap bahwa agama hanyalah pola pikir kekanak-kanakan manusia.

Baca Juga: Wanita Loncat di Emporium Mall Pluit

Ternyata kini kita sudah melihat bahwa sosialisme demokratis adalah jalan terbaik politik. Walaupun mayoritas masih belum sadar akan pentingmya perserikatan bumi dan belum meninggalkan kepercayaan semu agama dan fundamentalisme atheisme. Kebenaran juga terbukti dengan fondasi sains yang kokoh, adalah kebenaran yang sejati dan pijakan manusia dalam konstelasi kemanusiaannya.

Albert Einstein

Dari kesimpulan diatas adalah bahwa Einstein berani melawan keinginannya sendiri, tetap berpijak pada ilmu semesta yang diterapkan dibumi. Demi meluruskan niat kemanusiaan untuk menjadikan bumi sebagai tempat tinggal bersama, untuk seluruh manusia, demi seluruh manusia dan kalau perlu untuk semua makhluk semesta.


Help US With Share