Neraka Menurut Agama Kristen

Help US With Share

Dalam setiap agama dapat ditemukan ajaran tentang arti dari neraka, dan dalam Kristen neraka bukan menjadi suatu hal yang aneh atau asing. Umumnya kita sudah sangat mengerti tentang neraka terutama bagi yang sering membaca Alkitab. Hal yang pasti, neraka merupakan tempat yang memang nyata adanya, dan bukan menjadi khayalan atau karangan. Neraka menjadi suatu hal yang nyata bukan karena pernah ada seseorang yang mengunjungi neraka, namun memang sudah tertulis dalam Alkitab.

Dalam Alkitab khususnya pada Perjanjian Baru sering disebut tentang kenyataan dari neraka, khususnya dari pengajaran Tuhan Yesus sendiri dan ini menjadi bukti jika neraka menjadi salah satu hal penting untuk iman kita orang Kristen.
Menurut Ajaran Kristen, Yesus sudah sangat tegas membicarakan tentang neraka yang sudah tertulis dalam Alkitab. Pada Matius 25:41-46 tertulis jika Yesus mengajarkan 4 buah hal paling penting mengenai neraka yang sudah selayaknya membuat manusia menjadi takut dengan kekalnya hukuman tersebut sehingga lebih membuat kita termotivasi untuk menjauhi hukuman neraka abadi tersebut.

Gambaran neraka menurut Kristen di hari penghakiman, Yesus akan bersabda untuk semua orang yang tidak melakukan pertobatan dan tidak percaya, “Enyalah dihadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk (Mat. 24:41).” Ini juga diucapkan Yesus pada tempat lain dalam Alkitab dimana memiliki maksud untuk memberikan penjelasan tentang keadaan penghakiman terakhir untuk orang yang sudah menolak-Nya.

Neraka yang terpisah dengan Tuhan memiliki arti terpisah dari semua dan dari segala sesuatu yang baik. Sulit untuk kita dalam membayangkan bagaimana hidup tanpa kehadiran Tuhan, sebab orang yang sudah sangat berdosa dan paling jahat di dunia pun masih mendapatkan berkat serta anugerah dari Tuhan. Kita dapat bernafas dari udara yang sudah Tuhan ciptakan untuk kita serta makan dan minum dari semua yang sudah Tuhan sediakan untuk kita. Namun saat di neraka, maka semua kasih, anugerah dan juga berkat yang Tuhan berikan tidak akan ada sedikit pun dan ini mungkin akan membuat mereka yang masuk ke dalam neraka akan sangat merindukan kehadiran Tuhan yang sudah tidak mungkin untuk didapatkan lagi selamanya.

Tetapi, bukan berarti Tuhan tidak ikut campur mengenai neraka, sebab Tuhan juga akan selalu mengendalikan dan mengaturnya [Mazmur 139:7-8]. Terpisahnya manusia dari Tuhan di neraka bukan berarti manusia bisa sesuka hati terbebas dari Tuhan, sebab manusia tetap harus menjalani hukuman untuk semua dosa yang sudah diperbuat seperti yang sudah ditentukan Tuhan pada hari penghakiman dan Tuhan sendiri akan tetap mengawasi hukuman atas manusia tersebut. Semua orang di neraka akan terpisah dan tidak dapat berkomunikasi dengan Tuhan sekaligus tidak mendapatkan kasih serta kebaikan yang Tuhan berikan.

Yesus bersabda jika api neraka yang kekal sudah dipersiapkan untuk para iblis dan juga para malaikat yang membangkang, [Matius 25:41]. Manusia diciptakan untuk Tuhan, sementara neraka diciptakan untuk setan beserta pengikutnya. Akan tetapi manusia yang penuh dengan dosa dan tidak percaya dengan Yesus sebagai Juru Selamat juga akan menjalani kehidupan abadi di neraka bersama setan dan pengikutnya tersebut.

Neraka merupakan tempat pembalasan untuk keadilan dengan cara membayar semua hukuman yang sudah pantas kita terima. Neraka merupakan tempat ulat dari bangkai tidak akan mati, dan api tidak akan padam [Markus 9:48]. Neraka menjadi tempat sumber penderitaan [Lukas 16:28]. Yohanes juga mengatakan jika neraka merupakan tempat untuk mereka yang tidak bertobat bersama dengan setan serta malaikatnya dan akan minum anggur dari murka-Nya serta disiksa dengan api dan juga belerang di depat mata para malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba [Wahyu 14:10].

Asap api akan mulai menyiksa mereka dan naik sampai selamanya dan siang malam tidak akan berhenti [Wahyu 14:11]. Hukuman haruslah setimpal dengan perbuatan, penyiksaan serta hukuman neraka diperuntukkan bagi semua kejahatan serta orang yang berdosa. Semua yang menolak kebenaran Alkitab akan dipandang sebagai pengkhianat yang tidak sadar akan dosanya.

Walau tidak semua orang menyetujui tentang gambaran neraka menurut Kristen yang mempunyai hukuman neraka yang abadi, namun Yesus memberi ketegasan dan Ia memakai sifat yang serupa untuk menjelaskan secara bersama siksaan yakni neraka dan kehidupan yakni surga yang kekal. Jika neraka bukan tempat yang kekal, maka surga berarti juga bukan tempat yang kekal. Tuhan adalah kekal dan tidak menerima dosa sekecil apa pun di dalam surga, sehingga semua dosa adalah melawan Ia yang kekal dan dosa harus dijatuhkan dengan hukuman yang juga bersifat kekal.

Semua orang yang masuk ke dalam neraka tidak lagi mendapat pertobatan dan pengampunan dan hukuman tersebut akan terus berlangsung selama-lamanya.

Pada Perjanjian Baru digunakan banyak istilah yang digunakan dalam neraka seperti dapur api, tempat ratapan, menjalani hukuman kebinasaan selamanya, kertakan gigi, dijauhkan dari hadirat Tuhan, api yang tak padam, lautan api serta belerang dan sebagainya. Hal-hal tersebut menggambarkan jika neraka merupakan tempat yang sangat menyakitkan dan membuat sengsara.

Neraka merupakan hukuman terberat dari semua hukuman yang pernah dirasakan manusia saat di bumi. Tidak hanya karena intensitasnya, akan tetapi karena lama hukuman yang bersifat abadi. Neraka Tempat Orang Yang Tidak Percaya Yesus Meskipun neraka diciptakan untuk iblis serta pengikutnya, akan tetapi manusia juga akan masuk ke neraka saat mereka tidak percaya dengan Tuhan Yesus dan hidup dalam dosa.

Saat orang tidak percaya diadili, maka mereka akan masuk ke dalam hukuman neraka untuk selamanya dan mereka akan menyusul iblis ke neraka. Inilah penglihatan tentang neraka yang diberikan oleh Tuhan Yesus pada salah satu rasul-Nya, yakni Yohanes. Sehingga ajaran yang Tuhan Yesus berikan beserta para rasul dan juga Perjanjian Lama, Yahudi juga menuliskan mengenai neraka yang memang benar adanya.


Help US With Share