Mitos Dan Legenda Danau Di Indonesia

Help US With Share

Keindahan danau di Indonesia, sering kali terhampar dengan cerita-cerita mistis dan legenda yang menyertainya. Berikut beberapa danau yang tidak hanya memikat mata dengan pesona alamnya, namun juga memesona hati dengan mitos yang melingkupinya.

DANAU KACO

Terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi, Danau Kaco menyimpan legenda tragis Raja Gagak dan Putri Napal Melintang. Putri cantik ini menarik perhatian pemuda dan pangeran, namun jodohnya ditentukan oleh sang ayah, Raja Gagak. Dalam usahanya untuk menjaga kecantikan Putri Napal Melintang, Raja Gagak menyelenggarakan sayembara dengan maksud terselubung.

Para pangeran membawa hantaran berupa emas dan permata, namun akhirnya Raja Gagak melakukan tindakan tragis dengan menodai putrinya dan membawanya ke Danau Kaco, bersama dengan semua harta pinangan.

Sejak saat itu, Danau Kaco bersinar indah pada malam hari, diyakini berasal dari harta yang ditenggelamkan oleh Raja Gagak. Legenda cinta tragis ini memberikan sentuhan magis pada Danau Kaco, menjadikannya tetap memikat dengan cerita yang menyentuh hati.

DANAU KELIMUTU

Danau Kelimutu, atau Danau Tiga Warna, memiliki mitos tentang dua pasangan, Ata Polo dan Ata Bupu, yang hidup-hidup ditelan bumi. Kisah ini terkait dengan munculnya tiga danau dengan warna berbeda, menciptakan fenomena unik yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.

DANAU KERINCI

Danau Kerinci di Provinsi Jambi, yang kini begitu indah, menyimpan kisah misterius dalam legenda Naga Calungga. Awalnya bernama Danau Gedang, danau ini meluas hingga menutupi Lembah Kerinci.

Dua kakak beradik, Calungga dan Calupat, memainkan peran kunci dalam cerita ini. Calungga sosok pemberani dan kasar, sedangkan Calupat sosok yang halus dan cerdas. Memiliki sifat yang berbeda karena mustika warisan orang tua, yaitu batu merah untuk Calungga dan batu putih untuk Calupat.

Cerita dimulai saat Calungga menemukan telur besar dan mengabaikan saran Calupat untuk menunggu petunjuk Dewa. Setelah telur dimakan, Calungga berubah menjadi naga haus, menyebabkan air bah dan membentuk Danau Bento.
Calupat diusir, dan Naga Calungga membuka jalan ke negeri baru. Legenda ini meninggalkan Danau Kerinci sebagai kenangan ajaib dan misterius, serta menjadi warisan yang mempesona dan memikat bagi pengunjung.

DANAU SENTANI

Danau Sentani di Papua dikenal dengan kisah naga yang mendiami danau, dianggap sebagai leluhur masyarakat Sentani. Mitos ini terwujud dalam berbagai kerajinan lokal, seperti lukisan kulit kayu, yang menggambarkan naga sebagai bagian integral dari sejarah danau.

Selain naga, konon ada sepasang kura-kura raksasa berwarna putih yang menjadi penunggu Danau Sentani. Dua ekor kura-kura itu merupakan pasangan jantan dan betina. Saat muncul di permukaan, terlihat seperti hamparan pasir putih.

Biasanya, makhluk legenda itu muncul ke permukaan jika ada kepala suku atau ondofi yang akan meninggal dunia. Kemunculan makhluk itu tidak hanya ketika akan ada yang meninggal, namun juga saat akan terjadinya bencana.

DANAU TOBA

Danau Toba, merupakan terbesar di Indonesia yang menyimpan legenda tentang pemuda bernama Toba. Ia menemukan ikan emas ajaib yang berubah menjadi perempuan cantik. Pernikahan mereka menghasilkan anak bernama Samosir, dan legenda ini berkaitan dengan pelanggaran sumpah Toba yang membuat Pulau Samosir di danau tersebut.

DANAU TONDANO

Danau Tondano menyimpan legenda cinta antara Marimbaouw dan Maharimbouw yang tidak direstui oleh alam. Pernikahan mereka memicu kemarahan alam, dan menyebabkan negeri tenggelam di bawah danau.

DANAU SITU BAGENDIT

Danau Situ Bagendit terletak di Garut, Jawa Barat. Situ Bagendit di Garut, Jawa Barat, memiliki kisah tentang Nyai Endit yang kikir dan congkak. Cerita ini mengisahkan tentang azab dan hukuman alam terhadap perilaku tidak adil. Tongkat tertancap di tanah menjadi simbol azab, dan danau ini terbentuk saat Nyai Endit menolak mengubah perilakunya.


Help US With Share