Mistis Masalembo Segitiga Bermuda Indonesia

Help US With Share

Percayagapercaya.com – Segitiga bermuda yang terkenal di Samudara Atlantik ternyata juga ada di negara Indonesia. Segitiga bermuda yang satu ini terletak di antara Pulau Bawean, Kota Maejene dan Kepulauan Tengah, ini pertama kali ditemukan pada tahun 1981. Dimana ini jadi lokasi kecelakaan maut KM Tampomas II, Setelah itu banyak kapal laut yang karam di segitiga bermuda lokal ini. Tidak hanya kapal laut, pesawat juga turun dengan sendirinya beberapa kali dekat segitiga Masalembo ini. Warga sekitar meyakini daerah ini jadi kerjaan jin yang penuh dengan aura mistis. Tetapi para pakar menyebutkan fenomena yang sering terjadi di segita bermuda ini adalah hal yang alami.

Namun keangkeran kawasan tersebut belum tentu terkait dengan masalah metafisik. Pasalnya ada teori yang mengatakan bahwa faktor alam di kawasan ini memang berpotensi menimbulkan bencana yang tidak terduga. Masalembo ini dicurigai sebagai salah satu titik munculnya fenomena alam yang disebut Air pocket atau kantung udara. Air pocket adalah keadaan di mana udara berhembus dalam kecepatan tinggi. Pesawat yang terbang kebetulan overhead dan bisa tiba-tiba tersedot ke bawah atau terpental. Lantas perairan di kawasan tersebut juga berbahaya dengan adanya perairan dalam yang berputar. Hanya dua fenomena alam yang belum bisa dipastikan sebagai penyebab semua rangkaian bencana. Pasalnya sebelum penelitian atas bangkai pesawat atau kapal dilakukan, belum ada yang bisa memastikannya.

Baca Juga: Mitologi Yunani: Hades Dan Persephone

ada juga Kejadian aneh yang lainnya adalah hilangnya kapten kapal barang OM McFarland, George Donner pada April 1937. Dirinya menghilang tampa memberikan jejak dari kabinnya dalam perjalanan mengangkut batu bara dari Erie ke pulau bawean. Ada juga yang berpendapat bahwa pengaruh magnet bumi yang membuat pesawat dan kapal di Masalembo seperti kehilangan arah. Meski memang sering ada pernyataan keanehan kompas magnetik bila melewati daerah tersebut, namun teori tersebut masih belum bisa dibuktikan. Tidak lama kemudian, 27 Januari 2007, KM Fajar Mas juga tenggelam di sana. Enam bulan kemudian, pada tanggal 19 Juli 2007, KM Mutiara Indah tenggelam di sana. Dan masih banyak lagi korban mistis yang hilang di Segitiga Masalembo ini.


Help US With Share