Mistis Internasional: Danau Tengkorak Di Gunung Himalaya
Percayagapercaya.com – Tidak hanya tinggi melainkan ada Danau Tengkorak Di Gunung Himalaya. Dimana danau ini akan muncuk ketika es mencair, yang biasanya terjadi selama satu bulan dalam setahun. Ketika itu nantinya adanya Ratusan Kerangka manusia akan terlihat menonjol dari Danau yang airnya sangat dingin sedalam 2 meter. Kumpulan tulang dengan potongan-potongan daging dan rambut telah menjalani proses pengawetan secara alamia melalui pengeringan. iklim yang dingin, dan tentu dalam proses yang panjang. Lantas apa yang sebenarnya sudah terjadi sehingga begitu banyak sekali orang mati di Danau Roopkund di Uttarakhand, India, ini?
Selama bertahun-tahun, kebenaran yang menakutkan ini dibiarkan menghilang. Penduduk disana menamakan danau yang terletak di ketinggian 5.000 meter di atas permukaan air laut itu sebagai “Mystery Lake” atau merupakan Danau Misterius. menurut kepercayaan Hindu dan mitos aneh yang sudah muncul dari masa lalu. Seorang penjaga hutan dari Inggris menemukan Danau Tengkorak ini saat sedang mendaki gunung ketika Perang Dunia ke II berlangsung. Dirinya menduga, Tengkorak Di Gunung Himalaya ini, merupakan tentara Jepang yang menyelinap masuk melalui jalur India. Namun pelarian dari Jepang ini, sudah terlalu lama di Gunung Himalaya dan tidak tahan dengan dingin.
Sementara itu, yang lain mmeberikan pendapat bahwa tengkorak ini milik tentara yang pulang dari perang Kashmir Tibet pada tahun 1841. Ada yang memberikan pendapat bahwa tengkorak-tengkorak itu milik pihak kerajaan King Raja Jasdhaval dan istrinya, Rani Balampa, setelah mereka terjebak badai salju. Setelah di usut, Danau tersebut, merupakan salah satu yang dipergunakan untuk melakukan bunuh diri. Jadi jika anda nantinya kesana waktu es mencair, tulang dan juga tengkorak manusia akan muncul dipermukaan. Meskipun dikenal sebagai tempat yang misterius, para Peziarah Hindu tetap melakukan perjalanan menuju tempat suci di India Utara untuk menyembah dewa Nanda Devi melalui danau ini. Para peneliti menduga bahwa kematian terjadi di masa lalu, mungkin diakibatkan perjalanan ekstrem yang dilalui oleh para penjelajah.
