Misteri Penemuan Di Benua Antartika

Help US With Share

Sejak penjelajahan pertama Antarktika pada tahun 1800-an hingga saat ini, keajaiban yang ada di dataran es raksasa ini selalu menarik perhatian. Selain menjadi benua putih yang dingin, Antarktika juga menyimpan banyak misteri yang menarik untuk dipecahkan.

Kondisi yang keras, suhu beku, dan tandus membuat Antarktika tidak ramah bagi manusia. Selain itu, di tempat ini banyak menyimpan fenomena alam yang aneh. Berikut beberapa misteri yang ada di Antarktika beserta penjelasannya.

FOSIL PURBA DAN HUTAN HUJAN

Antarktika merupakan wilayah kuno yang mengalami transformasi selama jutaan tahun. Sebelum menjadi gurun beku seperti saat ini, Antarktika pernah menjadi wilayah yang hangat dengan hutan hujan dan mungkin peradaban.

Teori ini berkembang setelah penemuan fosil kayu, yang menunjukkan keberadaan hutan hujan di Antarktika. Para ilmuwan juga menemukan satu ton fosil dari hewan laut, burung, dan dinosaurus dari zaman kapur. Para ilmuwan juga menemukan sel sperma yang usianya diperkirakan sekitar lima puluh juta tahun.

MCMURDO DRY VALLEYS

Berbicara tentang gurun, mayoritas orang membayangkan dataran berpasir yang panas. Namun, faktanya Antarktika merupakan gurun terbesar di dunia.

Sekitar 99 persen benua ini tertutup es, namun 1 persen sisanya terdapat lembah kering yang dikenal sebagai McMurdo Dry Valleys yang terdiri dari bukit pasir. Ini menjadi situs yang sangat penting untuk para peneliti.

McMurdo Dry Valleys memiliki iklim yang mirip dengan Mars, dan para ilmuwan percaya bahwa wilayah ini mungkin menyimpan rahasia kehidupan planet lain.

AIR TERJUN DARAH

Di McMurdo Dry Valley, air terjun berwarna merah cerah mengalir dari Gletser Taylor ke Danau Bonney. Pemandangan ini terlihat seperti semburan darah di es, dan para ilmuwan menemukan penyebab di balik fenomena misterius ini.

Air berwarna merah ini dulunya merupakan danau asin yang sekarang terputus akibat pembentukan gletser di atas danau. Airnya terawetkan 400 meter di bawah tanah dan menjadi lebih asin dari waktu ke waktu, yang saat ini tiga kali lebih asin daripada air laut dan tidak dapat membeku.

Air asin ini tinggi kandungan besi serta tidak memiliki oksigen atau terpapar sinar matahari. Saat air keluar melalui celah di gletser dan bersentuhan dengan udara, kandungan besinya mengalami oksidasi dan berkarat hingga membuat air berwarna merah seperti darah.

ES BERNYANYI

Ross Ice Shelf merupakan lapisan es terbesar di Antarktika dengan tebal ratusan meter dengan luas mencapai 500 ribu kilometer persegi. Selain ukurannya yang besar, lempengan es ini juga menyimpan misteri, karena seperti memainkan melodi yang menakutkan.

Menurut Live Science, suara yang keluar dari lempengan es besar ini diakibatkan oleh angin yang bertiup melintasi bukit salju. Angin ini menciptakan getaran permukaan dan nada seismik hampir sepanjang waktu. Para ilmuwan kemudian menggunakan lagu tersebut sebagai alat untuk memantau lapisan es secara real time, melacak stabilitas, dan kerentanannya untuk runtuh.

LADANG METEORIT PURBA

Antarktika merupakan ladang emas untuk mencari meteorit. Walau meteorit dapat jatuh di seluruh pemukaan bumi, namun batu luar angkasa ini mudah ditemukan di Antarktika, karena kondisinya yang dingin dan kering mempertahankan pecahan batu.

Permukaannya yang putih dan bersih membuat meteorit lebih mudah dikenali. Selain itu, hampir semua batu yang ditemukan di Antarktika merupakan batuan luar angkasa, karena hanya sedikit batuan yang terbentuk secara alami di lapisan es Antarktika.

Sejak tahun 1976, ada lebih dari 20 ribu sampel meteorit luar angkasa yang berhasil dikumpulkan. Pada 2013, tim ilmuwan Jepang dan Belgia menemukan meteorit terbesar di Antarktika Timur dengan berat 18 kilogram. Tim melanjutkan pencarian meteorit selama 40 hari, dan berhasil menemukan 425 meteorit dengan berat total 75 kilogram.

LUBANG RAKSASA

Sebuah lubang seukuran Irlandia ditemukan di Antarktika pada tahun 2017. Lubang berukuran 78 ribu kilometer persegi itu merupakan lubang terbesar yang pernah diamati sejak tahun 1970-an.

Lubang ini disebut polynya dan ditemukan di Laut Weddell di Samudra Selatan. Polynya terbentuk karena air yang lebih hangat dan asin yang ditemukan di bagian laut yang lebih dalam. Air hangat didorong oleh arus laut, mencairkan es di permukaan.

Para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin mengapa polynya dibuat, tetapi kemungkinan para mamalia laut menggunakan lubang ini untuk bernafas. Namun, para ilmuwan masih terus berusaha memahami dampak dari lubang raksasa ini.

DANAU BAWAH TANAH

Sulit membayangkan apa yang ada di bawah lapisan es tebal di Antarktika, namun para ilmuwan telah menemukan sejumlah danau bawah tanah. Danau bawah tanah Antarktika pertama kali ditemukan pada tahun 1970 dengan bantuan radar. Para ilmuwan memperkirakan ada sekitar 400 danau yang berada di Antarktika.

Diperkirakan, danau ini terbentuk setelah Antarktika terpisah dari Gondwanaland. Danau ini tidak membeku akibat tekanan dari berat lapisan es.

Pada tahun 2014, ilmuwan dari Montana State University melakukan studi di Danau Whillans, dan menemukan ekosistem mikroorganisme yang beragam dan aktif di danau. Ini adalah spesies luar biasa yang belum pernah terpapar udara segar atau sinar matahari selama jutaan tahun. Mereka semua menggunakan metana dan amonium untuk berkembang.


Help US With Share