Legenda Desa Sugisawa

Help US With Share

Desa Sugisawa ini tersembunyi di dalam pegunungan daerah Aomori. Pada suatu hari, ada seorang pria dari desa tersebut yang mendadak menjadi gila. Dalam satu hari, dia membunuh semua orang yang tinggal di desa itu dan kemudian dia melakukan bunuh diri.

Tak ada yang tahu mengapa dia bisa menjadi gila, atau mengapa dia melakukan tindak yang sangat keji itu. Akibat dari tindakan yang sangat mengerikan itu, Desa Sugisawa kini menjadi desa yang kosong. Kejadian hari itu sangatlah keji dan membuat pemerintah daerah memutuskan untuk membiarkan desa tersebut kosong. Setelah itu pemerintah daerah menghapus semua jejak desa itu dari peta daerah.

Untungnya, desa tersebut letaknya berada jauh di pedalaman pegunungan, jadi sangat mudah untuk menutupi kejadian kejam yang pernah terjadi tersebut. Tapi, tentu saja, mereka tidak bisa menghapus fakta bahwa di sana pernah terjadi tindakan yang kejam. Terdapat beberapa rumor bahwa masih ada bekas darah yang tebal di seluruh desa, dan siapapun yang mendekati desa itu konon akan kena kutuk oleh roh jahat yang tinggal di sana.

Menurut legenda yang beredar, tidak mungkin untuk bisa sampai ke Sugisawa tanpa meninggalkan jalan lurus yang menuju ke dalam pegunungan dan melanjutkan di jalan yang berliku. Setelah itu pasti kita akan melihat papan dengan sebuah peringatan yang berdiri di jalan masuk. Peringatan itu mengatakan, “Kalian boleh masuk, tapi tanggunglah sendiri resikonya”. Di sana juga dapat ditemukan sebuah gerbang kuil merah tua pada jalan masuknya, dan sebuah batu yang memiliki bentuk seperti tengkorak di bawah tiang gerbang kuil.

Legenda tentang Desa Sugisawa muncul pertama kali disekitar tahun 1990an, namun kejadian yang diceritakan pada legendanya itu diakui terjadi di awal era Showa (Akhir 1920an dan awal 1930an). Cerita itu merupakan salah satu cerita terbesar yang tersebar melalui internet saat dikeluarkan.

Ceritaitu menjadi sangat populer saat beberapa media telah menulisnya, dan menayangkannya di acara TV Kiseki Taiken Unbelievable pada tahun 2000 yang telah menarik perhatian publik. Episodenya diatur untuk menemukan desa khayalan itu dan menentukan jika desa itu nyata atau tidak. Mereka mencarinya bukan hanya di daerah Aomori tetapi juga melalui kisah serupa di seluruh Jepang, namun pada akhirnya desa itu tidak pernah ditemukan. Acara tv itu pun kemudian menyatakan bahwa Desa Sugisawa kemungkinan berada di sebuah dimensi ruang waktu lain, yang dapat muncul dan menghilang sesuai keinginan.

Setelah programnya tayang, banyak orang yang pergi untuk mencari sendiri desa tersebut, mengupload blog dan video youtube tentang penemuan mereka, yang masih bisa kita lihat di internet hingga hari ini. Walau ada klaim yang bertentangan, tidak ada seorangpun yang pernah menemukan Desa Sugisawa yang asli seperti dalam legenda.

Legenda Desa Sugisawa berawal di Aomori, lokasi dimana desa itu seharusnya berada. Terdapat desa nyata yang disebut Kosugi. Sebuah desa kecil dalam distrik Obatakezawa di kota Aomori. Area ini mendapatkan nama tersebut karena “sebuah arus sungai gunung yang mengalir melalui pepohonan cemara.” Sugi berarti cemara dan Sawa berarti rawa atau sungai gunung. Orang-orang akan bilang mereka akan pergi ke ‘pepohonan cemara,’ yang mana terdengar seperti kata ‘Sugisawa’ dalam bahasa Jepang, dan karena itulah kenapa disebut seperti itu. Namun, desa itu hanya dapat diakses dengan berjalan kaki, dan setelah lama berlalu, desa itu di tinggalkan karena adanya penurunan populasi, bukan karena tindak kriminal pembunuhan berantai.

Terdapat tindak kriminal yang nyata pada tahun 1938, waktu yang sama saat legenda Sugisawa seharusnya terjadi, yang terjadi di desa kecil bernama Kamo, dekat dengan Tsuyama di daerah Okayama.

Seorang pria bernama Mutsuo Toi yang saat itu berusia 21 tahun, membunuh 30 orang dan melukai tiga orang sebelum akhirnya dia bunuh diri. Toi memiliki penyakit tuberculosis, dan catatan bunuh dirinya mengatakan bahwa para penduduk desa memperlakukannya dengan keji, sehingga ia akhirnya melakukan balas dendam. Dia mengendap-endap masuk ke rumah warga dalam waktu semalam sambil membawa senjata shotgun, katana dan kapak untuk membunuh lebih dari setengah penduduk desa, sebelum dia bunuh diri di saat fajar.

Meskipun jarak Okayama dan Aomori  terpisah jauh, entah bagaimana kisah tindak kriminal di Okayama tersebut telah diadaptasi oleh desa yang ditinggalkan di Aomori dan menjadi legenda modern Desa Sugisawa.

Ada beberapa petunjuk yang seharusnya dapat dilihat saat mencapai Desa Sugisawa:

1. Terdapat sebuah papan di jalan masuk dengan tulisan, “Kalian dilarang melawati wilayah ini. Tak ada jaminan untuk nyawa kalian jika kalian masuk.” Terdapat berbagai variasi pada tulisan di papannya, tapi setiap versinya menyatakan jika kita melewatinya, kita akan terkena masalah besar.

2. Terdapat gerbang kuil tua berwarna merah pada jalan masuk desanya, dibawah gerbang itu kita akan menemukan sebuah batu yang bentuknya seperti tengkorak.

3. Saat mulai memasuki desa, kita akan menemukan beberapa bangunan kosong dengan noda darah yang masig menempel di dinding bangunan itu.


Help US With Share