Bayi Rebus Di Rumah Kentang
Bayi Rebus Di Rumah Kentang merupakan salah satu cerita yang sangat seram. Cerita rumah kentang dibandung ini sudah sangat melegenda. Namun memimiliki mitos dan beberapa fakta yang bermunculan. Sejak kecil, sampai kita tumbuh, tentu kita pernah mendengar cerita-cerita horor tentang kota kita sendiri. Cerita-cerita ini diberi nama sebagai legenda urban, di mana cerita-cerita horor tersebar di kota tanpa kepastian persis apa yang salah
Di masa lalu, terutama di sebuah rumah di Jalan Dharmawangsa Jakarta Selatan. Ada seorang anak kecil yang jatuh ke dalam kuali yang digunakan untuk merebus kentang sampai anak tersebut meningal. Namun, beberapa kata, di rumah ada anak kecil yang sangat nakal.aking nakalnya, seorang pekerja rumah tangga (PRT) di rumah itu tak tahan menghadapinya. ngga suaru saat, ketika si PRT tersebut sedang memasak kentang di kuali yang besar, dia menjatuhkan anak itu ke dalam kuali dan memotongnya untuk dihidangkan dalam suatu acara pesta di rumah itu. Sehinga membuat pemilik rumah ini, memakan daging anaknya sendiri.
Sejak ini terjadi, dirumah tersebut sering tercium aroma kentang dan sering juga terdengar suara anak kecil yang sedang menangis. Informasi ini didapat dari seorang yang berada di depan rumah tersebut sedang berjualan. Saksi ini sering kali mencium aroma kentang pada saat malam hari, sedangkan rumah ini sudah lama sekali kosong dan tidak terurus. Selain aroma kentang yang menyegak, cerita rumah kentang yang sering didengar masyarakat Bandung lainnya adalah hantu anak kecil yang bermain di pekarangan rumah. Warga yang mengaku pernah melihat sosok hantu anak kecil ini melaporkan bahwa ia terkadang ikut numpang di dalam mobil atau motor warga.
Baca Juga : Misteri Bojog Salem
Mitos rumah kentang yang berikutnya adalah cerita tentang bangunannya yang sudah ditinggalkan sehingga menjadi sarang makhluk gaib. Salah satu makluk gaib yang sering meneror tempat ini adalah seekor anjing jadi-jadian. Dari laporan banyak warga, sering sekali mereka melihat seekor anjing berwarna coklat berlarian. Di daerah Jalan Aceh dan menghilang tepat di depan rumah kentang.
Cerita lainnya mengatakan bahwa sosok anjing tersebut lebih besar dibandingkan anjing biasanya. Bulunya berwarna hitam dan matanya menyala semerah api. Apabila tidak sedang menampakkan diri, suara gonggongan dan geraman anjing tersebut sering terdengar di ujung Jalan Aceh sampai depan rumah kentang. Konon, anjing tersebut adalah peliharaan dedemit yang menguasai Jalan Aceh, yang juga memutuskan untuk menempati rumah kentang yang sudah lama kosong.
