Rumah Tua Angker Di Semarang

Bangunan rumah tua atau kuno sering kali memiliki kesan yang angker. Terlebih lagi jika bangunan rumah itu tidak ditempati selama bertahun-tahun, termasuk rumah kosong yang ada di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Di Kota Semarang, ada sederet rumah atau bangunan kuno yang sering dikatakan angker, berbagai kisah misteri pun mengeringi bangunan atau rumah tua di Semarang ini. Berikut beberapa rumah tua di Kota Semarang yang terkesan angker dan sering memunculkan kisah misteri yang dapat membuat merinding.
RUMAH ABRAHAM FLATTERMAN
Berada di Jalan Kiai Saleh, Kota Semarang, Rumah Abraham Flatterman sempat dicap sebagai rumah tua yang angker. Hal ini dikarenakan sebelum tahun 2018, rumah peninggalan zaman Kolonial Belanda itu terkesan tidak berpenghuni dan tidak terawat. Namun, saat ini Rumah Abraham Flatterman sudah direnovasi. Bahkan, bangunan yang saat ini dikelola Yayasan Mardi Waluyo ini sering digunakan untuk acara pernikahan dan lain-lain.
ISTANA PAMULARSIH
Rumah tua yang tidak kalah seram dan melahirkan kesan angker adalah rumah yang terletak di Kampung Bojongsalaman, Semarang Barat. Rumah tua itu merupakan peninggalan pengusaha kaya raya asal Semarang yang dijuluki Raja Gula Asia, Oei Tiong Ham. Rumah ini dulunya juga sering disebut Istana Pamularsih.
Disebut istana, karena rumah ini merupakan tempat tinggal Oei Tiong Ham sebelum pindah ke Istana Gergaji yang saat ini dijadikan kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng di Jalan Kiai Saleh.
Kondisi Istana Pamularsih saat ini tidak terawat, walau di halaman rumah ini dihuni warga. Sementara lantai dua rumah ini tidak dihuni sama sekali, dan konon sering terlihat penampakan makhluk halus berwujud perempuan berambut panjang terurai mengenakan baju warna putih.
RUMAH SPANYOL
Rumah Spanyol berada di kawasan Gajah Mungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bangunan rumah ini terlihat megah dari luar, namun juga terlihat menyeramkan dan angker. Disebut rumah Spanyol, karena dulunya rumah ini dihuni warga negara Spanyol.
Namun, rumah ini lalu dibiarkan terlantar dan tidak dihuni. Konon, rumah ini tidak ditempati sejak 1970-an, pasca terjadinya kasus pembunuhan di rumah ini.
Rumah Harta Karun Semarang
Rumah tua ini terletak di Jalan Teuku Umar, Kota Semarang. Disebut rumah harta karun, karena rumah yang terletak di kawasan Jatingaleh, Semarang, ini konon dulunya tempat tentara Prancis menyimpan hartanya saat melarikan diri dari kejaran tentara Prancis pada tahun 1811 silam.
Pemilik rumah ini bahkan mengaku, sempat didatangi seorang warga negara Prancis bernama Jean Kneal yang menanyakan perihal harta karun tersebut. Rumah harta karun Semarang ini memang terlihat angker, karena bangunan rumah tersebut tampak kuno dengan gaya arsitektur Belanda. Walau demikian, rumah ini ternyata sudah puluhan tahun ditinggali Nursahit dan keluarganya. Bahkan, di samping rumah tua itu juga berdiri tempat indekost.
VILLA SINGONTORO
Villa Singontoro merupakan rumah tua yang berada di kawasan Tanah Putih, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Rumah itu konon sudah ada zaman kolonial Belanda, dan dibangun pada tahun 1928. Tidak diketahui siapa pemilik rumah yang memiliki gaya arsitektur Belanda ini.
Walau demikian, konon rumah ini sempat dibeli seorang pengusaha keturunan Tionghoa pada tahun 1980 silam. Namun, setelah dibeli rumah ini tidak ditempati. Akibatnya, rumah yang populer dengan sebutan Vila Singontoro ini pun terlihat angker.
Berbagai kisah misteri pun menyelimuti rumah ini, mulai dari penampakan noni Belanda, hingga sosok nenek tua. Villa Singontoro juga sempat dijadikan lokasi uji nyali di sebuah acara televisi swasta, konon rumah ini juga sering didatangi orang untuk mencari pesugihan.
