Tidur Sambil Mendengarkan Podcast, Aman atau Tidak?
Percayagapercaya — Bagi sebagian orang, suasana kamar yang terlalu sunyi justru membuat mereka sulit terlelap. Memutar podcast atau siniar menjadi salah satu cara untuk mengatasi kondisi tersebut. Suara yang menemani menjelang tidur dianggap mampu membuat pikiran lebih tenang dan mengurangi kecemasan.
Sebenarnya, kebiasaan ini tidak selalu buruk. Mendengarkan podcast sebelum tidur bisa membantu sebagian orang lebih mudah terlelap, terutama ketika pikiran sedang dipenuhi kekhawatiran. Namun, kebiasaan tersebut juga berpotensi mengganggu kualitas tidur jika dilakukan secara tidak tepat.
Kini, berbagai aplikasi menyediakan fitur audio book atau buku audio yang memungkinkan pengguna menikmati cerita tanpa harus membaca. Beberapa layanan bahkan menawarkan cerita khusus pengantar tidur dengan suara latar yang menenangkan dan fitur pengatur waktu agar audio berhenti secara otomatis.
Podcast Bisa Membantu Mengatasi Kesulitan Tidur
Psikolog sekaligus penulis buku Navigating Sleeplessness, Lindsay Browning, menilai mendengarkan podcast dapat menjadi kebiasaan yang bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami kecemasan atau kesulitan tidur.
Menurut Browning, suara dari podcast bisa mengalihkan perhatian seseorang dari pikiran yang terus berputar. Alih-alih berfokus pada masalah yang membuat gelisah, seseorang dapat memusatkan perhatian pada topik lain untuk sementara waktu.
“Siniar dapat membantu mengalihkan perhatian seseorang dari pikiran yang sibuk untuk sementara waktu, karena memberikan topik lain untuk dipikirkan,” kata Browning.
Podcast dengan tema ringan atau menghibur, termasuk siniar komedi, juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang sedang merasa khawatir. Konten semacam ini bisa membantu pikiran beralih dari kecemasan yang membuat seseorang sulit beristirahat.
Meski demikian, manfaatnya tidak sama bagi setiap orang. Jenis konten, kebiasaan tidur, dan respons seseorang terhadap suara perlu menjadi pertimbangan sebelum menjadikan podcast sebagai teman tidur setiap malam.
Mengapa Podcast Justru Bisa Mengganggu Tidur?
Walaupun dapat membantu mengalihkan pikiran, mendengarkan podcast saat hendak tidur tidak selalu menjadi solusi yang tepat. Pada kondisi tertentu, kebiasaan ini justru membuat seseorang semakin sulit terlelap.
Browning menjelaskan bahwa otak bisa tetap aktif ketika seseorang berusaha mengikuti isi podcast. Apalagi jika pembahasannya menarik, pendengar mungkin terus memperhatikan cerita atau percakapan yang berlangsung.
Suara yang terus diputar juga berpotensi membangunkan seseorang ketika ia sudah mulai tertidur. Akibatnya, waktu istirahat bisa terganggu tanpa disadari.
Masalah lainnya muncul ketika seseorang mengalami kesulitan tidur secara berulang dan mulai merasa cemas setiap kali berada di tempat tidur. Dalam situasi seperti ini, mendengarkan sesuatu untuk memaksakan diri agar tertidur justru dapat memperburuk kecemasan.
Kebiasaan tersebut juga berpotensi membuat otak menerima sinyal yang bertentangan. Tubuh berada di tempat tidur untuk beristirahat, tetapi otak tetap berusaha terjaga demi menyimak audio.
Jika berlangsung terus-menerus, seseorang bisa terbiasa mengaitkan waktu di tempat tidur dengan aktivitas mendengarkan, bukan dengan tidur. Hal ini dapat menyulitkan proses membangun kebiasaan tidur yang sehat.
Pilih Audio yang Menenangkan dan Tidak Terlalu Menarik
Bagi orang yang merasa terbantu dengan suara saat hendak tidur, memilih jenis audio yang tepat dapat menjadi langkah awal. Cerita pengantar tidur biasanya dirancang dengan tempo lambat, suara lembut, serta isi yang tidak terlalu merangsang perhatian.
Sebagian konten juga menggunakan teknik ASMR (autonomous sensory meridian response), yaitu rangsangan suara atau sensasi tertentu yang bagi sebagian orang terasa menenangkan.
Konten dengan karakter seperti ini dibuat agar pendengar tidak perlu terus-menerus berkonsentrasi mengikuti alur cerita. Dengan begitu, audio diharapkan dapat menemani proses relaksasi tanpa membuat otak terlalu aktif.
Namun, tidak semua orang menyukai cerita pengantar tidur yang minim konflik atau pembahasan. Podcast lain tetap bisa menjadi pilihan selama pendengar merasa lebih tenang dan tidak terdorong untuk terus mengikuti setiap bagian pembicaraan.
Browning menyebut podcast yang menarik atau menghibur, seperti siniar komedi, juga dapat membantu mengalihkan perhatian ketika seseorang sedang memikirkan masalah tertentu.
Bagi orang yang terus-menerus mengalami gangguan tidur, mendengarkan audio saat mencoba terlelap belum tentu menjadi pilihan terbaik. Jika suara justru menambah kecemasan atau membuat pikiran semakin aktif, kebiasaan tersebut sebaiknya dievaluasi.
Perhatikan pula apakah podcast membuat tidur lebih mudah atau justru menyebabkan seseorang terjaga lebih lama. Jika pendengar terus menunggu bagian cerita berikutnya, memutar ulang episode, atau terbangun karena suara, audio mungkin bukan solusi yang sesuai.
Menggunakan pengatur waktu agar podcast berhenti otomatis juga dapat membantu membatasi durasi pemutaran. Namun, fitur ini tidak menjamin tidur menjadi lebih berkualitas jika konten yang dipilih tetap membuat otak aktif.
Pada akhirnya, kebutuhan tidur setiap orang berbeda. Podcast bisa menjadi teman sebelum tidur bagi sebagian orang, tetapi suasana hening mungkin lebih efektif bagi orang lain.
Jika kesulitan tidur terus berulang hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan hanya mengandalkan podcast sebagai solusi. Mencari bantuan tenaga kesehatan dapat membantu menemukan penyebab dan cara penanganan yang sesuai.
