Dewa Dewa Penting Dari Suku Maya
Peradaban Maya telah mempesona manusia sejak keruntuhannya yang misterius pada abad ke-9. Sangat canggih dan sangat asing bagi dunia modern, bangsa Maya percaya bahwa alam semesta terdiri dari tiga bagian: bumi ( kab ), langit ( kan ), dan dunia bawah ( xibalba ).
Mereka juga memiliki jajaran dewa yang berkaitan dengan setiap aspek kehidupan. Beberapa sejarawan memperkirakan bahwa secara total, ada lebih dari 200 dewa. Dewa-dewa ini berubah-ubah, dan jarang mewakili satu hal saja. Pemahaman kita tentang mereka relatif terbatas, tetapi dewa-dewa tertentu telah didokumentasikan dan pentingnya mereka tercermin dalam kehadiran mereka di berbagai situs Maya.
Berikut adalah beberapa dewa terpenting bagi peradaban suku Maya.
CHAAC
Chaac adalah dewa hujan, ia sangat populer di wilayah Yucatan, Meksiko, dan gambarnya dapat ditemukan di seluruh situs Maya utama seperti Chichen Itza. Chaac biasanya digambarkan dengan kapak petir, yang ia gunakan untuk menyerang langit dan mendatangkan hujan. Raja-raja dikenal meniru dewa hujan dalam peperangan dalam upaya untuk menyalurkan murka dan amarahnya. Ia biasanya juga digambarkan dengan sisik reptil, taring, dan hidung panjang yang membulat.
Seperti banyak dewa Maya lainnya, ia sering digambarkan sebagai empat dewa, bukan satu, masing-masing dikaitkan dengan arah mata angin yang berbeda. Menurut cerita rakyat, salah satu raja Chichen Itza dikenal sebagai Chac Xib Chaac (Chaac dari timur). Dalam tradisi Maya akhir, Chaac dikaitkan dengan pengorbanan manusia, dan para pendeta yang melakukan hal ini dikenal sebagai chacs.
CIZIN
Cizin (yang berarti ‘si bau busuk’ dalam bahasa Maya) adalah dewa gempa bumi, dan penguasa dunia bawah. Ciri khasnya yang paling mudah dikenali adalah ‘kalung kematiannya’, yang menampilkan mata tanpa tubuh yang tergantung pada tali sarafnya. Walau ia juga digambarkan sebagai kerangka dengan rokok yang mengepul dari waktu ke waktu.
Tidak mengherankan, Cizin sering digambarkan bersama dewa perang. Saat bangsa Spanyol tiba dan memulai upaya penginjilan mereka yang ekstensif, mereka menyamakan Cizin dan Setan untuk membuat gagasan Kristen tentang iblis lebih mudah dipahami.
HUNAB KU
Hunab Ku adalah dewa yang kompleks, diyakini sebagai gabungan berbagai dewa pada masa kolonial menjadi sesuatu yang menyerupai Tuhan Kristen, dan tampaknya Spanyol berupaya mengaitkan Hunab Ku secara erat dengan Itzamná untuk membuat gagasan tersebut lebih koheren.
Dari teks-teks Maya, tidak jelas apakah ada sosok yang mirip dengan Hunab Ku dalam jajaran dewa-dewa pra-Kolombia, karena bangsa Maya adalah penganut politeisme dan keberadaan Hunab Ku tampaknya kurang sesuai.
Hunab Ku bukanlah satu-satunya dewa yang ‘diciptakan’ atau diadaptasi oleh Spanyol agar lebih sesuai dengan agama Kristen: Maximon adalah dewa hibrida Spanyol-Maya lainnya, yang lebih dikenal sebagai penipu dan sering digambarkan sebagai kerangka perokok berat.
ITZAMNÁ
Itzamná adalah salah satu dewa terpenting bagi suku Maya, ia adalah pencipta, dan penguasa siang dan malam. Dipercaya sangat baik dan melindungi manusia, ia adalah sosok yang mengajarkan manusia cara menanam jagung dan menggunakan kalender, serta menjadi dewa pengobatan.
Sifatnya yang baik hati dan bijaksana, secara umum membuatnya sering digambarkan sebagai seorang lelaki tua dengan senyum tanpa gigi. Gambaran populer lainnya seringkali menggambarkan Itzamná sebagai dewa burung. Beberapa raja Maya dianggap mampu mewakili para dewa, termasuk Itzamná. Catatan tentang raja-raja ini telah ditemukan di Palenque, Yaxchilan, dan Dos Pilas, di antara situs-situs lainnya.
IX CHEL
Ixchel adalah dewi jaguar, yang terutama dikaitkan dengan pengobatan dan kebidanan. Ia dikatakan memiliki dua wujud, yaitu wanita muda dan wanita tua renta, dan tinggal di cenote (lubang air). Pada abad ke-16, tempat suci Ix Chel (di pulau Cozumel modern) telah menjadi tempat ziarah penting bagi wanita yang berharap mendapatkan pernikahan yang bermanfaat. Penakluk Cortes menulis tentang tempat suci lain di dekatnya di mana wanita muda yang belum menikah dipersembahkan sebagai korban kepada Ix Chel.
KUKULKAN
Dikenal sebagai ular bersayap, Kukulkan adalah salah satu dewa Maya yang paling tersebar luas, disembah dari dataran tinggi Guatemala hingga semenanjung Yucatan di Meksiko. Suku Aztec juga memiliki dewa yang setara, yaitu Quetzelcoatl.
Terlepas dari pentingnya peran Kukulkan, makna sebenarnya dari keberadaannya masih belum jelas. Beberapa percaya bahwa sayapnya (bulu) memberinya kekuatan untuk terbang, yang berarti ia dikaitkan dengan langit. Kisah lain menyebutkan, bahwa Kukulkan memiliki kekuatan untuk menyebabkan gempa bumi. Sementara beberapa mengklaim, bahwa ia adalah dewa yang memberi manusia hukum dan kemampuan untuk menulis.
Kuil-kuil untuk Kukulkan telah ditemukan di situs-situs Maya di seluruh semenanjung Yucatan, dan ia sering ditemukan menghiasi bangunan dan kuil di seluruh wilayah yang dulunya merupakan peradaban Maya.
YUM KAAX
Seringkali disalahartikan sebagai dewa jagung, Yum Kaax sebenarnya adalah dewa tumbuh-tumbuhan dan hewan liar. Akibatnya, ia populer di kalangan pemburu dan dapat membuat perburuan berhasil dengan membimbing anak panah. Para petani juga sering mempersembahkan hasil panen pertama mereka kepadanya. Yum Kaax sangat penting pada zaman pra-Kolombia, sebelum kontak dengan Spanyol, tetapi para pemburu Maya saat ini masih secara rutin meminta izin dari Yum Kaax sebelum mereka memasuki hutan.
