Pulau Pulau Unik Di Dunia

Pulau merupakan salah satu tempat yang menyimpan ragam keindahan. Suasana yang sepi dan tenang kerap menjadi pilihan seseorang untuk melepas penat. Beberapa negara tentunya memiliki sebuah pulau yang kerap disebut sebagai ‘Pulau Tersembunyi’. Namun ada beberapa pulau di dunia yang memiliki bentuk unik yang tidak berpenghuni, berikut diantaranya :
PULAU EL OJO THE ROTATING, ARGENTINA
Di Argentina, ada sebuah pulau berbentuk lingkaran hampir sempurna, terlihat terapung di sebuah rawa yang juga berbentuk lingkaran. Pulau ini dikenal sebagai El Ojo atau The Eye dan telah terlihat hampir selama dua dekade.
Karakteristik pulau yang tidak biasa membuatnya dijuluki sebagai ‘The Eye’ (mata) atau ‘El Ojo” dalam bahasa Spanyol. Yang menjadikannya misteri adalah pulau tersebut dapat bergerak dan berputar pada porosnya.
El Ojo pertama kali ditemukan oleh seorang sutradara dan produser film Argentina, Sergio Neuspillerm yang sedang mencari lokasi syuting untuk sebuah film paranormal. El Ojo, Pulau Mengambang yang Mirip Mata dan Sering Pindah Tempat. Di Argentina, ada sebuah pulau berbentuk lingkaran hampir sempurna, terlihat terapung di sebuah rawa yang juga berbentuk lingkaran. Ada banyak teori yang mengatakan bagaimana pulau ini terbentuk, mulai dari UFO hingga pertanda kehadiran Tuhan di Bumi.
PULAU CHRISTMAST, AUSTRALIA
Pulau Natal adalah sebuah wilayah terluar Australia yang terletak di dekat Pulau Jawa, tepatnya di sebelah barat daya Pulau Jawa. Iklimnya merupakan iklim tropis. Meskipun letak geografisnya lebih dekat dengan Pulau Jawa, pulau ini berada di bawah kepemilikan Australia.
Meskipun letak geografisnya lebih dekat dengan Pulau Jawa, pulau ini berada di bawah kepemilikan Australia. Pulau ini berada di Samudera Hindia terletak 2.600 kilometer (1.600 mil) dari arah barat laut kota Perth, Australia Barat, 500 km (310 mil) dari arah selatan Jakarta, Indonesia dan 975 km (606 mil) dari Kepulauan Cocos
Pulau ini terisolasi secara geografis dan jauh dari jangkauan manusia hingga abad ke-19. Tidak mengherankan jika berbagai flora dan fauna endemik di pulau ini relatif tidak terganggu. Kondisi ini merupakan hal yang penting untuk para ilmuwan dan naturalists. Nama “Christmas Island” diberi kapten William Mynors dari kapal Royal Mary milik English East India Company waktu dia berlayar melewatinya pada hari Natal tahun 1643.
BALL’S PYRAMID, AUSTRALIA
Piramida Ball adalah sisa erosi gunung berapi dan kaldera yang terbentuk sekitar 7 juta tahun yang lalu. Piramida Ball terletak 20 kilometer sebelah tenggara Pulau Lord Howe di Samudra Pasifik. Piramida ini memiliki tinggi 562 meter. Piramida ini merupakan bagian dari Taman Laut Pulau Lord Howe.
Piramida Ball memiliki beberapa pulau satelit. Observatory Rock dan Wheatsheaf Islet terletak masing-masing sekitar 800 meter (2.600 kaki) barat-barat laut dan barat-barat daya, di ujung barat Piramida Ball. Southeast Rock adalah puncak yang terletak sekitar 3,5 kilometer (2,2 mil) tenggara Piramida Ball.
Rak ini memiliki panjang 20 kilometer (12 mil) dan lebar rata-rata 10 kilometer (6,2 mil) dan terletak di bawah kedalaman rata-rata 50 meter (160 kaki) air. Hal ini dipisahkan oleh ngarai bawah laut sedalam 500 meter (1.600 kaki) dari rak lain di mana Pulau Lord Howe berada. Tebing tumpukan terus di bawah permukaan air hingga setinggi rak.
Sebuah Melaleuca howeana semak ditemukan tumbuh di Piramida Ball. Semak tumbuh di celah kecil di mana air merembes melalui celah-celah di bebatuan di bawahnya. Kelembaban ini mendukung pertumbuhan tanaman yang relatif subur yang, seiring waktu, mengakibatkan penumpukan sisa-sisa tanaman sedalam beberapa meter.
PULAU MIGINGO, KENYA-UGANDA
Pulau Migingo adalah sebuah pulau seluas 2,000 meter persegi, di Danau Victoria. Walaupun jumlah penduduknya hanya 131 jiwa, mengingat luasnya hanya 2,000 meter persegi, pulau ini merupakan pulau yang sangat padat. Pulau ini menjadi subjek sengketa antara Kenya dan Uganda.
Pulau tersebut terletak di Danau Victoria, yang merupakan danau terbesar di Afrika. Meski ukurannya sangat kecil, Pulau Migingo menjadi salah satu penghasil ikan di Afrika yang hasil lautnya diekspor langsung ke Uni Eropa.
Karena perairan di sekitar Pulau Migingo memiliki hasil laut yang melimpah, pulau ini menjadi rebutan oleh dua negara di Afrika
Pulau tersebut berisi gubuk-gubuk penuh sesak yang terbuat dari kardus dan kayu. Sebagian besar penduduk di pulau ini bekerja sebagai nelayan dan pedagang ikan.
Meskipun hanya berukuran kecil, akan tetapi Pulau Migingo memiliki lima bar, salon kecantikan, apotek, beberapa hotel, bahkan sebuah rumah bordil. Namun, kemiskinan yang terjadi dan penangkapan ikan berlebihan masih berlanjut di pulau tersebut.
