Popobawa Makhluk Mistis Dari Afrika

Help US With Share

Makhluk mistis adalah makhluk yang hanya ada dalam cerita rakyat, mitos, legenda, atau kepercayaan suatu kelompok masyarakat, dan seringkali memiliki sifat fantastis atau supernatural. Mereka tidak dianggap nyata secara ilmiah, tetapi keberadaannya dipercayai oleh masyarakat yang mempercayai cerita tersebut.

Di Benua Afrika, tepatnya Tanzania, ada makhluk mistis yang populer di Afrika Timur tapi kurang disorot oleh masyarakat dunia. Makhluk mistis ini bernama popobawa, namanya berasal dari bahasa Swahili yang artinya “sayap-kelelawar” (popo artinya kelelawar dan bawa artinya sayap).

Popobawa adalah roh jahat yang diduga tumbuh subur di pulau Pemba, dekat Tanzania di Afrika. Makhluk ini telah menyebabkan kepanikan massal selama bertahun-tahun. Popobawa dikatakan sebagai makhluk mirip kelelawar dengan satu mata, kurannya sedang, memiliki penis besar, dan memiliki kulit kasar.

Popobawa adalah pengubah bentuk dan digambarkan mengambil bentuk yang berbeda, tidak hanya kelelawar seperti namanya. Itu bisa mengambil bentuk manusia atau hewan, dan bermetamorfosis dari satu ke yang lain. Serangan malam hari dapat terdiri dari serangan fisik sederhana atau fenomena mirip poltergeist tapi yang paling ditakuti adalah kekerasan seksual dan sodomi pria dan wanita dewasa.

Popobawa biasanya melancarkan aksinya pada malam hari, mereka terbang dari rumah ke rumah saat suasana paling sepi. Berbeda dengan monster kelelawar yang biasanya menghisap darah, popobawa menyerang lalu memperkosa pria dan wanita.

Konon, jika ada bau busuk seperti sulfur itu artinya ada popobawa yang berkeliaran. Cara untuk mencegah serangan popobawa antara lain menyalakan api unggun di sekitar rumah, dan berjaga dengan keluarga atau teman hingga larut malam.

Berita serangan popobawa tersebar luas semenjak tahun 1965-an. Menariknya, laporan tentang popobawa selalu meningkat tiap musim pemilu. Kasus popobawa yang terbaru muncul di Dar Es Salaam pada tahun 2007.

Menurut legenda urban, popobawa yang muncul di Dar Es Salaam sebenarnya adalah arwah Presiden Abeid Karume yang dibunuh pada tahun 1972. Ia dipanggil dalam wujud popobawa oleh partai penguasa Chama Cha Mapinduzi.

Ada beberapa teori lain tentang asal-usul Popobawa. Sebagian orang mengatakan dia adalah makhluk ciptaan seorang Sheikh untuk membalas dendam kepada tetangganya. Peneliti Benjamin Radford pada 2007 menyelidiki, bahwa Popobawa berasal dari kisah Islam yang menjadi agama mayoritas di wilayah itu. Konon, dengan membaca ayat Alquran dipercaya dapat mengusir Popobawa.

Fenomena popobawa yang paling terkenal terjadi di Pulau Pemba pada tahun 1971. Seorang gadis dirasuki arwah popobawa, dan meneriakkan perintah-perintah dengan suara laki-laki diiringi suara-suara keras dari pepohonan. Penduduk desa yang ketakutan sampai mengorbankan kambing, dan menaruh jimat-jimatan di kaki pohon ara agar popobawa itu mau pergi.

Para korban sering kali didesak untuk memberi tahu orang lain bahwa mereka telah diserang, dan diancam dengan kunjungan berulang kali oleh Popobawa. Selama kepanikan Popobawa, banyak orang mencoba berjaga-jaga dari serangan dengan bermalam di luar rumah mereka, sering kali berkumpul di sekitar api unggun bersama anggota keluarga dan tetangga lainnya. Bahkan, ada pula yang mengolesi diri dengan minyak babi dengan harapan dapat menangkal serangan dari Popobawa.

Kepanikan paling sering terjadi di Zanzibar, di seluruh pulau Pemba dan di utara dan barat pulau Unguja (Zanzibar), termasuk kota Zanzibar. Popobawa terutama senang merasuki orang yang menyangkal keberadaan popobawa. Tujuannya tentu saja membuat masyarakat Tanzania tetap percaya kalau popobawa itu ada.


Help US With Share