Penyakit Berbau Mistis Yang Sempat Ditangani Dokter Indonesia

Help US With Share

Santet atau penyakit kiriman memang tidak dikenal oleh dunia kedokteran, namun tidak dapat dipungkiri praktik tradisional ini masih dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia. Karena biasanya dalam tubuh korban santet ditemukan berbagai benda asing seperti paku, peniti maupun logam, mau tidak mau benda-benda itu harus dikeluarkan oleh tim dokter lewat prosedur operasi.

Berikut beberapa kasus penyakit berbau mistis yang pernah ditangani tim dokter di Indonesia.

Cicin Listia Vitasari, meninggal akibat puluhan benda logam di perutnya

Bulan Agustus 2009, Cicin mengaku sakit perut hingga lemas dan sulit bernafas. Oleh orang tuanya, ia dibawa ke RSUD Situbondo dan setelah dilakukan rontgen ditemukan beberapa benda logam di perut seperti silet, tusuk konde, biji streples, kawat dan jepit rambut. Kondisi Cicin melemah karena infeksi saluran kencing, sehingga RSUD Situbondo tidak berani melakukan operasi. Tidak tahan dengan sakitnya, Cicin pun menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu 29 Agustus 2009 dini hari sebelum dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya.

Dwi Priyo Santoso, puluhan jarum bersarang di kepala

Puluhan jarum yang bersarang di kepala Dwi Priyo Santoso, diyakini karena santet atau guna-guna. Dwi terkena guna-guna setelah ibunya yang seorang janda, Mariani, menolak seorang pria yang menaruh hati padanya. Setelah beberapa kali dibawa ke dukun, akhirnya Dwi berobat ke RS Mardi Waluyo, Blitar. Pihak RS merujuk Dwi agar berobat ke RS Syaiful Anwar, Malang. Namun tim dokter menduga logam mirip jarum yang bersarang di kepala Dwi adalah susuk, dan dari situ dokter menduga Dwi menderita tumor hidung.

Safira, mengeluarkan belasan paku dari betis

Di penghujung tahun 2011, tim dokter RSUD Andi Makassau, Kota Pare-pare, Sulawesi Selatan mengeluarkan 25 besi menyerupai paku dan 1 jarum suntik dari betis seorang gadis berusia 3 tahun. Tidak terubngkap bagaimana benda itu bisa masuk ke dalam tubuh si gadis, namun diduga berasal dari kiriman santet atau guna-guna.

Sugiono, memuntahkan gunting dan seng

Pemuda asal Simalungun, Sumatera Utara, bernama Sugiono memuntahkan benda-benda tajam seperti paku, jarum, kaca, ujung gunting dan seng pada sekitar bulan September 2010 lalu. Sempat dirawat di Puskesmas karena sakit luar biasa di bagian perut, namun dokter menyatakan tidak ada penyakit apapun. Sugiono akhirnya memilih pergi berobat ke dukun, lalu dinyatakan dirinya terkena santet. Beruntung, benda-benda tajam itu tidak sampai melukai kerongkongannya.

Supiyati, mengeluarkan 107 paku berkarat dari kaki dan tangan

Sebanyak 107 benda asing berupa paku berkarat, jarum dan kawat keluar dari tangan dan kaki seorang perempuan bernama Supiyati di Dlingo, Bantul, Yogyakarta pada September 2012 lalu. Diagnosis dokter, perempuan asal Sumatra ini mengalami corpus alienum cruris multipledan abces bilateral multiple. Saat itu, paku muncul lagi. Sempat dinyatakan bersih, tetapi benda asing itu muncul lagi. Operasi diulang lagi dengan mengangkat empat paku dari tubuh Supiyati. Di saat itulah mulai berpikir ke arah sihir, dan baru dapat teratasi setelah Supiyati didoakan seorang ustadz.

Tina Agustina, mengeluarkan air mata kristal saat menangis

Gadis asal Sumedang, Tina Agustina sempat menghebohkan media pada pertengahan tahun 2012 karena mengaku bisa mengeluarkan air mata kristal saat menangis. Alhasil, sebagian masyarakat meyakini air mata Tina bisa memberikan peruntungan termasuk bisa menyembuhkan penyakit.

Tim dokter Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo telah melakukan pemeriksaan dan tidak menemukan kelainan maupun benda asing pada mata Tina. Demikian juga dengan Badan Geologi Kementerian ESDM, yang memastikan bahwa air mata kristal Tina tidak alami melainkan buatan pabrik.


Help US With Share