Pesugihan Babi Ngepet

Help US With Share

Istilah babi ngepet dikenal sebagai salah satu cara seseorang yang ingin kaya dengan cara instant dan tidak jujur. Cara ini adalah cara musrik yang meminta bantuan setan untuk meraih kekayaan di dunia. Ritual pesugihan babi ngepet ini berawal dari kepercayaan sebagian orang, bahwa siluman babi dapat mengabulkan permintaan manusia yang meminta harta.

Konon, siluman babi ini berasal dari Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur. Pelaku yang ingin menguasai ilmu hitam pesugihan ini bersama istrinya akan datang ke gunung menemui kuncen. Setelah mereka menyerahkan sesajen dan uang mahar dan menyatakan siap menanggung segala akibatnya, maka kuncen akan mempertemukan mereka dengan siluman babi.

Si pelaku akan membuat perjanjian menyerahkan tumbal nyawa dari kerabat dekat yang disayangi, biasanya anaknya sendiri. Jika janji ini tidak dipenuhi, maka nyawa si pelaku sendiri yang akan menjadi gantinya. Setelah itu si pelaku akan memakan kotoran dari siluman babi lalu kuncen akan memberikan petunjuk serta alat kerja berupa sebuah kain hitam ghaib. Sebenarnya, pesugihan babi ngepet ini jauh lebih ribet dan sulit dari pada berbisnis. Herannya, masih ada saja orang yang menjalani ritual tersebut di era modern ini.

Aksi pesugihan ini dilakukan hanya pada malam hari tertentu dan oleh dua orang, biasanya sepasang suami istri dengan suami sebagai tuan yang akan menjadi babi dan istri sebagai pembantunya. Tindakan ini didahului dengan puasa beberapa hari sebelumnya. Tindakan ini juga disertai sesaji yang terdiri atas kembang setaman, minyak wangi, kopi pahit, jajan pasar, kemenyan atau setanggi, darah ayam cemani, serta dilengkapi dengan baskom berisi air yang di tengahnya ditaruh sebatang lilin atau lampu minyak kecil.

Sebelum berubah menjadi babi, si pelaku babi ngepet biasanya diminta makan kotoran dari siluman babi yang diberikan di tempat pemujaan. Kemudian, dalam seketika wujudnya akan berubah menjadi babi.

Si Babi Ngepet ini kemudian akan keliling kampung dengan hati-hati agar tidak terlihat orang untuk mencuri. Hanya dengan menggesekkan tubuhnya ke dinding rumah, maka uang dan perhiasan pemilik rumah secara ajaib akan terambil. Sebelum fajar datang, Si Babi Ngepet akan pulang ke rumah dan berubah bentuk kembali menjadi manusia, dengan kain hitamnya terisi uang dan perhiasan yang dicuri.

Bertugas sebagai penjaga lilin sama sulitnya dengan menjadi babi ngepet. Si penjaga lilin harus waspada, tidak boleh mengantuk dan tidak boleh sampai tertidur. Ia harus mengamati nyala api lilin sampai si babi ngepet pulang.

Keselamatan si babi sangat tergantung pada penjaga lilin. Apabila api lilin bergoyang-goyang, tandanya si babi sedang dalam kesulitan. Pada saat ini, si penjaga lilin harus mematikan api agar si babi berubah wujud menjadi manusia kembali. Apabila di dalam kesulitan si penjaga lilin lupa mematikan api, maka babi akan diburu warga sehingga babi tersebut bisa mati.

Konon, ada tiga ciri babi ngepet yang membedakan babi biasa dengan babi siluman. Jika tidak ada ketiga ciri-ciri utama ini, maka dapat dipastikan babi tersebut bukan siluman babi ngepet. Kaki depan siluman babi ngepet memiliki bentuk yang mirip dengan tangan manusia, sedangkan kaki belakangnya berbentuk kaki manusia pada umumnya. Selain itu, ciri babi ngepet selanjutnya adalah memiliki kemampuan menghilang dan berlari dengan sangat cepat. Oleh karena itu, babi ngepet tidak dapat ditangkap oleh orang biasa.

Konon, ada beberapa benda yang ditakuti para pelaku pesugihan babi ngepet. Pertama, bambu kuning. Batang pohon bambu kuning dipercaya ampuh untuk menangkal pelaku pesugihan babi ngepet yang sedang beraksi.

Selanjutnya, ada daun bidara. Penggunaan daun bidara dipercaya memiliki tuah alami sebagai pagar gaib dan pembersihan energi negatif seperti serangan santet, telung, dan ilmu hitam lainnya. Pelaku pesugihan babi ngepet juga takut akan keberadaan tanaman ini, terutama adalah daun dan durinya.

Bawang putih dan garam konon juga ditakuti oleh pelaku pesugihan babi ngepet ini. Penggunaan bawang putih dan garam secara bersamaan dipercaya ampuh untuk menolak babi ngepet masuk ke dalam rumah. Caranya juga sangat mudah, cukup mencampur garam dan bawang putih yang sudah dihaluskan kemudian ditaburkan mengelilingi rumah.

Selain itu, daun kelor. Penggunaan daun kelor untuk mengusir pelaku pesugihan babi ngepet, sama persis dengan penggunaan daun bidara. Daun yang tumbuh subur di Indonesia ini sangat ditakut oleh babi ngepet dan mampu menjadi pagar gaib.

Benda bertuah konon juga ampuh untuk menghalau masuknya pelaku pesugihan babi ngepet ke dalam rumah. Tidak hanya itu, pelaku pesugihan babi ngepet akan kesakitan apabila masuk ke dalam rumah yang terdapat benda bertuah.

Yang terakhir, adalah benda yang bercahaya. Penggunaan benda yang bercahaya dipercaya ampuh untuk menghalau berbagai serangan babi ngepet. Lampu dapat dipasang di setiap sudut rumah, karena pelaku pesugihan babi ngepet akan takut dengan keberadaan cahaya yang sangat terang.


Help US With Share