Mitos Dan Fakta Tentang Daun Kelor

Help US With Share

Daun kelor atau yang bernama latin Moringa oleifera, merupakan tanaman tropis yang sejak lama dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional. Setiap daerah tentunya memiliki penyebutan yang berbeda terhadap tanaman kelor, termasuk daerah-daerah yang ada di Indonesia. Misalnya, murong (Sumatera), burunggai, kelor (Jawa), marungga, marunggai, mungai, maupun marongghi. Kelor tumbuh dalam bentuk pohon dengan tinggi 7–12 m. Kelor memiliki batang berkayu, tegak, serta berbau tajam. Daunnya merupakan daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, serta beranak daun gasal. Yang menjadi ciri khas dari kelor adalah helai daunnya yang berbentuk bulat telur dengan panjang 1–2 cm dan lebar 1–2 cm, tipis, permukaan halus, serta susunan pertulangan menyirip.

Pada zaman nenek moyang, daun kelor dianggap memiliki kekuatan mistik yang mampu melindungi gangguan makhluk halus. Bahkan, pohon daun kelor dianggap sebagai tanaman sakti yang banyak dimanfaatkan para orang sakti untuk mendapatkan kekuatan. Konon, daun kelor dapat melemahkan para jawara maupun kesaktian ilmu mistis. Ternyata, secara medis daun kelor justru dianggap sebagai tumbuhan dengan seribu manfaat yang begitu menyehatkan.

Berikut beberapa mitos dan fakta mengenai daun kelor.

Herbal Antikanker

Selain kandungan nutrisi, vitamin dan mineral ternyata daun kelor juga mengandung komponen aktif yang bermanfaat sebagai antikanker. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kandungan benzyl isotiosianat yang terdapat dalam tanaman kelor ampuh untuk mencegah perkembangan kanker. Secara in vitro, komponen benzyl isotiosianat ini mampu menginduksi apoptosis terhadap sel kanker ovarium serta menghabisi sel kanker pankreas. Daun kelor juga mengandung zat bernama niazimin yang mencegah perkembangan sel kanker dalam tubuh. Tim peneliti dari Korea Selatan bahkan telah meneliti ekstrak daun kelor yang dilarutkan ke dalam air dan diberikan pada pasien kanker hati. Hasilnya menunjukkan bahwa 96,7% sel kanker hati dapat mati karena ekstrak daun kelor.

Kandungan Nutrisi yang Lengkap

Daun kelor mengandung banyak senyawa, seperti polifenol. Senyawa polifenol utama dalam daun kelor adalah flavonoid dan asam fenolat. Dikatakan bahwa flavonoid berperan sebagai antioksidan dengan cara menangkap radikal bebas atau melalui kemampuannya mengelat logam. Studi epidemiologis juga konsisten mengungkapkan bahwa asupan tinggi flavonoid memiliki efek protektif terhadap banyak infeksi dan penyakit degeneratif, misalnya kanker.

Daun kelor kering mengandung 19 asam amino, 10 di antaranya sebagai asam amino penting. Asam amino itu terdiri dari treonina, tirosina, metionina, valina, fenilalanina, isoleusina, leusina, histadina, lisina, dan triptofan. Selain itu, daun kelor kering juga mengandung unsur makro, yakni kalsium sebesar 3,65 persen, potasium sebesar 1,50 persen, dan fosfor sebesar 0,30 persen. Kelor merupakan tanaman yang kaya akan sumber protein, zat besi, vitamin C, dan nutrisi penting lainnya.

Bahkan, daun kelor juga diakui mengandung lebih dari 40 jenis antioksidan serta protein penting yang berkhasiat untuk kesehatan jika dikonsumsi secara rutin. Dengan kandungan antioksidan yang tinggi, sayur daun kelor bahkan disarankan untuk diberikan kepada bayi guna membantu detoksifikasi racun-racun yang ada dalam tubuh si kecil. Tidak hanya pada bayi, ibu hamil juga disarankan untuk mengonsumsi sayur daun kelor guna menjaga kesehatan dan meningkatkan perkembangan otak janin.

Komoditas Ekspor

Jika biasanya daun kelor banyak digunakan untuk rendaman, gantungan di rumah untuk mengusir roh halus ternyata daun kelor juga bisa diolah menjadi beragam jenis hidangan. Mulai dari makanan, minuman hingga berbagai camilan yang terbuat dari bubuk daun kelor juga bisa dikreasikan. Pemanfaatan daun kelor untuk dikonsumsi ini bahkan sudah populer hingga ke seluruh dunia, bahkan banyak negara yang mengimpor daun kelor dari Indonesia untuk diolah di negaranya. Terutama untuk pembuatan teh, daun kelor dikenal dengan beragam manfaatnya untuk kesehatan dan mengatasi beragam gangguan seperti pada perut dan pencernaan. Teh daun kelor bahkan termasuk juga ke dalam salah satu teh herbal yang selalu direkomendasikan oleh para ahli kesehatan di berbagai negara.

Melepaskan Kesaktian Seseorang Saat Akan Meninggal

Di wilayah-wilayah yang masih memegang erat tradisi dan budaya, daun kelor digunakan untuk membantu orang-orang yang sakit atau yang akan meninggal untuk melepaskan kesaktiannya. Sebab, orang-orang yang sakit dalam waktu lama kerap dikaitkan dengan kesaktian yang dimilikinya. Faktanya, secara ilmiah konsumsi daun kelor justru bisa mengatasi beberapa macam penyakit. Secara medis daun kelor telah banyak diolah menjadi kapsul yang dijadikan sebagai suplemen kesehatan akibat kandungan nutrisinya yang begitu tinggi. Bahkan daun kelor telah dinyatakan oleh lembaga kesehatan dunia atau WHO sebagai tanaman herbal yang mampu mengatasi masalah malnutrisi di negara-negara miskin. Bahkan karena kepadatan nutrisinya, daun kelor juga banyak digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Menyembuhkan Penyakit

Masyarakat yang masih memegang teguh kepercayaan nenek moyang seringkali menggunakan daun kelor untuk tolak bala atau menghindari hal-hal buruk di rumah, salah satunya mengobati orang yang telah sakit sejak lama tanpa diketahui penyebab penyakit yang pasti dan sering dikatakan sebagai korban praktik santet dan ilmu hitam. Faktanya, daun kelor justru sangat ampuh untuk menyembuhkan penyakit seperti stroke, kusta, asam urat serta penyakit lainnya. Mulai dari masyarakat Aceh hingga Maluku seringkali menggunakan seluruh bagian pohon daun kelor seperti daun, biji dan batangnya untuk mengatasi penyakit-penyakit tersebut. Di Maluku, kulit batang pohon kelor biasanya akan direndam dan digunakan sebagai obat untuk mengatasi penyakit tipes dan asam urat. Selain itu daun kelor juga sering dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat di daerah-daerah terpencil.


Help US With Share