Cerita Misteri Lawang Sewu
Percayagapercaya.com – Begitu banyak cerita masyarakat yang masih meninggalkan sejarah serta beberapa bangunan-bangunan sejarah yang merupakan bukti bahwa benar-benar terjadi peristiwa tersebut.

Gedung yang berawal digunakan sebagai kantor Nederlands-Indische Spoorweg MAatschappij (NIS) yang merupakan salah satu perusahaan kereta api terpenting di Hindia Belanda.
Perusahaan NIS inilah yang membangun rel kereta api pertama di Indonesia pada tanggal 17 Juni 1864. NIS juga membangun statiun pertama di Indonesia yaitu Stasiun semarang yang kemudian ditutup pada tahun 1905 karena sering terendam.
Kegiatan NIS dilakukan di Stasiun Semarang Gudang. Karena semakin berkembangnya perusahaan, sehingga kantor tersebut tidak bisa menampung pegawai yang begitu banyak.
Kemudian dibangunlah LAwang Sewu Semarang sebagai kantor administrasi NIS yang baru. Semua perencanaan pembangunan termasuk arsitektur dikerjaan Belanda.
Arsitektur pembuatannya disesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia, dengan banyaknya pintu berukuran besar. tujuan utamanya adalah sebagai sirkulasi udara alami.
Pada kenyataan yang sebenarnya jumlah blok pintu hanya terdapat 429 jika dijumlahkan dengan daun pintunya jumlah sekitar 928.
Sejarah pertempuran 5 hari di Semarang menjadikan gedung ini menjadi salah satu lokasi pertempuran masyarakat Indonesia melawan tentara Jepang. Sebelumnya, Lawang Sewu pernah menjadi kantor jawatan transportasi dimana Angkatan Muda Kereta Api Indonesia pernah berusaha mempertahankan gedung ini agar Jepang tidak berhasil merebutnya.
Sekilas cerita sejarah membuat kekaguman akan perjuangan pahlawan Indonesia pada zaman itu.
Baca Juga: Misteri Jantung Pohon Pisang

Kembali keanehan yang menjadi perhatian percayagapercaya.com. Cerita mengerikan dan menakutkan tentu sudah sering kita dengar dari penduduk setempat maupun dari para pengunjung yang sering mencoba melakukan uji nyali di lawang sewu ini.
Banyaknya penampakan yang terjadi membuat cerita mistik pada bangunan Gedung ini terkenal juga di luar masyarakat sekitar semarang sendiri.
Namun beberapa penjelasan dari Roy Kiyoshi seorang anak indigo mengatakan bahwa untuk Lawang Sewu saat ini sudah tidak terlalu angker seperti pada zaman dulu. Karena tempat ini sudah menjadi tempat wisata sehingga banyak dan sudah terjadi pertukaran energi.
Apakah anda mempercayainya? jawaban tersebut ada pada diri anda sendiri.
