‘Ketukan Pintu Rumah Ustaz Pemindah Makam’ di Depok
percayagapercaya — Percaya atau ga yang penting harus tetap percaya, cerita mistis yang mewarnai proses pemindahan ratusan kuburan yang ada di Depok terdampak proyek Jalan Tol Depok-Antasari. Seorang Ustadz yangikut membantu untuk menggali kubur menceritakan seperti apa kejadiannya.
Ustadz Rohman (45) sudah lima hari untuk ikut membantu memindahkan ratusan makam yang ada di TPU, Depok, Kamis (20/09/2018). Dia sangat bersyukur sebab tak adanya kendala saat memindahkan jasad dari makam yang lama ke makam yang baru (jaraknya tidak jauh dari lokasi).
“Alhamdulillah, kita urusinnya dengan kalimat tauhid, alhamdulillah tidak terjadi kendala apa-apa, dibawah kubur ya juga alhamdulillah,” kata Rohman di sela-sela istirahat menggali.
Meskipun begitu, menurut dari Rohman sendiri, ada cerita yang menarik saat dirinya menggali makam-makam yang ada. Di liang kubur ada beberapa makam yang sudah lama, menurutnya tercium bau wangi. Bahkan, katanya pada Selasa (18/09) sekitar pukul 01.00 WIB ada hal gaib yang terjadi pada rumahnya.
“Waktu itu saya sempat buka pintu sampai tiga kali, ada orang yang bilang ‘Assalamualaikum’ terus gak ada lagi, orang ‘Assalamualaikum’, pas dibuka gak ada lagi, buka lagi udah gak ada lagi sampai 3 kali. Pas itu jelas saya dengar, sampai saya jawab ‘Waalaikumsalam’, saya duduk lagi sampai saya yang ngomong, ‘nanti saya urusin, saya sempurnakan’, baru hilang,” ujar Udtadz Rohman.
Menurut Ustadz, tak ada hal yang aneh seusai kejadian mistis itu. Dia tetap bersikap biasa saja menggali makam bersama penggali-penggali kubur yang lain.
“Biasa aja sih, gak ada takutnya, udah dari 8 tahun saya sudah peka sampai sekarang umur 45 tahun, ya alhamdulillah, gak terjadi apa-apa,” ucapnya seraya tersenyum.
Ketua koordinator pekerjaan pemindahan makam, Nian Darmawan, juga sempat bercerita soal hal-hal mistik yang ada di lokasi. Para penggali kubur yang kaget karena dari semua mayat, ditemukan beberapa jasad dalam kondisi yang masih utuh. Dua diantara dari mayat itu adalah jasad Mak Anih dan Samsudin.
