Hantu Internasional Rasa Lokal: Suster Maria
Percayagapercaya.com – Tahun 1940-an merupakan tahun-tahun kelam Indonesia. Penjajahan Jepang menyisihkan lembar kegelapan dalam sejarah Indonesia.
Cerita ini berawal dari tahun 1941 sampai 1942. Sebuah kisah kelam dimana tak seorang pun pantas melaluinya. Tetapi, realita berkata lain. Ini terjadi pada Marie van Veenen, seorang suster keturunan Belanda.
Ketika itu, Jepang sudah menginvasi Indonesia. Kolonial Belanda di Indonesia sudah berakhir… dengan tubuh yang terpisah dengan kepala, dengan mayat di penjara bawah tanah, dan tubuh yang hancur.
Kekejaman yang dilakukan oleh tentara Jepang terhadap orang Indonesia dan Belanda memang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Jutaan jiwa telah melayang di tangan tentara Belanda. Dari bayi hingga orang tua.
Kisah kekejaman Jepang di tanah Jawa memang sudah sangat terkenal. Namun, tragedi yang diciptakan Jepang terhadap Indonesia tak hanya terjadi di tanah Jawa saja.
Di Balikpapan terdapat kilang minyak, dan Jepang mengetahui tentang informasi ini. Semua orang Belanda, tak peduli sudah tua atau masih kecil, disiksa oleh tentara Jepang ketika Jepang merebut kilang minyak tersebut dengan paksa.
Marie van Veenen yang biasa dipanggil suster Maria merupakan salah satu korban penyiksaan Jepang di Balikpapan.
Pegunungan Dubbs. Ini tempat dimana suster Maria kerap menampakkan diri dan membuat para pengendara yang melewati jalanan tersebut lari kocar kacir sambil kencing di celana.
Jika kamu pernah ke pegunungan Dubs, kamu pasti melewati kawasan Volker deh. Nah, doi suka banget tuh nongkrong syantiek disana sambil gangguin kaum manusia.
Tapi mimin rasa, doi nggak berniat untuk menganggu manusia. Suster Maria sepertinya cuma mau didoain aja sama orang-orang yang ia kasih kesempatan untuk melihat wujudnya. Mimin rasa kalau kamu dikasih lihat penampakan, lebih baik kamu mendoakan… sambil ngibrit juga gak apa-apa. Mimin mengerti kok.
Kisah suster Maria sebenarnya masih belum… lengkap. Mimin cuma dapat informasi bahwa suster Maria nggak langsung dibunuh oleh tentara Jepang. Ia sempat ditangkap dan dikumpulkan bersama tahanan Belanda lainnya di Benua Patra.
Tak tahu apa yang sebenarnya tentara Belanda tersebut lakukan ke suster Maria sehingga arwahnya tidak tenang hingga saat ini. Yang mimin tahu hanyalah fakta bahwa ia dibunuh dengan keji.
Namun, mimin penasaran… jika suster Maria hanya (dalam konotasi ini ya) dibunuh tanpa diapa-apakan sebelumnya, mimin rasa arwahnya tidak akan penasaran sampai sekarang.
Kita semua sudah tahu apa saja yang tentara Jepang lakukan dahulu terhadap rakyat Indonesia dan koloni Belanda. Mimin rasa ini tidak menutup kemungkinan bahwa suster Maria ‘diapa-apa’-kan dulu sebelum ia dibunuh dengan sadis.
